Langsung ke informasi produk
1 dari 2

TCI

CAS 100-21-0

Asam Tereftalat – Terephthalic Acid, CAS 100-21-0, TCI T0166

Asam Tereftalat – Terephthalic Acid, CAS 100-21-0, TCI T0166

Identitas Kimia

No. CAS
100-21-0
PubChem
CID 7489·SID 87576161
Rumus molekul
C8H6O4
Berat molekul
166.13 g/mol
Kemurnian
>99.0%(GC)(T)
Basis data rujukan
ChEBI·ChemSpider·ECHA·Wikipedia
Identifier lengkap (IUPAC, SMILES, InChIKey)
IUPAC
terephthalic acid
SMILES
C1=CC(=CC=C1C(=O)O)C(=O)O
InChIKey
KKEYFWRCBNTPAC-UHFFFAOYSA-N
Harga reguler Rp 452.550,00
Harga reguler Rp 316.050,00 Harga obral Rp 452.550,00
Obral Habis
Biaya pengiriman dihitung saat checkout.
Berat
Jumlah
Pembayaran hanya melalui request quotation dan dilakukan setelah tim kami menghubungi Anda. Mohon cantumkan nomor WhatsApp aktif untuk konfirmasi pesanan & pembuatan invoice. Estimasi pengiriman 2-4 minggu setelah pembayaran.

Dokumen Keamanan & Mutu

CoA (Certificate of Analysis)

Spesifik per batch produksi — diterbitkan dan dikirim bersama barang sesuai nomor lot yang Anda terima.

Contoh CoA segera tersedia.

💬 Minta CoA via WhatsApp

Lihat detail lengkap

Terephthalic Acid (asam tereftalat) dari TCI adalah asam dikarboksilat aromatik dengan dua gugus karboksil pada posisi para (1,4) cincin benzena. Senyawa ini dikenal sebagai monomer utama polietilena tereftalat (PET), plastik yang banyak dipakai untuk botol dan serat poliester. Di dunia riset material, asam tereftalat adalah salah satu linker organik terpenting untuk sintesis Metal-Organic Frameworks (MOF). Karena itu, TCI menempatkannya dalam kategori bahan baku MOF dan material hibrida organik-anorganik.

Bentuk molekulnya yang lurus, kaku, dan simetris membuat asam tereftalat ideal sebagai penghubung antara klaster logam. Dari linker ini terbentuk kerangka berpori yang teratur, seperti MOF-5 dengan seng, UiO-66 dengan zirkonium, serta MIL-53 dan MIL-101 dengan logam trivalen. Kedua gugus karboksilnya mudah dideprotonasi dan berkoordinasi kuat dengan ion logam. Kelarutannya dalam air rendah, tetapi bahan ini larut dalam pelarut polar seperti DMF dan DMSO yang umum dipakai pada sintesis solvotermal. Asam tereftalat juga bereaksi dengan radikal hidroksil membentuk produk berfluoresensi, sehingga berguna sebagai probe analitik.

Di Indonesia, asam tereftalat relevan bagi kelompok riset material berpori, katalisis, adsorpsi, dan energi di perguruan tinggi serta lembaga riset nasional. Contohnya adalah pengembangan MOF untuk penjerapan zat warna limbah tekstil, penyimpanan gas, atau fotokatalis. Bahan ini juga relevan bagi peneliti daur ulang PET dan polimer. Kemasan 25 g cocok untuk sintesis MOF skala laboratorium, sedangkan 500 g mendukung optimasi berulang dan peningkatan skala.

Brosur TCI (PDF)

  • Sintesis Metal-Organic Frameworks: asam tereftalat menjadi linker untuk MOF-5, UiO-66, MIL-53, dan MIL-101 karena bentuknya kaku dan karboksilatnya berkoordinasi kuat dengan logam.
  • Riset adsorpsi dan katalisis: MOF berbasis tereftalat dipelajari untuk menjerap zat warna, logam berat, dan gas, serta sebagai katalis heterogen dan fotokatalis.
  • Sintesis poliester: sebagai monomer dikarboksilat, asam tereftalat dipakai dalam polikondensasi dengan diol untuk membuat PET dan kopoliester dalam skala laboratorium.
  • Dosimetri radikal hidroksil: asam tereftalat bereaksi dengan radikal OH menjadi asam 2-hidroksitereftalat yang berfluoresensi, sehingga dipakai untuk mengukur radikal dalam fotokatalisis dan sonokimia.
  • Standar riset daur ulang PET: bahan murni ini berguna sebagai pembanding untuk menganalisis hasil depolimerisasi PET secara kimia maupun enzimatik.

Merek TCI (kode produk T0166)
Nomor CAS 100-21-0
Rumus molekul —
Kemurnian —
Kategori Materials Science > Organic-Inorganic Hybrid Materials > Metal Organic Frameworks (MOF) and Their Raw Materials
Ukuran kemasan 25g, 500g
Bentuk fisik padatan (serbuk)
Penyimpanan wadah tertutup rapat, di tempat sejuk dan kering

Simpan asam tereftalat dalam wadah aslinya yang tertutup rapat, di tempat sejuk, kering, dan berventilasi baik, jauh dari oksidator kuat dan basa kuat. Bahan ini relatif stabil. Namun, untuk sintesis MOF yang peka terhadap air, sebaiknya jaga bahan tetap kering, misalnya dengan menyimpannya dalam desikator di iklim tropis yang lembap. Serbuknya dapat mengiritasi mata dan saluran pernapasan, jadi gunakan kacamata pengaman, sarung tangan, dan masker debu atau lemari asam saat menimbang.

  • Ge dkk. (2010). Adsorption and Bonding of First Layer and Bilayer Terephthalic Acid on the Cu(100) Surface by High-Resolution Electron Energy Loss Spectroscopy. Langmuir doi:10.1021/la101582k
  • Higashi dkk. (2000). Random copolyamides of terephthalic acid, p-phenylenediamine andp-aminobenzoic acid soluble inN-methylpyrrolidone/CaCl2. Macromolecular Rapid Communications doi:10.1002/1521-3927(20001001)21:15<1044::aid-marc1044>3.0.co;2-9
  • Ikezawa dkk. (2008). Adsorption behavior of terephthalic acid on Au(100), Au(111) and Au(110) electrodes in neutral solution. Electrochimica Acta doi:10.1016/j.electacta.2008.02.073

Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.