Papaverine Hydrochloride (papaverin hidroklorida) dari TCI adalah garam hidroklorida dari papaverin, yaitu alkaloid golongan benzilisokuinolin yang secara alami terdapat pada tanaman opium (Papaver somniferum). Berbeda dengan alkaloid opium lain seperti morfin, papaverin dikenal terutama karena efek relaksasinya pada otot polos, bukan karena efek analgesik narkotik. Di laboratorium life science, senyawa ini dipakai sebagai senyawa referensi farmakologi, standar analitik alkaloid, dan alat bantu penelitian untuk mempelajari jalur sinyal yang melibatkan enzim fosfodiesterase.
Papaverin hidroklorida dipilih karena mekanisme kerjanya sudah dipelajari luas, yaitu sebagai penghambat fosfodiesterase yang menaikkan kadar nukleotida siklik di dalam sel. Hal ini membuatnya menjadi pembanding yang bermanfaat dalam uji farmakologi otot polos. Dalam bentuk garam hidroklorida, kelarutannya dalam air lebih baik dibanding basa bebasnya, sehingga lebih praktis untuk menyiapkan larutan uji. Strukturnya yang khas dengan beberapa gugus metoksi juga menjadikannya senyawa model yang baik untuk pengembangan metode analisis kromatografi dan spektroskopi.
Di Indonesia, papaverin hidroklorida relevan untuk laboratorium farmakologi dan farmasi di perguruan tinggi, misalnya pada praktikum dan penelitian organ terisolasi, laboratorium kimia bahan alam yang mempelajari alkaloid, serta laboratorium analisis yang memvalidasi metode kromatografi. Kemasan 25g memadai untuk serangkaian penelitian dan penyiapan standar. Pembelian dan pemakaiannya tetap perlu mengikuti ketentuan regulasi bahan farmasi yang berlaku.
- Senyawa referensi relaksan otot polos: mekanisme kerjanya yang sudah dikenal membuatnya cocok sebagai kontrol positif dalam uji organ terisolasi seperti preparat pembuluh darah atau usus.
- Penelitian penghambatan fosfodiesterase: papaverin dipakai untuk mempelajari peran cAMP dan cGMP dalam sinyal seluler, termasuk sebagai pembanding inhibitor baru.
- Standar analisis alkaloid: senyawa ini dipakai untuk identifikasi dan kuantifikasi papaverin dalam sampel menggunakan HPLC, KLT, atau spektrofotometri.
- Pengembangan dan validasi metode analisis farmasi: struktur benzilisokuinolin yang khas menjadikannya model yang baik untuk uji selektivitas, linearitas, dan presisi metode kromatografi.
- Kajian kimia bahan alam: papaverin menjadi pembanding dalam studi biosintesis, isolasi, dan karakterisasi alkaloid isokuinolin dari sumber tanaman.
| Merek | TCI |
|---|---|
| Nomor CAS | 61-25-6 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Life Science > Biochemicals and Reagents > Alkaloids |
| Ukuran kemasan | 25g |
| Bentuk fisik | padatan berupa serbuk atau kristal; lihat CoA untuk detailnya |
| Penyimpanan | tempat sejuk, kering, terlindung dari cahaya, wadah tertutup rapat |
Simpan papaverin hidroklorida dalam wadah aslinya yang tertutup rapat di tempat sejuk, kering, dan terlindung dari cahaya, jauh dari oksidator kuat dan basa. Bahan ini aktif secara farmakologis, jadi tangani dengan hati-hati. Kenakan sarung tangan, kacamata pengaman, jas laboratorium, dan masker debu saat menimbang. Hindari menghirup debu, kontak dengan kulit, atau tertelan. Timbang di area berventilasi baik atau di lemari asam. Simpan di area dengan akses terbatas dan catat pemakaiannya sesuai kebijakan laboratorium serta regulasi yang berlaku.
- Shestopalova (2025). Determination of Papaverine Hydrochloride and Dibazole in Their Combined Presence by Derivative Spectrophotometry. Inorganic Materials doi:10.1134/s002016852570061x
- (2026). Papaverine Hydrochloride Injection recalled due to particular matter. Reactions Weekly doi:10.1007/s40278-026-96827-3
- Boberić-Borojević dkk. (1999). Simultaneous assay of ephedrine hydrochloride, theophylline, papaverine hydrochloride and hydroxyzine hydrochloride in tablets using RP-LC. Journal of Pharmaceutical and Biomedical Analysis doi:10.1016/s0731-7085(99)00103-x
Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.
