Langsung ke informasi produk
1 dari 1

TCI

CAS 58-08-2

Caffeine TCI C2042

Caffeine TCI C2042

Identitas Kimia

Nama lain
1,3,7-Trimethylxanthine
No. CAS
58-08-2
PubChem
CID 2519·SID 87558398
Rumus molekul
C8H10N4O2
Berat molekul
194.19 g/mol
Kemurnian
>98.0%(HPLC)(T)
Basis data rujukan
ChEBI·ChemSpider·ECHA·Wikipedia
Identifier lengkap (IUPAC, SMILES, InChIKey)
IUPAC
1,3,7-trimethylpurine-2,6-dione
SMILES
CN1C=NC2=C1C(=O)N(C(=O)N2C)C
InChIKey
RYYVLZVUVIJVGH-UHFFFAOYSA-N
Harga reguler Rp 477.750,00
Harga reguler Harga obral Rp 477.750,00
Obral Habis
Biaya pengiriman dihitung saat checkout.
Berat
Jumlah
Pembayaran hanya melalui request quotation dan dilakukan setelah tim kami menghubungi Anda. Mohon cantumkan nomor WhatsApp aktif untuk konfirmasi pesanan & pembuatan invoice. Estimasi pengiriman 2-4 minggu setelah pembayaran.

Dokumen Keamanan & Mutu

CoA (Certificate of Analysis)

Spesifik per batch produksi — diterbitkan dan dikirim bersama barang sesuai nomor lot yang Anda terima.

Contoh CoA segera tersedia.

💬 Minta CoA via WhatsApp

Lihat detail lengkap

Caffeine, dengan nomor CAS 58-08-2, adalah senyawa alkaloid yang sering digunakan dalam berbagai eksperimen ilmiah. Sebagai salah satu alkaloid yang paling dikenal, caffeine memiliki struktur kimia kompleks dan sifat farmakologis yang menarik. Bahan ini sering ditemukan dalam produk seperti kopi, teh, dan minuman ringan, tetapi dalam konteks laboratorium, caffeine digunakan untuk tujuan penelitian ilmiah yang lebih spesifik. Dalam laboratorium, caffeine sering digunakan sebagai bahan baku untuk sintesis senyawa lain atau sebagai bahan kontrol dalam uji aktivitas biologis.

Caffeine memiliki sifat kimia yang stabil dan daya tahan terhadap panas yang cukup baik, sehingga memudahkan proses penyimpanan dan penggunaan dalam berbagai kondisi laboratorium. Bahan ini juga memiliki kemampuan untuk larut dalam pelarut organik seperti etil asetat dan etanol, yang memudahkan proses pemisahan dan analisis. Karena sifatnya yang tidak beracun dan mudah diperoleh, caffeine menjadi pilihan yang populer dalam eksperimen kimia dan biokimia.

Dalam konteks laboratorium Indonesia, caffeine sangat relevan dalam penelitian bidang farmasi, biokimia, dan ilmu lingkungan. Bahan ini sering digunakan dalam uji aktivitas farmakologis, analisis kandungan zat aktif dalam produk farmasi, serta dalam penelitian tentang efek stimulan pada tubuh manusia. Dengan ketersediaan yang cukup luas, caffeine menjadi bahan yang sangat berguna bagi para peneliti dan mahasiswa di Indonesia.

Brosur TCI (PDF)

  • Caffeine digunakan dalam uji aktivitas farmakologis untuk mengevaluasi efek stimulan pada sistem saraf.
  • Bahan ini sering diterapkan dalam analisis kandungan zat aktif dalam produk minuman dan farmasi.
  • Caffeine menjadi bahan baku dalam sintesis senyawa alkaloid lain yang memiliki aktivitas biologis tertentu.
  • Dalam penelitian biokimia, caffeine digunakan sebagai kontrol untuk mengevaluasi efek enzim pada reaksi kimia tertentu.
  • Bahan ini juga digunakan dalam uji toksisitas untuk menilai dampak jangka panjang pada organ tubuh.

Merek TCI
Nomor CAS 58-08-2
Rumus molekul —
Kemurnian —
Kategori Life Science > Biochemicals and Reagents > Alkaloids
Ukuran kemasan 25g, 500g
Bentuk fisik Padat dalam bentuk serbuk
Penyimpanan Simpan dalam wadah tertutup, jauh dari cahaya dan kelembapan

Caffeine harus disimpan dalam wadah kedap udara dan jauh dari sumber cahaya langsung untuk mencegah degradasi. Sebaiknya disimpan dalam suhu ruangan yang stabil dan kering. Karena sifatnya yang tidak beracun, penanganan dapat dilakukan dengan perlengkapan pelindung dasar seperti sarung tangan dan kacamata pelindung. Pastikan tidak terkontaminasi oleh bahan kimia lainnya. Dalam laboratorium, caffeine harus dianggap sebagai bahan kimia yang perlu dihandle dengan hati-hati, meskipun tidak termasuk kategori bahan berbahaya tinggi.

  • Ferré (2013). Caffeine and Substance Use Disorders. Journal of Caffeine Research doi:10.1089/jcr.2013.0015
  • Soares dkk. (2017). Regular Physical Activity Increases the Systolic Blood Pressure Response to Acute Caffeine Ingestion in Nonhabitual Caffeine Consumers. Journal of Caffeine Research doi:10.1089/jcr.2016.0017
  • Shoja Shafti (2026). Tricyclics and Caffeine Abuse: A Pilot Study. Clinical Medical Reviews and Reports doi:10.31579/2690-8794/319

Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.