2-Nitroanisole adalah senyawa kimia yang digunakan sebagai bahan dasar dalam berbagai reaksi kimia, terutama dalam sintesis senyawa aromatik kompleks. Bahan ini memiliki struktur molekul yang terdiri dari anilina yang telah di-substitusi dengan gugus nitro, sehingga memberikan sifat reaktivitas yang tinggi. Dalam laboratorium, senyawa ini sering digunakan sebagai bahan baku untuk pembuatan senyawa heterosiklik, obat-obatan, dan bahan kimia industri.
2-Nitroanisole memiliki sifat kimia yang stabil dalam kondisi tertentu, tetapi sangat sensitif terhadap suhu tinggi dan paparan sinar UV. Senyawa ini juga bersifat tidak mudah terbakar, tetapi berpotensi menyebabkan iritasi pada kulit atau mata jika tidak ditangani dengan hati-hati. Keberadaan gugus nitro memberikan keunggulan dalam reaktivitas dan kemampuan untuk berpartisipasi dalam berbagai reaksi substitusi dan kondensasi.
Dalam konteks laboratorium Indonesia, 2-Nitroanisole digunakan secara luas dalam penelitian kimia organik, terutama di institusi pendidikan tinggi dan lembaga riset. Bahan ini sering dipilih karena ketersediaannya, kestabilan, dan kegunaannya dalam berbagai aplikasi kimia.
- Sintesis senyawa heterosiklik sebagai bahan baku untuk produksi obat
- Reaksi substitusi nitro dalam pembuatan senyawa aromatik kompleks
- Pengujian reaktivitas senyawa aromatik dalam analisis kimia organik
- Pembuatan bahan kimia industri seperti pewarna dan bahan plastik
- Penelitian tentang mekanisme reaksi kimia dalam lingkungan laboratorium
| Merek | TCI |
|---|---|
| Nomor CAS | 91-23-6 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Chemistry > Building Blocks > Non-Heterocyclic Building Blocks |
| Ukuran kemasan | 25g, 500g |
| Bentuk fisik | Padat berbentuk kristal |
| Penyimpanan | Simpan dalam wadah tertutup rapat di tempat sejuk dan kering |
2-Nitroanisole harus disimpan dalam wadah kedap udara dan jauh dari sumber panas atau sinar matahari langsung. Penyimpanan di tempat sejuk dan kering sangat dianjurkan untuk menjaga kualitas dan stabilitas bahan. Saat menangani bahan ini, wajib menggunakan alat pelindung diri seperti sarung tangan dan kacamata pelindung. Jangan menyimpannya bersama bahan beracun atau mudah terbakar untuk mencegah risiko reaksi kimia yang tidak diinginkan.
- Stiborová dkk. (1998). To the Mechanism of 2-Nitroanisole Carcinogenicity: in vitro Metabolism of 2-Nitroanisole Mediated by Peroxidasesand Xanthine Oxidase. Collection of Czechoslovak Chemical Communications doi:10.1135/cccc19980857
- Casado dkk. (1995). The search for biochemical photoprobes. IV1. The photoreactions of 2,6-difluoro-4-nitroanisole with nucleophiles. Tetrahedron doi:10.1016/0040-4020(95)00343-7
- Szurkowski dkk. (1993). Temperature Dependence of the Permittivity of o‐Nitroanisole‐Benzene and o‐Nitroanisole‐Carbon Tetrachloride Mixtures in the Vicinity of its Melting Point. Berichte der Bunsengesellschaft für physikalische Chemie doi:10.1002/bbpc.19930970514
Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.

