Oxalyl Dihydrazide dari TCI adalah dihidrazida dari asam oksalat. Molekulnya membawa dua gugus hidrazida yang terhubung melalui satu unit oksalil. Senyawa berbentuk padatan ini berperan sebagai building block bernitrogen tinggi di laboratorium. Bahan ini dipakai untuk sintesis senyawa heterosiklik, pembentukan hidrazon dan basa Schiff, serta sebagai ligan dalam kimia koordinasi. Di bidang kimia analitik, oksalil dihidrazida dikenal sebagai pereaksi dalam metode kolorimetri untuk penentuan tembaga, sehingga perannya melampaui sintesis organik semata.
Bahan ini dipilih karena kedua ujung molekulnya punya gugus –NH–NH2 yang nukleofilik dan dapat bereaksi dengan aldehida, keton, atau ester. Karena simetris, bahan ini mudah membentuk bis-hidrazon dan ligan multidentat yang mengikat ion logam dengan kuat. Kandungan nitrogennya yang tinggi juga menarik bagi riset material energetik dan agen pengembang (blowing agent). Sebagai padatan, bahan ini stabil untuk disimpan dan mudah ditimbang dengan tepat untuk reaksi stoikiometris.
Di Indonesia, oksalil dihidrazida bermanfaat bagi laboratorium kimia analitik yang mengembangkan metode spektrofotometri penentuan logam dalam sampel air, tanah, atau bahan pangan. Laboratorium kimia anorganik dan organik di perguruan tinggi juga memakainya untuk sintesis ligan dan kompleks logam baru sebagai topik penelitian mahasiswa. Kemasan 25g memberikan jumlah yang memadai untuk pengembangan metode maupun sintesis berulang. Kemasan ini tetap praktis untuk disimpan di laboratorium berukuran kecil.
- Penentuan tembaga secara kolorimetri: bersama aldehida seperti asetaldehida, oksalil dihidrazida membentuk kompleks berwarna dengan ion tembaga, sehingga cocok untuk analisis spektrofotometri kadar rendah.
- Sintesis ligan bis-hidrazon: kondensasi kedua gugus hidrazida dengan aldehida atau keton menghasilkan ligan multidentat simetris untuk riset kompleks logam dan katalis koordinasi.
- Pembentukan cincin heterosiklik: gugus hidrazida dapat disiklisasi menjadi oksadiazol, triazol, atau tetrazin, sehingga berguna dalam kimia medisinal dan pengembangan material fungsional.
- Riset material kaya nitrogen: kandungan nitrogen yang tinggi menjadikannya bahan kajian untuk agen pengembang busa polimer dan studi dekomposisi termal senyawa berbasis hidrazida.
- Pengikat silang dan modifikasi polimer: dua gugus nukleofilik di kedua ujung molekul memungkinkan pengikatan silang polimer yang punya gugus karbonil atau ester untuk memodifikasi sifat material.
| Merek | TCI |
|---|---|
| Nomor CAS | 996-98-5 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Chemistry > Building Blocks > Non-Heterocyclic Building Blocks |
| Ukuran kemasan | 25g |
| Bentuk fisik | padatan |
| Penyimpanan | simpan tertutup rapat di tempat sejuk dan kering, terlindung dari cahaya dan oksidator, sesuai label dan SDS |
Simpan Oxalyl Dihydrazide dalam wadah aslinya yang tertutup rapat di tempat sejuk, kering, dan berventilasi baik. Jauhkan dari oksidator kuat, asam kuat, aldehida yang tidak diperlukan, dan sumber panas, karena senyawa hidrazida dapat bereaksi atau terurai. Timbang di area berventilasi dan hindari menghirup debu. Kenakan sarung tangan nitril, kacamata pengaman, dan jas laboratorium selama bekerja, cuci tangan setelah menangani bahan ini, dan baca Lembar Data Keselamatan (SDS) sebelum digunakan.
- Presti dkk. (2014). Oxalyl dihydrazide polymorphism: a periodic dispersion-corrected DFT and MP2 investigation. CrystEngComm doi:10.1039/c3ce41758a
- Gandotra dkk. (2008). Mössbauer studies of nanosized ferrites prepared by the combustion of metal nitrates–oxalyl dihydrazide solutions. Hyperfine Interactions doi:10.1007/s10751-008-9829-z
- Wen dkk. (2012). Crystal Polymorphism in Oxalyl Dihydrazide: Is Empirical DFT-D Accurate Enough?. Journal of Chemical Theory and Computation doi:10.1021/ct300484h
Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.
