Neobavaisoflavone adalah senyawa flavonoid yang digunakan dalam berbagai penelitian bidang kehidupan. Bahan ini sering ditemukan dalam studi bioaktivitas senyawa alami, terutama dalam bidang farmakologi dan biokimia. Neobavaisoflavone memiliki potensi sebagai agen antioksidan, anti-inflamasi, dan bahkan anti-kanker, sehingga menjadi bahan penting dalam pengembangan obat baru. Karena sifatnya yang kompleks, bahan ini sering digunakan dalam analisis kuantitatif dan kualitatif untuk mengevaluasi efek biologis senyawa tertentu.
Neobavaisoflavone memiliki struktur kimia yang stabil dan dapat diproses dalam berbagai kondisi laboratorium. Bahan ini memiliki daya larut yang baik dalam pelarut organik seperti etil asetat dan aseton, sehingga memudahkan dalam proses isolasi dan analisis. Keberadaannya dalam berbagai sumber alami, seperti tanaman tertentu, menjadikannya bahan yang relevan dalam penelitian ekstraksi dan identifikasi senyawa bioaktif.
Di laboratorium Indonesia, Neobavaisoflavone digunakan dalam penelitian ilmiah yang berkaitan dengan bidang farmasi, bioteknologi, dan kimia organik. Bahan ini menjadi pilihan utama karena kemampuannya dalam menghasilkan data akurat dan konsisten, yang sangat penting untuk pengembangan produk kesehatan dan farmasi.
Brosur TCI (PDF)
- Phytochemicals 2025-12-17 · hal. 12
- Penelitian tentang efek antioksidan senyawa alami
- Analisis kandungan flavonoid dalam tanaman obat
- Pengujian aktivitas anti-inflamasi pada model biologis
- Pengembangan obat baru dari senyawa bioaktif
- Studi tentang mekanisme kerja senyawa flavonoid
| Merek | TCI |
|---|---|
| Nomor CAS | 41060-15-5 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Life Science > Biochemicals and Reagents > Phenylpropanoids, Aromatic Polyketides |
| Ukuran kemasan | 5mg, 25mg |
| Bentuk fisik | Padat (serbuk) |
| Penyimpanan | Simpan dalam wadah tertutup rapat, jauh dari cahaya dan kelembapan |
Neobavaisoflavone harus disimpan dalam wadah kaca atau plastik yang kedap udara, serta jauh dari sumber cahaya langsung dan kelembapan tinggi. Bahan ini sangat sensitif terhadap kelembapan, sehingga wadah harus ditutup rapat setelah digunakan. Dalam laboratorium, bahan ini harus ditangani dengan sarung tangan dan masker untuk mencegah kontak langsung. Selain itu, bahan ini tidak boleh disimpan bersama bahan kimia yang bersifat oksidatif atau reduktif.
- Maszczyk dkk. (2021). Neobavaisoflavone May Modulate the Activity of Topoisomerase Inhibitors towards U-87 MG Cells: An In Vitro Study. Molecules doi:10.3390/molecules26154516
- (2016). Absorption mechanism of neobavaisoflavone in Caco-2 cell monolayer mode. China Journal of Chinese Materia Medica doi:10.4268/cjcmm20161528
- Szliszka dkk. (2011). Inhibition of Inflammatory Mediators by Neobavaisoflavone in Activated RAW264.7 Macrophages. Molecules doi:10.3390/molecules16053701
Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.
