Nilotinib adalah senyawa kimia yang digunakan dalam penelitian biokimia dan farmakologi. Sebagai inhibitor enzim, Nilotinib memiliki peran penting dalam studi mekanisme aksi obat serta pengembangan terapi kanker. Bahan ini sering digunakan dalam eksperimen yang melibatkan modifikasi protein, aktivasi enzim, atau pengujian efek inhibitor pada jalur sinyal sel. Dalam laboratorium, Nilotinib digunakan untuk memahami interaksi molekuler dan dampaknya terhadap fungsi biologis sel.
Nilotinib memiliki sifat kimia yang stabil dan reaktivitas yang dapat dikontrol, sehingga memudahkan proses penelitian. Senyawa ini memiliki kemampuan untuk mengikat reseptor protein secara spesifik, menjadikannya alat yang andal dalam eksperimen biokimia. Karakteristik ini membuat Nilotinib menjadi pilihan utama dalam penelitian yang membutuhkan presisi dan akurasi.
Di laboratorium Indonesia, Nilotinib digunakan dalam berbagai bidang ilmu seperti farmasi, bioteknologi, dan penyakit kronis. Bahan ini mendukung penelitian terkait pengobatan kanker dan penyakit neurodegeneratif. Penggunaannya yang luas menunjukkan pentingnya Nilotinib dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan inovasi di bidang kesehatan.
- Penelitian penghambatan jalur sinyal sel dalam studi kanker
- Uji aktivitas inhibitor enzim untuk pengembangan obat baru
- Analisis interaksi molekuler dalam studi biokimia
- Eksperimen modifikasi protein untuk penelitian farmakologi
- Pengujian efek terapi pada penyakit neurodegeneratif
| Merek | TCI |
|---|---|
| Nomor CAS | 641571-10-0 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Biochemicals and Reagents |
| Ukuran kemasan | 1g |
| Bentuk fisik | Padat |
| Penyimpanan | Simpan dalam wadah tertutup, jauh dari cahaya dan kelembapan |
Nilotinib harus disimpan dalam wadah tertutup dan kering, serta terhindar dari paparan cahaya langsung. Penyimpanan di suhu ruang yang stabil sangat dianjurkan. Dalam penggunaan, pastikan wadah tidak terbuka dan jauh dari bahan kimia lain yang bersifat reaktif. Gunakan alat pelindung diri seperti sarung tangan dan masker untuk menghindari kontak langsung.
- (2011). NICE recommends nilotinib and golimumab . . .. PharmacoEconomics & Outcomes News doi:10.2165/00151234-201106360-00029
- (2018). Nilotinib. Reactions Weekly doi:10.1007/s40278-018-40802-0
- (2017). Nilotinib/tacrolimus interaction. Reactions Weekly doi:10.1007/s40278-017-32109-4
Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.
