Diisononyl phthalate adalah senyawa kimia yang digunakan sebagai bahan tambahan dalam industri polimer. Bahan ini sering ditemukan dalam berbagai aplikasi laboratorium terkait kimia polimer dan material. Sebagai satu dari banyak isomer dari diisononyl phthalate, bahan ini memiliki struktur molekuler yang kompleks dan sifat kimia yang unik. Dalam laboratorium, bahan ini digunakan untuk memperbaiki sifat mekanis, fleksibilitas, atau stabilitas termal dari berbagai jenis polimer.
Diisononyl phthalate memiliki sifat kimia yang stabil, serta kemampuan untuk berikatan dengan berbagai jenis polimer. Karakteristik ini membuatnya menjadi pilihan yang ideal dalam penelitian dan pengembangan material. Bahan ini juga memiliki daya larut yang baik dalam pelarut organik, sehingga mudah digunakan dalam berbagai proses kimia. Karena sifatnya yang tidak mudah terurai, bahan ini juga cocok untuk aplikasi yang membutuhkan kestabilan jangka panjang.
Di laboratorium Indonesia, bahan ini sering digunakan dalam penelitian terkait polimer, seperti pengembangan bahan komposit atau bahan pengisi. Bahan ini juga menjadi bagian dari proses produksi bahan kimia yang lebih kompleks. Dalam konteks penelitian lokal, bahan ini mendukung inovasi di bidang material dan teknologi.
- Pengujian sifat mekanis polimer untuk menilai daya tahan dan fleksibilitas
- Pembuatan bahan komposit dengan sifat termal yang stabil
- Penelitian tentang modifikasi polimer untuk aplikasi industri
- Pengembangan bahan pengisi yang meningkatkan kualitas produk
- Uji kinerja bahan kimia dalam lingkungan tertentu
| Merek | TCI |
|---|---|
| Nomor CAS | 28553-12-0 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Materials Science > Polymer/Macromolecule Reagents > Polymer Additives |
| Ukuran kemasan | 500g |
| Bentuk fisik | Cairan |
| Penyimpanan | Simpan dalam wadah tertutup rapat di tempat sejuk dan kering |
Bahan ini harus disimpan dalam wadah tertutup rapat di tempat sejuk dan kering untuk mencegah penguapan dan kontaminasi. Hindari paparan langsung sinar matahari atau panas berlebihan. Gunakan wadah berbahan plastik atau kaca yang tahan terhadap bahan kimia. Dalam penggunaan, pastikan untuk menggunakan alat pelindung diri seperti sarung tangan dan masker. Karena sifat kimia yang tidak terlalu reaktif, bahan ini relatif mudah dihandle, tetapi tetap harus dianggap sebagai bahan kimia berpotensi berbahaya.
- Matsukawa dkk. (2021). Pressure-volume-temperature relationships of diisononyl phthalate and phase behavior of carbon dioxide/diisononyl phthalate binary system. The Journal of Supercritical Fluids doi:10.1016/j.supflu.2021.105330
- Peng (2015). Mice Brain Tissue Injury Induced by Diisononyl Phthalate Exposure and the Protective Application of Vitamin E. Journal of Biochemical and Molecular Toxicology doi:10.1002/jbt.21700
- Benson (2009). Hazard to the developing male reproductive system from cumulative exposure to phthalate esters—dibutyl phthalate, diisobutyl phthalate, butylbenzyl phthalate, diethylhexyl phthalate, dipentyl phthalate, and diisononyl phthalate. Regulatory Toxicology and Pharmacology doi:10.1016/j.yrtph.2008.11.005
Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.
