Langsung ke informasi produk
1 dari 1

TCI

CAS 30252-40-5

Potassium 7-Hydroxy-1-naphthalenesulfonate (contains isomer) TCI N0075

Potassium 7-Hydroxy-1-naphthalenesulfonate (contains isomer) TCI N0075

Identitas Kimia

No. CAS
30252-40-5
Rumus molekul
C10H7KO4S
Berat molekul
262.33 g/mol
Kemurnian
>90.0%(HPLC)
Identifier lengkap (IUPAC, SMILES, InChIKey)
IUPAC
potassium 7-hydroxynaphthalene-1-sulfonate
SMILES
C1=CC2=C(C=C(C=C2)O)C(=C1)S(=O)(=O)[O-].[K+]
InChIKey
UZBFJXMJCARTGH-UHFFFAOYSA-M
PubChem
CID 23663680
Harga reguler Rp 1.936.200,00
Harga reguler Harga obral Rp 1.936.200,00
Obral Habis
Biaya pengiriman dihitung saat checkout.
Berat
Jumlah
Pembayaran hanya melalui request quotation dan dilakukan setelah tim kami menghubungi Anda. Mohon cantumkan nomor WhatsApp aktif untuk konfirmasi pesanan & pembuatan invoice. Estimasi pengiriman 4-5 minggu setelah pembayaran.

Dokumen Keamanan & Mutu

CoA (Certificate of Analysis)

Spesifik per batch produksi — diterbitkan dan dikirim bersama barang sesuai nomor lot yang Anda terima.

Contoh CoA segera tersedia.

💬 Minta CoA via WhatsApp

Lihat detail lengkap

TCI N0075 Potassium 7-Hydroxy-1-naphthalenesulfonate adalah garam kalium dari asam naftalenasulfonat terhidroksilasi yang berperan sebagai blok bangun aromatik dalam sintesis organik. Sediaan ini dinyatakan mengandung isomer, yaitu informasi komposisi yang penting agar pengguna dapat merencanakan tahap pemurnian atau memilih aplikasi yang tidak sensitif terhadap keberadaan isomer. Senyawa golongan naftol sulfonat seperti ini secara historis menjadi bahan antara kunci pada pembuatan zat warna azo dan berbagai turunan naftalena tersubstitusi di laboratorium sintesis.

Sifat yang membuat bahan ini dipilih adalah kombinasi dua gugus fungsi reaktif pada kerangka naftalena: gugus hidroksil fenolik yang mengaktifkan cincin terhadap reaksi substitusi elektrofilik termasuk penggandengan diazo, serta gugus sulfonat yang hadir sebagai garam kalium. Adanya gugus sulfonat memberikan kelarutan yang baik dalam air, suatu keunggulan praktis dibandingkan turunan naftol netral yang cenderung sulit larut, sehingga reaksi dapat dijalankan dalam medium berair. Bentuk garam padat juga lebih mudah ditimbang, ditangani, dan disimpan dibandingkan asam sulfonat bebas yang bersifat sangat higroskopis.

Di laboratorium Indonesia, bahan semacam ini digunakan pada penelitian kimia organik sintesis di perguruan tinggi, riset zat warna dan tekstil, serta kajian degradasi zat warna pada bidang lingkungan. Mahasiswa dan peneliti kerap memakainya untuk mempelajari reaksi penggandengan azo secara praktis karena hasil reaksinya berwarna dan mudah diamati. Kemasan 25 gram sesuai untuk kebutuhan sintesis skala laboratorium maupun praktikum lanjutan yang berulang.

  • Sintesis zat warna azo, karena gugus hidroksil pada cincin naftalena bertindak sebagai komponen penggandeng yang reaktif terhadap garam diazonium dalam medium berair.
  • Bahan antara pembuatan turunan naftalena tersubstitusi, sebab kedua gugus fungsinya menyediakan titik modifikasi lanjut untuk membangun struktur aromatik yang lebih rumit.
  • Penelitian degradasi dan pengolahan limbah zat warna, karena senyawa naftalena sulfonat menjadi model pencemar yang relevan untuk menguji kinerja proses oksidasi lanjut.
  • Praktikum kimia organik tentang reaksi diazotasi dan penggandengan, mengingat produk berwarna yang dihasilkan memudahkan mahasiswa mengamati keberhasilan reaksi secara langsung.
  • Penyiapan reagen analitik berbasis naftol, karena kelarutannya yang baik dalam air memungkinkan pembuatan larutan kerja tanpa memerlukan pelarut organik tambahan.

Merek TCI (Tokyo Chemical Industry)
Nomor CAS 30252-40-5
Rumus molekul —
Kemurnian —
Kategori Chemistry > Building Blocks > Non-Heterocyclic Building Blocks
Ukuran kemasan 25 g
Bentuk fisik padatan garam kalium; sediaan mengandung isomer
Penyimpanan simpan di tempat sejuk dan kering, wadah tertutup rapat, hindari kelembapan

Garam sulfonat cenderung menarik uap air dari udara, sehingga produk ini sebaiknya disimpan dalam wadah tertutup rapat di lingkungan yang kering dan sejuk, bila perlu disertai desikan di dalam lemari penyimpanan. Hindari penempatan berdekatan dengan oksidator kuat dan sumber panas. Gunakan spatula bersih dan kering pada setiap pengambilan serta tutup kembali botol secepatnya agar serbuk tidak menggumpal. Kenakan sarung tangan, jas laboratorium, dan kacamata pelindung, dan lakukan penimbangan di lemari asam untuk menghindari terhirupnya debu halus. Bersihkan tumpahan dengan cara mengumpulkan padatan secara kering, lalu tangani limbah sesuai prosedur institusi.

—