2,3-Pyrazinedicarboxylic Acid adalah senyawa kimia yang digunakan dalam berbagai reaksi sintesis organik, terutama dalam pembuatan senyawa heterosiklik. Bahan ini sering ditemukan dalam laboratorium kimia sebagai bahan dasar untuk menghasilkan senyawa kompleks yang memiliki struktur cincin pyrazin. Dalam penelitian kimia, senyawa ini berperan sebagai bahan pembangun yang sangat penting, karena kemampuannya untuk berikatan dengan berbagai gugus fungsional lainnya. Senyawa ini memiliki sifat kimia yang stabil dalam kondisi tertentu, namun tetap memerlukan penanganan yang hati-hati karena kemungkinan reaktivitasnya terhadap bahan kimia tertentu. Karena struktur kimianya yang kompleks, 2,3-Pyrazinedicarboxylic Acid memiliki potensi untuk berpartisipasi dalam berbagai reaksi seperti reaksi substitusi, penggabungan, dan reaksi redoks. Di laboratorium Indonesia, senyawa ini sering digunakan dalam penelitian kimia murni maupun terapan, terutama dalam bidang farmasi dan material. Karena ketersediaannya yang cukup dan kualitasnya yang baik, senyawa ini menjadi pilihan utama para peneliti untuk berbagai eksperimen dan pengembangan produk baru.
Brosur TCI (PDF)
- Biomaterials Research Reagents 2025-02-19 · hal. 22
- Sintesis senyawa heterosiklik untuk pengembangan obat baru
- Reaksi kimia dalam pembuatan senyawa organik kompleks
- Pengujian aktivitas biologis senyawa kimia
- Penelitian tentang struktur dan sifat senyawa kimia
- Pengembangan bahan material dengan sifat tertentu
| Merek | TCI |
|---|---|
| Nomor CAS | 89-01-0 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Chemistry > Building Blocks > Heterocyclic Building Blocks |
| Ukuran kemasan | 25g |
| Bentuk fisik | Padat berbentuk serbuk |
| Penyimpanan | Simpan dalam wadah tertutup rapat di tempat sejuk dan kering |
Senyawa ini harus disimpan dalam wadah tertutup rapat di tempat yang sejuk dan kering, menjauh dari paparan cahaya langsung dan bahan kimia reaktif. Penanganan harus dilakukan dengan menggunakan alat pelindung diri seperti sarung tangan dan masker, karena potensi iritasi terhadap kulit dan mata. Jangan menyimpannya bersama bahan-bahan yang mudah bereaksi atau menguap, agar menghindari risiko kebocoran atau reaksi yang tidak diinginkan.
- Bayón dkk. (1990). Synthesis and reactivity of rhodium(I) and iridium(I) complexes of the dianions of 2,3-pyrazinedicarboxylic and 2,5-pyrazinedicarboxylic acid. Journal of Organometallic Chemistry doi:10.1016/0022-328x(90)85012-n
- Wang (2013). Study on the Luminescent Properties of Europium (III) Complex with 2, 3-Pyrazinedicarboxylic Acid. Advanced Materials Research doi:10.4028/www.scientific.net/amr.643.60
- Yin dkk. (2009). Copper and zinc complexes with 2,3-pyridinedicarboxylic acid or 2,3-pyrazinedicarboxylic acid: Polymer structures and magnetic properties. Journal of Molecular Structure doi:10.1016/j.molstruc.2008.07.033
Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.
Kategori Produk
- Organic-Inorganic Hybrid MaterialsMetal Organic Frameworks (MOF) and Their Raw MaterialsOrganic Linker Molecules [Metal Organic Frameworks (MOFs) Precursors]
- Polymer/Macromolecule ReagentsMetal Organic Frameworks (MOF) and Their Raw MaterialsOrganic Linker Molecules [Metal Organic Frameworks (MOFs) Precursors]
- Polymer/Macromolecule ReagentsMonomersDicarboxylic Acid Monomers
- Biomaterials/Biocompatible Materials Research ReagentsMonomers and Macromonomers [Biomaterials/Biocompatible Materials Research Reagents]Dicarboxylic Acid Monomers [Biomaterials/Biocompatible Materials Research Reagents]
