Naphazoline Hydrochloride adalah garam hidroklorida dari nafazolin, senyawa turunan imidazolina yang dikenal sebagai agonis reseptor alfa-adrenergik. Dalam dunia farmasi, nafazolin dikenal sebagai zat aktif vasokonstriktor yang digunakan dalam sediaan tetes mata dan tetes hidung untuk meredakan kemerahan dan hidung tersumbat. Produk TCI ini disediakan sebagai reagen riset farmasi untuk keperluan eksperimen laboratorium, misalnya sebagai bahan pembanding analitik, senyawa model dalam studi formulasi, dan alat farmakologi pada penelitian reseptor.
Bentuk garam hidroklorida dipilih karena umumnya memberikan kelarutan dalam air yang lebih baik dibandingkan bentuk basa bebasnya, sehingga lebih mudah disiapkan sebagai larutan stok untuk analisis maupun uji in vitro. Struktur imidazolina dengan gugus naftil memberikan karakter serapan ultraviolet yang memudahkan deteksi menggunakan spektrofotometri UV atau HPLC. Karena aktivitasnya pada reseptor adrenergik sudah dikenal luas, senyawa ini juga berguna sebagai pembanding dalam studi farmakologi senyawa simpatomimetik lain.
Di Indonesia, Naphazoline Hydrochloride relevan bagi laboratorium analisis farmasi di perguruan tinggi, laboratorium pengembangan produk industri farmasi, serta peneliti farmakologi. Bahan ini dapat digunakan untuk mengembangkan dan memvalidasi metode penetapan kadar, menguji stabilitas sediaan tetes mata, atau mendukung praktikum analisis obat. Kemasan 10g dari TCI memadai untuk serangkaian percobaan metode analitik maupun formulasi. Perlu diingat bahwa produk ini ditujukan untuk penggunaan eksperimen, bukan untuk pengobatan.
Brosur TCI (PDF)
- Pharmaceutical Ingredients for Research and Experimental Use 2026-03-09 · hal. 46
- Pengembangan metode HPLC: kromofor naftil memberikan serapan UV yang jelas, sehingga senyawa ini cocok sebagai analit atau pembanding dalam pengembangan metode kromatografi.
- Validasi metode spektrofotometri UV: kelarutan garam hidrokloridanya yang baik dalam air memudahkan pembuatan seri larutan standar untuk penetapan linearitas dan akurasi.
- Studi formulasi sediaan tetes mata dan hidung: sebagai zat aktif model, senyawa ini membantu peneliti mempelajari kompatibilitas eksipien, pH, dan stabilitas sediaan cair.
- Riset farmakologi reseptor adrenergik: aktivitas agonis alfa-adrenergiknya yang sudah dikenal menjadikannya senyawa pembanding dalam uji in vitro pada jaringan atau sel.
- Uji stabilitas dan degradasi paksa: senyawa ini dapat dipaparkan pada kondisi asam, basa, oksidasi, atau cahaya untuk mempelajari profil degradasi dan metode indikator stabilitas.
| Merek | TCI (kode produk N0542) |
|---|---|
| Nomor CAS | 550-99-2 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Life Science > Biochemicals and Reagents > Pharmaceutical Research Reagents (for Experimental Use) |
| Ukuran kemasan | 10g |
| Bentuk fisik | padatan (garam hidroklorida) |
| Penyimpanan | wadah tertutup rapat, terlindung dari cahaya dan kelembapan, sesuai label TCI |
Naphazoline Hydrochloride adalah senyawa aktif farmakologis dan dapat berbahaya bila tertelan atau terserap, sehingga penanganannya harus hati-hati. Gunakan sarung tangan, kacamata pelindung, dan jas lab, serta timbang di lemari asam atau ruang timbang berventilasi untuk menghindari debu. Simpan dalam wadah asli yang tertutup rapat di tempat sejuk, kering, dan terlindung dari cahaya. Beri label jelas pada larutan stok beserta tanggal pembuatannya. Produk ini hanya untuk penggunaan riset dan tidak boleh digunakan pada manusia atau hewan.
- Sayed dkk. (2013). Spectrophotometric, chemometric and chromatographic determination of naphazoline hydrochloride and chlorpheniramine maleate in the presence of naphazoline hydrochloride alkaline degradation product. Bulletin of Faculty of Pharmacy, Cairo University doi:10.1016/j.bfopcu.2012.10.002
- Silva dkk. (2024). Assessing Risks Assessing risks and adverse effects of naphazoline hydrochloride: a literature review (2013-2023). Scientific Electronic Archives doi:10.36560/17220241896
- Wang dkk. (2009). Flow‐injection chemiluminescence method for the determination of naphazoline hydrochloride and oxymetazoline hydrochloride. Luminescence doi:10.1002/bio.1092
Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.






