1-Octen-3-ol adalah alkohol alilik sekunder beratom delapan karbon yang dikenal luas sebagai "alkohol jamur", karena senyawa inilah yang memberi aroma khas pada jamur segar dan sejumlah bahan alam lainnya. Di laboratorium, bahan dari TCI ini berperan sebagai building block non-heterosiklik yang serbaguna. Dalam satu molekul sederhana, ia memiliki gugus hidroksil dan ikatan rangkap terminal, sehingga peneliti dapat memakainya untuk sintesis organik, studi senyawa aroma, maupun penelitian biologi serangga.
Bahan ini dipilih terutama karena ada dua gugus fungsi reaktif yang letaknya berdekatan. Gugus hidroksil sekunder dapat dioksidasi, diesterifikasi, atau dijadikan eter. Ikatan rangkap vinil terminal cocok untuk reaksi adisi, epoksidasi, metatesis, atau hidroborasi. Posisi alilik juga membuka jalan bagi berbagai penataan ulang dan substitusi yang selektif. Selain itu, senyawa ini memiliki pusat kiral, sehingga menarik untuk studi stereokimia dan pemisahan enansiomer. Aromanya yang sangat khas membuatnya mudah dikenali dalam analisis sensori dan kromatografi.
Di Indonesia, 1-Octen-3-ol relevan untuk laboratorium teknologi pangan yang meneliti komponen aroma jamur tiram, jamur merang, dan produk fermentasi lokal. Bahan ini juga dipakai di laboratorium entomologi dan kesehatan masyarakat yang mengembangkan perangkap nyamuk, karena senyawa ini dikenal sebagai atraktan serangga penghisap darah. Laboratorium kimia organik di universitas dapat memakainya sebagai substrat praktikum maupun bahan awal penelitian sintesis.
- Analisis senyawa aroma pangan: berguna sebagai standar pembanding GC dan GC-MS untuk mengidentifikasi komponen volatil khas jamur dan produk hasil oksidasi lipid.
- Penelitian atraktan serangga: dipakai dalam uji perilaku nyamuk dan lalat karena senyawa ini dikenal sebagai pemikat alami yang dilepaskan oleh mamalia dan jamur.
- Sintesis organik alilik: gugus hidroksil yang bersebelahan dengan ikatan rangkap terminal memungkinkan penataan ulang, oksidasi menjadi enon, dan transformasi selektif lain.
- Studi stereokimia dan kromatografi kiral: pusat kiralnya menjadikan senyawa ini model yang baik untuk menguji kolom kiral dan metode resolusi enansiomer di laboratorium.
- Pengembangan formulasi flavor dan fragrance: berguna sebagai bahan riset untuk memahami kontribusi nota jamur dan nota tanah dalam komposisi aroma produk olahan.
| Merek | TCI |
|---|---|
| Nomor CAS | 3391-86-4 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Chemistry > Building Blocks > Non-Heterocyclic Building Blocks |
| Ukuran kemasan | 25mL, 100mL |
| Bentuk fisik | cairan (lihat CoA untuk detail mutu) |
| Penyimpanan | wadah tertutup rapat, tempat sejuk dan berventilasi baik, jauh dari sumber panas |
Simpan 1-Octen-3-ol dalam botol aslinya yang tertutup rapat, di ruang sejuk, kering, dan berventilasi baik, jauh dari api terbuka dan bahan pengoksidasi kuat. Karena bahan ini berupa cairan organik yang mudah menguap dan beraroma kuat, pindahkan atau takar di dalam lemari asam. Gunakan sarung tangan nitril, kacamata pelindung, dan jas laboratorium. Tutup botol segera setelah dipakai agar aroma tidak menyebar dan bahan tidak teroksidasi. Selalu baca Lembar Data Keselamatan (SDS) sebelum memakai bahan ini.
- Zawirska-Wojtasiak (2004). Optical purity of (R)-(−)-1-octen-3-ol in the aroma of various species of edible mushrooms. Food Chemistry doi:10.1016/j.foodchem.2003.08.016
- Byun (1999). Optimization of Cultural Conditions for 1-octen-3-ol Production in the Submerged Cultures of Agaricus bisporus 705 Mycelia. Food Engineering Progress doi:10.13050/foodengprog.1999.3.3.193
- (2002). 1,2-METALLATE REARRANGEMENT: (Z)-4-(2-PROPENYL)-3-OCTEN-1-OL. Organic Syntheses doi:10.15227/orgsyn.079.0011
Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.
