Magnesium klorida (MgCl₂) adalah senyawa anorganik yang sering digunakan dalam berbagai eksperimen kimia di laboratorium. Bahan ini memiliki sifat larut tinggi dalam air dan sering digunakan sebagai katalis, reaktan, atau bahan bantu dalam sintesis senyawa kimia. Dalam konteks laboratorium, magnesium klorida memiliki peran penting dalam proses pemurnian, reaksi kimia, dan pembuatan larutan untuk berbagai eksperimen. Bahan ini juga sering digunakan dalam pembuatan katalis berbasis logam alkali tanah.
Magnesium klorida memiliki sifat kimia yang stabil dan dapat berfungsi sebagai sumber ion magnesium. Karena kemampuannya untuk larut dalam air, senyawa ini sangat cocok untuk digunakan dalam reaksi yang membutuhkan ion magnesium sebagai komponen aktif. Selain itu, magnesium klorida memiliki titik leleh yang tinggi, sehingga dapat digunakan dalam kondisi eksperimen yang memerlukan suhu tinggi. Sifat-sifat ini menjadikannya pilihan yang tepat untuk berbagai aplikasi kimia.
Di laboratorium Indonesia, magnesium klorida digunakan secara luas dalam berbagai bidang ilmu, seperti kimia analitik, kimia organik, dan kimia anorganik. Bahan ini menjadi bagian penting dalam penelitian dan pengajaran, terutama di institusi pendidikan tinggi dan lembaga penelitian. Karena ketersediaannya yang relatif mudah dan harga yang terjangkau, magnesium klorida menjadi bahan yang sangat diminati di berbagai laboratorium di Indonesia.
- Magnesium klorida digunakan dalam proses pemurnian air untuk mengurangi kandungan ion logam berat.
- Senyawa ini sering dipakai dalam sintesis senyawa kompleks yang membutuhkan ion magnesium sebagai pusat koordinasi.
- Magnesium klorida dapat digunakan sebagai bahan bantu dalam reaksi kimia yang memerlukan kondisi larutan elektrolitik.
- Bahan ini digunakan dalam pembuatan larutan untuk uji reaktivitas ion logam alkali tanah.
- Magnesium klorida juga digunakan dalam pembuatan katalis berbasis logam alkali tanah untuk reaksi kimia tertentu.
| Merek | TCI |
|---|---|
| Nomor CAS | 7786-30-3 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Chemistry > Catalysis and Inorganic Chemistry > Main-group Elements |
| Ukuran kemasan | 100g, 500g |
| Bentuk fisik | Padat, berbentuk serbuk |
| Penyimpanan | Simpan dalam wadah kedap udara dan jauh dari kelembapan |
Magnesium klorida harus disimpan dalam wadah kedap udara dan jauh dari kelembapan untuk mencegah penyerapan air yang dapat mengurangi kualitas bahan. Wadah yang sesuai adalah wadah kaca atau plastik yang tahan terhadap korosi. Dalam penanganan, pastikan untuk menggunakan alat pelindung diri seperti sarung tangan dan masker, terutama saat mengambil atau menimbang bahan ini. Karena magnesium klorida bersifat higroskopis, penting untuk menghindari kontak langsung dengan udara terbuka dan menjaga kelembapan lingkungan sekitar.
- Kobayashi dkk. (2004). Tolerance of Grasses to Calcium Chloride, Magnesium Chloride and Sodium Chloride. Plant Production Science doi:10.1626/pps.7.30
- Kang dkk. (1999). S hydrate equilibria of (methane + water + 2-methylbutane + magnesium chloride), (methane + water + 2,2-dimethylbutane + magnesium chloride), and (methane + water + methylcyclohexane + magnesium chloride). The Journal of Chemical Thermodynamics doi:10.1006/jcht.1999.0491
- Bart dkk. (1995). Magnesium chloride — ethanol adducts. Journal of Materials Science doi:10.1007/bf00349648
Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.
