Ethyl 5-Oxohexanoate adalah senyawa kimia yang digunakan dalam berbagai reaksi organik di laboratorium. Bahan ini termasuk dalam kategori building blocks, yang merupakan komponen dasar untuk sintesis senyawa kompleks. Dalam proses kimia, Ethyl 5-Oxohexanoate berfungsi sebagai prekursor atau bahan bantu dalam pembentukan senyawa aromatik atau heterosiklik. Karena sifat kimianya yang stabil dan reaktivitas yang terkendali, senyawa ini sering dipilih untuk reaksi esterifikasi atau reaksi substitusi.
Ethyl 5-Oxohexanoate memiliki struktur molekul yang terdiri dari rantai karbon dengan gugus karboksilat yang telah dikonversi menjadi ester. Sifat kimia ini membuatnya mudah bereaksi dengan berbagai reagen seperti alkohol, asam, atau basa. Selain itu, senyawa ini memiliki titik didih dan titik leleh yang relatif tinggi, sehingga memudahkan proses pemisahan dan isolasi dalam laboratorium.
Di laboratorium Indonesia, Ethyl 5-Oxohexanoate digunakan dalam penelitian kimia organik, terutama dalam program pendidikan tinggi dan penelitian terapan. Bahan ini relevan untuk mahasiswa dan peneliti yang mempelajari sintesis senyawa kompleks, serta dalam pengembangan produk kimia yang ramah lingkungan.
- Sebagai bahan bantu dalam sintesis senyawa aromatik untuk penelitian kimia organik
- Digunakan dalam reaksi esterifikasi untuk menghasilkan senyawa dengan struktur kompleks
- Memperkaya koleksi bahan kimia untuk eksperimen pendidikan tinggi
- Mendukung pengembangan senyawa baru dalam bidang farmasi dan material
- Cocok untuk penelitian terapan dalam bidang kimia dan lingkungan
| Merek | TCI |
|---|---|
| Nomor CAS | 13984-57-1 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Chemistry > Building Blocks > Non-Heterocyclic Building Blocks |
| Ukuran kemasan | 5g, 25g |
| Bentuk fisik | Padat |
| Penyimpanan | Simpan dalam wadah tertutup dan jauh dari paparan cahaya langsung |
Ethyl 5-Oxohexanoate harus disimpan dalam wadah yang kedap udara dan jauh dari sumber cahaya langsung untuk mencegah degradasi. Bahan ini bersifat kimia yang stabil, tetapi tetap perlu dihindari kontak langsung dengan kulit atau mata. Dalam laboratorium, bahan ini sebaiknya disimpan di ruangan dengan suhu terkontrol dan ventilasi yang baik. Selain itu, penggunaan bahan ini harus diawasi oleh personel yang terlatih untuk memastikan keselamatan kerja.
—

