Langsung ke informasi produk
1 dari 1

TCI

CAS 833-66-9

Potassium 6-Hydroxy-2-naphthalenesulfonate TCI N0703

Potassium 6-Hydroxy-2-naphthalenesulfonate TCI N0703

Identitas Kimia

No. CAS
833-66-9
Rumus molekul
C10H7KO4S
Berat molekul
262.33 g/mol
Kemurnian
>98.0%(HPLC)(T)
Identifier lengkap (IUPAC, SMILES, InChIKey)
IUPAC
potassium 6-hydroxynaphthalene-2-sulfonate
SMILES
C1=CC2=C(C=CC(=C2)S(=O)(=O)[O-])C=C1O.[K+]
InChIKey
PZWWSVPMGHDZNJ-UHFFFAOYSA-M
PubChem
CID 23677963
Harga reguler Rp 2.041.200,00
Harga reguler Harga obral Rp 2.041.200,00
Obral Habis
Biaya pengiriman dihitung saat checkout.
Berat
Jumlah
Pembayaran hanya melalui request quotation dan dilakukan setelah tim kami menghubungi Anda. Mohon cantumkan nomor WhatsApp aktif untuk konfirmasi pesanan & pembuatan invoice. Estimasi pengiriman 4-5 minggu setelah pembayaran.

Dokumen Keamanan & Mutu

CoA (Certificate of Analysis)

Spesifik per batch produksi — diterbitkan dan dikirim bersama barang sesuai nomor lot yang Anda terima.

Contoh CoA segera tersedia.

💬 Minta CoA via WhatsApp

Lihat detail lengkap

Potassium 6-Hydroxy-2-naphthalenesulfonate dari TCI (kode N0703) adalah garam kalium dari asam naftalenasulfonat yang membawa gugus hidroksil pada posisi 6. Dalam literatur kimia zat warna, senyawa ini dikenal sebagai garam Schaeffer. Bahan ini sudah lama menjadi intermediat penting dalam industri dan riset pewarna. Di laboratorium, ia berperan sebagai komponen kopling dalam sintesis senyawa azo dan sebagai building block aromatik bisiklik yang membawa gugus sulfonat pemberi kelarutan dalam air.

Bahan ini dipilih karena memadukan dua gugus fungsi yang saling melengkapi. Gugus hidroksil naftol mengaktifkan cincin aromatik terhadap substitusi elektrofilik, terutama kopling dengan garam diazonium. Sementara itu, gugus sulfonat dalam bentuk garam kalium membuat senyawa ini dan produk turunannya mudah larut dalam media berair. Kombinasi ini memudahkan reaksi dilakukan di air atau pelarut polar, dan menghasilkan zat warna anionik yang cocok untuk berbagai substrat.

Di Indonesia, bahan ini relevan bagi laboratorium kimia organik di perguruan tinggi, laboratorium tekstil dan pewarnaan, serta laboratorium riset yang mempelajari sensor kolorimetri dan fluoresensi. Kemasan 25g cukup untuk praktikum sintesis zat warna azo, optimasi kondisi kopling, maupun pembuatan beberapa seri turunan untuk uji sifat optik. Ukuran ini juga praktis sebagai stok kerja di laboratorium pendidikan.

  • Sintesis zat warna azo: cincin naftol yang teraktivasi bereaksi baik dengan garam diazonium sehingga menghasilkan pewarna anionik yang larut dalam air.
  • Praktikum kimia organik diazotisasi dan kopling: reaksinya berlangsung dalam media berair dan menghasilkan warna yang jelas, jadi cocok untuk demonstrasi pendidikan.
  • Pengembangan probe dan sensor optik: kerangka naftalena yang terkonjugasi memberi dasar untuk merancang senyawa kolorimetri atau fluoresen yang peka terhadap lingkungan.
  • Intermediat turunan naftalena tersubstitusi: gugus hidroksil dan sulfonat dapat dimodifikasi lebih lanjut untuk membuat building block aromatik bisiklik baru.
  • Studi pewarnaan tekstil dan kertas: turunan sulfonat anionik yang dihasilkan cocok diuji daya ikatnya pada serat protein maupun poliamida.

Merek TCI (kode produk N0703)
Nomor CAS 833-66-9
Rumus molekul —
Kemurnian —
Kategori Chemistry > Building Blocks > Non-Heterocyclic Building Blocks
Ukuran kemasan 25g
Bentuk fisik padatan (serbuk/kristal); lihat CoA untuk detail batch
Penyimpanan wadah tertutup rapat, tempat kering dan sejuk, terlindung dari cahaya

Simpan bahan dalam wadah aslinya yang tertutup rapat, di tempat kering dan sejuk, jauh dari kelembapan dan sinar matahari langsung. Garam aromatik tersulfonasi dapat menyerap air dan menggumpal bila sering terpapar udara lembap. Timbang di area berventilasi baik atau di bawah lemari asam untuk mengurangi paparan debu. Gunakan sarung tangan, jas lab, dan kacamata pengaman. Pisahkan penyimpanannya dari oksidator kuat, dan ikuti suhu penyimpanan serta petunjuk keselamatan yang tercantum pada label dan SDS.

—