Langsung ke informasi produk
1 dari 1

TCI

CAS 842-18-2

Dipotassium 2-Naphthol-6,8-disulfonate TCI N0030

Dipotassium 2-Naphthol-6,8-disulfonate TCI N0030

Identitas Kimia

No. CAS
842-18-2
PubChem
CID 70050·SID 87573441
Rumus molekul
C10H6K2O7S2
Berat molekul
380.5 g/mol
Kemurnian
>98.0%(HPLC)(T)
Basis data rujukan
ChemSpider·ECHA
Identifier lengkap (IUPAC, SMILES, InChIKey)
IUPAC
dipotassium;7-hydroxynaphthalene-1,3-disulfonate
SMILES
C1=CC(=CC2=C(C=C(C=C21)S(=O)(=O)[O-])S(=O)(=O)[O-])O.[K+].[K+]
InChIKey
LKDMVWRBMGEEGR-UHFFFAOYSA-L
Harga reguler Rp 2.359.350,00
Harga reguler Harga obral Rp 2.359.350,00
Obral Habis
Biaya pengiriman dihitung saat checkout.
Berat
Jumlah
Pembayaran hanya melalui request quotation dan dilakukan setelah tim kami menghubungi Anda. Mohon cantumkan nomor WhatsApp aktif untuk konfirmasi pesanan & pembuatan invoice. Estimasi pengiriman 2-4 minggu setelah pembayaran.

Dokumen Keamanan & Mutu

CoA (Certificate of Analysis)

Spesifik per batch produksi — diterbitkan dan dikirim bersama barang sesuai nomor lot yang Anda terima.

Contoh CoA segera tersedia.

💬 Minta CoA via WhatsApp

Lihat detail lengkap

TCI N0030 Dipotassium 2-Naphthol-6,8-disulfonate dengan nomor CAS 842-18-2 adalah senyawa naftol tersulfonasi dalam bentuk garam dikalium yang banyak dimanfaatkan sebagai bahan baku sintesis organik dan reagen pendukung di laboratorium. Struktur dasarnya berupa cincin naftalena yang membawa satu gugus hidroksil serta dua gugus sulfonat, sehingga senyawa ini berperan sebagai komponen kopling klasik dalam pembuatan zat warna azo dan sebagai penanda berfluoresensi pada percobaan pelacakan aliran. Di meja kerja peneliti, bahan ini menjadi titik awal yang praktis untuk membangun molekul aromatik yang lebih kompleks tanpa perlu melakukan sulfonasi sendiri.

Karakteristik yang membuat senyawa ini dipilih adalah kombinasi kelarutan yang baik dalam media berair berkat dua gugus sulfonat anionik, serta reaktivitas gugus hidroksil naftol yang tetap terjaga untuk reaksi kopling diazo. Bentuk garam dikalium memberi kestabilan penanganan yang jauh lebih nyaman dibandingkan asam sulfonat bebasnya yang bersifat higroskopis dan korosif. Konsistensi mutu antar-lot dari TCI membantu peneliti memperoleh hasil yang dapat diulang, khususnya pada pekerjaan kolorimetri dan sintesis pewarna yang sangat sensitif terhadap kemurnian bahan awal. Padatan ini juga mudah ditimbang dan dilarutkan langsung dalam larutan penyangga.

Di laboratorium Indonesia, senyawa ini umum dijumpai pada kelompok riset kimia organik di perguruan tinggi, laboratorium tekstil dan zat warna, serta unit penelitian yang menekuni kimia lingkungan dan hidrologi. Kemasan 25 g sesuai untuk skala penelitian dan praktikum lanjut, di mana bahan dipakai sedikit demi sedikit dalam banyak percobaan. Ketersediaan dalam kemasan kecil membantu laboratorium menjaga kesegaran bahan dan meminimalkan sisa yang tidak terpakai di akhir periode penelitian.

  • Sintesis zat warna azo: gugus naftol yang aktif memudahkan reaksi kopling dengan garam diazonium sehingga menghasilkan kromofor berwarna kuat untuk kajian pewarna tekstil.
  • Pelacak berfluoresensi pada studi aliran air: sifat larut air dan respons fluoresensinya menjadikan senyawa ini pilihan untuk percobaan penelusuran arah dan kecepatan aliran.
  • Bahan baku sintesis organik bertahap: kerangka naftalena tersubstitusi menghemat langkah sulfonasi sehingga peneliti dapat langsung melanjutkan ke tahap fungsionalisasi berikutnya.
  • Pengembangan metode kolorimetri: pembentukan warna yang konsisten pada kondisi terkendali mendukung penyusunan kurva kalibrasi dan validasi metode analisis di laboratorium.
  • Bahan ajar praktikum kimia organik lanjut: senyawa ini memberi contoh nyata pengaruh gugus sulfonat terhadap kelarutan, keasaman, dan reaktivitas sistem aromatik.

Merek TCI
Nomor CAS 842-18-2
Rumus molekul —
Kemurnian —
Kategori Chemistry > Building Blocks > Non-Heterocyclic Building Blocks
Ukuran kemasan 25 g
Bentuk fisik padatan (serbuk atau kristal)
Penyimpanan simpan di tempat sejuk, kering, dan terlindung dari cahaya dalam wadah tertutup rapat

Simpan bahan dalam wadah aslinya yang tertutup rapat, di ruang penyimpanan yang sejuk, kering, berventilasi baik, serta terhindar dari sinar matahari langsung dan sumber panas. Karena bersifat garam sulfonat yang cenderung menyerap lembap, tutup segera wadah setelah penimbangan dan hindari meninggalkan botol terbuka di ruang ber-AC yang lembap. Gunakan spatula bersih dan kering setiap kali mengambil bahan agar tidak terjadi kontaminasi silang. Kenakan jas laboratorium, sarung tangan, dan pelindung mata, serta lakukan penimbangan serbuk di area dengan aliran udara memadai untuk menghindari terhirupnya debu halus.

—