Pelitinib adalah senyawa kimia yang digunakan dalam berbagai penelitian ilmiah, terutama dalam bidang biokimia dan biologi molekuler. Sebagai inhibitor enzim, Pelitinib berperan dalam menghambat aktivitas enzim tertentu, sehingga menjadi alat penting dalam studi mekanisme reaksi enzimatik dan pengembangan obat. Produk ini sangat relevan dalam laboratorium yang melakukan eksperimen terkait regulasi jalur sinyal sel, terutama dalam penelitian kanker dan penyakit metabolik.
Pelitinib memiliki sifat kimia yang stabil dan dapat digunakan dalam berbagai kondisi reaksi laboratorium. Ketersediaannya dalam bentuk padat memudahkan proses penimbangan dan penggunaan dalam skala kecil. Karena sifatnya yang spesifik, Pelitinib dipilih untuk eksperimen yang memerlukan presisi tinggi dalam penghambatan enzim. Kualitas tinggi dari produk ini memastikan hasil penelitian yang akurat dan dapat diandalkan.
Di laboratorium Indonesia, Pelitinib sering digunakan dalam penelitian terapan seperti pengembangan terapi target dan studi mekanisme penyakit. Bahan ini juga menjadi pilihan utama dalam laboratorium yang fokus pada penelitian biomedis dan farmakologi. Ketersediaan produk ini mendukung penelitian lokal yang berorientasi pada solusi kesehatan yang inovatif dan berbasis sains.
- Penelitian penghambatan jalur sinyal sel dalam studi kanker
- Pengembangan obat yang memanfaatkan mekanisme enzimatik spesifik
- Eksperimen biokimia untuk memahami aktivitas enzim dalam kondisi tertentu
- Studi farmakologis untuk mengevaluasi efek inhibitor enzim pada sel target
- Penelitian terapi target yang membutuhkan presisi tinggi dalam penghambatan protein
| Merek | TCI |
|---|---|
| Nomor CAS | 257933-82-7 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Enzim, Enzim Inhibitor, Enzim Substrat |
| Ukuran kemasan | 25mg, 100mg |
| Bentuk fisik | Padat |
| Penyimpanan | Simpan dalam wadah tertutup, jauh dari cahaya dan kelembapan |
Pelitinib harus disimpan dalam wadah yang kedap udara dan terlindung dari paparan cahaya langsung serta kelembapan. Penyimpanan di suhu kamar yang stabil sangat disarankan. Selama penanganan, produk ini harus dihindari kontak langsung dengan kulit dan mata. Wadah yang digunakan harus terbuat dari bahan tahan kimia seperti plastik atau gelas. Selalu gunakan alat pelindung diri seperti sarung tangan dan kacamata pelindung saat mengambil atau memproses produk ini.
- Lee dkk. (2023). Role of pelitinib in the regulation of migration and invasion of hepatocellular carcinoma cells via inhibition of Twist1. BMC Cancer doi:10.1186/s12885-023-11217-2
- Aravindan dkk. (2013). EGFR Tyrosine Kinase Inhibitor Pelitinib Regulates Radiation-Induced p65-Dependent Telomerase Activation in Squamous Cell Carcinoma. Radiation Research doi:10.1667/rr3028.1
- Meraki dkk. (2026). Comparative Electrochemical Investigation of Pelitinib at BDDE and PGEE: Mechanistic Insights, Surfactant Effects, and Application to Serum Samples. Journal of The Electrochemical Society doi:10.1149/1945-7111/ae7873
Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.
