Langsung ke informasi produk
1 dari 1

TCI

CAS 71989-93-0

2,4,6-Trihydroxybenzoic Acid Monohydrate TCI P0601

2,4,6-Trihydroxybenzoic Acid Monohydrate TCI P0601

Identitas Kimia

No. CAS
71989-93-0
PubChem
CID 66520·SID 87574767
Rumus molekul
C7H6O5
Berat molekul
170.12 g/mol
Kemurnian
>95.0%(T)
Identifier lengkap (IUPAC, SMILES, InChIKey)
IUPAC
2,4,6-trihydroxybenzoic acid
SMILES
C1=C(C=C(C(=C1O)C(=O)O)O)O
InChIKey
IBHWREHFNDMRPR-UHFFFAOYSA-N
Harga reguler Rp 1.087.800,00
Harga reguler Harga obral Rp 1.087.800,00
Obral Habis
Biaya pengiriman dihitung saat checkout.
Berat
Jumlah
Pembayaran hanya melalui request quotation dan dilakukan setelah tim kami menghubungi Anda. Mohon cantumkan nomor WhatsApp aktif untuk konfirmasi pesanan & pembuatan invoice. Estimasi pengiriman 2-4 minggu setelah pembayaran.

Dokumen Keamanan & Mutu

CoA (Certificate of Analysis)

Spesifik per batch produksi — diterbitkan dan dikirim bersama barang sesuai nomor lot yang Anda terima.

Contoh CoA segera tersedia.

💬 Minta CoA via WhatsApp

Lihat detail lengkap

2,4,6-Trihydroxybenzoic Acid Monohydrate dari TCI (kode produk P0601) adalah asam benzoat yang membawa tiga gugus hidroksil pada posisi 2, 4, dan 6, dan disuplai dalam bentuk monohidrat. Senyawa ini juga dikenal sebagai asam floroglusinol karboksilat karena kerangkanya berkaitan erat dengan floroglusinol. Di laboratorium, bahan ini dipakai sebagai building block untuk sintesis senyawa polifenol, sebagai senyawa model dalam riset antioksidan, dan sebagai prekursor untuk berbagai turunan aromatik yang kaya oksigen, termasuk kerangka yang mirip produk alam.

Bahan ini dipilih karena polanya yang simetris: tiga gugus hidroksil fenolik mengapit satu gugus karboksilat, sehingga cincinnya sangat kaya elektron dan reaktif terhadap substitusi elektrofilik. Gugus hidroksil dan karboksilat yang berdekatan juga dapat mengikat ion logam, sehingga senyawa ini menarik untuk studi kompleks koordinasi. Senyawa jenis ini dikenal dapat melepas CO2 (dekarboksilasi) menjadi floroglusinol bila dipanaskan atau dalam kondisi tertentu, perilaku yang penting diperhatikan dalam perencanaan reaksi. Bentuk monohidratnya memudahkan penimbangan, asalkan kandungan air kristal ikut diperhitungkan dalam stoikiometri.

Di laboratorium Indonesia, senyawa ini relevan bagi riset kimia bahan alam, yang banyak meneliti flavonoid dan polifenol dari tumbuhan obat Nusantara, serta bagi laboratorium farmasi dan kimia pangan yang menguji aktivitas antioksidan. Kemasan 5g cocok untuk sintesis eksploratif dan pembuatan senyawa pembanding, sedangkan 25g mendukung optimasi reaksi dan pembuatan turunan dalam jumlah lebih besar.

  • Sintesis polifenol dan analog flavonoid: cincin aromatik yang sangat kaya elektron memudahkan asilasi dan kondensasi, sehingga senyawa ini cocok untuk merakit kerangka mirip produk alam fenolik.
  • Studi aktivitas antioksidan: tiga gugus hidroksil fenolik membuatnya baik sebagai senyawa model untuk mempelajari mekanisme penangkapan radikal dan membandingkan hubungan struktur dengan aktivitas.
  • Kimia koordinasi logam: gugus hidroksil dan karboksilat yang berdekatan dapat mengikat ion logam, sehingga senyawa ini berguna untuk membuat kompleks dan mempelajari sifat pengkelatan.
  • Studi reaksi dekarboksilasi: kecenderungannya melepas CO2 menjadi floroglusinol menjadikannya senyawa model yang menarik untuk mempelajari kinetika dan mekanisme dekarboksilasi asam aromatik.
  • Senyawa pembanding analitik: sebagai asam fenolat yang terdefinisi jelas, bahan ini berguna untuk validasi metode HPLC dan identifikasi komponen fenolik dalam ekstrak tumbuhan atau sampel pangan.

Merek TCI (kode produk P0601)
Nomor CAS 71989-93-0
Rumus molekul —
Kemurnian —
Kategori Chemistry > Building Blocks > Non-Heterocyclic Building Blocks
Ukuran kemasan 5g, 25g
Bentuk fisik padatan (monohidrat); rincian lihat label dan CoA
Penyimpanan wadah tertutup rapat, tempat sejuk dan kering, terlindung dari cahaya dan panas

Simpan bahan ini dalam wadah aslinya yang tertutup rapat, di tempat sejuk, kering, dan terlindung dari cahaya langsung. Hindari panas berlebih karena senyawa ini dapat mengalami dekarboksilasi. Jauhkan dari oksidator kuat dan basa kuat. Saat menimbang, perhitungkan kandungan air kristal agar stoikiometri reaksi tepat. Gunakan sarung tangan, kacamata pelindung, dan jas laboratorium, hindari menghirup debu, dan bekerjalah di area berventilasi baik atau lemari asam. Selalu ikuti SDS dari produsen.

  • Demirtaş dkk. (2011). A third monoclinic polymorph of 3,4,5-trihydroxybenzoic acid monohydrate. Acta Crystallographica Section E Structure Reports Online doi:10.1107/s1600536811018848
  • Tewari dkk. (1996). Thermodynamics of the hydrolysis of 3,4,5-trihydroxybenzoic acid propyl ester ( -propylgallate) to 3,4,5-trihydroxybenzoic acid (gallic acid) and propan-1-ol in aqueous media and in toluene. The Journal of Chemical Thermodynamics doi:10.1006/jcht.1996.0016
  • (2017). Solid-state synthesis and characterization of Cu (II) complexes of 3,4,5-trihydroxybenzoic acid. Ilorin Journal of Science doi:10.54908/iljs.2017.04.01.011

Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.