Langsung ke informasi produk
1 dari 1

TCI

CAS 91-15-6

Phthalonitrile, CAS 91-15-6, TCI P0404

Phthalonitrile, CAS 91-15-6, TCI P0404

Identitas Kimia

No. CAS
91-15-6
PubChem
CID 7042·SID 87574611
Rumus molekul
C8H4N2
Berat molekul
128.13 g/mol
Kemurnian
>99.0%(GC)
Basis data rujukan
ChEBI·ChemSpider·ECHA·Wikipedia
Identifier lengkap (IUPAC, SMILES, InChIKey)
IUPAC
benzene-1,2-dicarbonitrile
SMILES
C1=CC=C(C(=C1)C#N)C#N
InChIKey
XQZYPMVTSDWCCE-UHFFFAOYSA-N
Harga reguler Rp 557.550,00
Harga reguler Rp 405.300,00 Harga obral Rp 557.550,00
Obral Habis
Biaya pengiriman dihitung saat checkout.
Berat
Jumlah
Pembayaran hanya melalui request quotation dan dilakukan setelah tim kami menghubungi Anda. Mohon cantumkan nomor WhatsApp aktif untuk konfirmasi pesanan & pembuatan invoice. Estimasi pengiriman 2-4 minggu setelah pembayaran.

Dokumen Keamanan & Mutu

CoA (Certificate of Analysis)

Spesifik per batch produksi — diterbitkan dan dikirim bersama barang sesuai nomor lot yang Anda terima.

Contoh CoA segera tersedia.

💬 Minta CoA via WhatsApp

Lihat detail lengkap

Phthalonitrile (TCI P0404 91-15-6) adalah senyawa kimia yang digunakan sebagai bahan dasar dalam sintesis senyawa organik. Sebagai salah satu dari senyawa pembangun non-heterosiklik, phthalonitrile memiliki struktur dasar yang sederhana namun sangat penting dalam pembuatan senyawa kompleks. Bahan ini sering digunakan dalam reaksi kimia yang memerlukan reaktivitas tinggi dan kestabilan struktur. Dalam laboratorium, phthalonitrile berperan sebagai bahan bantu dalam berbagai eksperimen kimia, terutama dalam sintesis senyawa aromatik dan heterosiklik.

Phthalonitrile memiliki sifat kimia yang stabil dan reaktif, sehingga cocok untuk berbagai jenis reaksi kimia. Senyawa ini memiliki kemampuan untuk berikatan dengan berbagai gugus fungsional, menjadikannya fleksibel dalam berbagai aplikasi. Karakteristik ini membuat phthalonitrile menjadi pilihan utama dalam penelitian kimia organik, terutama dalam proses sintesis yang memerlukan reaktivitas dan kestabilan.

Di laboratorium Indonesia, phthalonitrile digunakan dalam berbagai penelitian ilmiah, baik untuk keperluan pendidikan maupun penelitian. Bahan ini sering ditemukan dalam eksperimen kimia yang memerlukan senyawa bahan dasar yang dapat diubah menjadi senyawa kompleks. Karena sifat dan kegunaannya yang luas, phthalonitrile menjadi bagian penting dalam pengembangan ilmu kimia di Indonesia.

  • Sintesis senyawa aromatik yang memerlukan reaktivitas tinggi dan struktur stabil
  • Reaksi kimia untuk pembuatan senyawa heterosiklik kompleks
  • Eksperimen pendidikan untuk memahami mekanisme reaksi kimia organik
  • Penelitian tentang reaktivitas senyawa bahan dasar dalam sintesis organik
  • Pengembangan senyawa baru dalam bidang farmasi dan material

Merek TCI
Nomor CAS 91-15-6
Rumus molekul —
Kemurnian —
Kategori Chemistry > Building Blocks > Non-Heterocyclic Building Blocks
Ukuran kemasan 25g, 100g
Bentuk fisik Padat
Penyimpanan Simpan dalam wadah tertutup dan jauh dari paparan udara

Phthalonitrile harus disimpan dalam wadah tertutup yang kedap udara untuk mencegah kontaminasi dan reaksi kimia yang tidak diinginkan. Bahan ini sebaiknya disimpan di tempat yang sejuk dan kering, serta jauh dari sumber panas atau sinar matahari langsung. Dalam penanganan, pengguna harus memakai alat pelindung diri seperti sarung tangan dan masker untuk menghindari kontak langsung dengan kulit atau inhalasi. Karena sifat kimianya yang reaktif, phthalonitrile harus ditangani dengan hati-hati dan hanya oleh personel yang terlatih.

  • Dominguez dkk. (2007). Properties of phthalonitrile monomer blends and thermosetting phthalonitrile copolymers. Polymer doi:10.1016/j.polymer.2006.11.003
  • ŞEN (2019). The Oxidation of 4-(4-Formylphenoxy) Phthalonitrile to 4-(4-Carboxylphenoxy) Phthalonitrile at Ambient Conditions. Cumhuriyet Science Journal doi:10.17776/csj.435439
  • Sumner dkk. (2004). Synthesis and characterization of vinyl ester networks containing phthalonitrile moieties. Polymer doi:10.1016/j.polymer.2004.04.011

Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.