2-Methylterephthalic Acid (2-MT) adalah senyawa organik yang digunakan dalam berbagai eksperimen kimia dan penelitian material. Bahan ini sering ditemukan dalam proses sintesis senyawa kompleks dan merupakan komponen penting dalam pembuatan struktur metal-organic frameworks (MOF). Dalam laboratorium, 2-MT digunakan sebagai prekursor untuk membangun struktur MOF yang memiliki pori teratur dan sifat adsorpsi tinggi.
2-Methylterephthalic Acid memiliki struktur molekuler yang stabil dan reaktivitas yang cukup baik, sehingga cocok untuk reaksi kimia yang memerlukan kestabilan termal dan kemampuan untuk berikatan dengan logam. Karena sifat ini, bahan ini menjadi pilihan utama dalam penelitian material inovatif. Selain itu, 2-MT juga mudah tersedia dan memiliki kemurnian yang memadai untuk penggunaan laboratorium.
Di laboratorium Indonesia, 2-Methylterephthalic Acid digunakan dalam penelitian tentang material inovatif, terutama dalam bidang kimia dan teknologi material. Bahan ini sering ditemukan dalam eksperimen yang berkaitan dengan sintesis MOF, karakterisasi material, dan pengembangan aplikasi industri. Dengan sifat yang baik, 2-MT menjadi bahan yang sangat berguna untuk peneliti lokal yang ingin mengembangkan teknologi material baru.
- Sintesis Metal-Organic Frameworks (MOF) untuk aplikasi adsorpsi dan katalisis
- Penelitian tentang struktur kristal dan sifat material inovatif
- Eksperimen kimia yang memerlukan senyawa organik stabil dan reaktif
- Pengembangan material porus untuk penyimpanan gas dan pelarut
- Analisis komponen kimia dalam campuran kompleks untuk karakterisasi material
| Merek | TCI |
|---|---|
| Nomor CAS | 5156-01-4 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Materials Science > Organic-Inorganic Hybrid Materials > Metal Organic Frameworks (MOF) and Their Raw Materials |
| Ukuran kemasan | 1g |
| Bentuk fisik | Padat (bentuk kristal atau serbuk) |
| Penyimpanan | Simpan dalam wadah tertutup rapat dan jauh dari kelembapan |
2-Methylterephthalic Acid harus disimpan dalam wadah tertutup rapat dan jauh dari kelembapan untuk mencegah penurunan kualitas. Bahan ini sebaiknya disimpan dalam ruangan yang sejuk dan kering, serta jauh dari sumber panas dan sinar matahari langsung. Dalam penanganan, wajib menggunakan alat pelindung diri seperti sarung tangan dan masker untuk mencegah kontak langsung dengan kulit atau inhalasi. Selain itu, bahan ini tidak boleh dicampur dengan bahan kimia yang tidak kompatibel untuk mencegah reaksi berbahaya.
—
