Langsung ke informasi produk
1 dari 1

TCI

CAS 81-54-9

Purpurin TCI P0605

Purpurin TCI P0605

Identitas Kimia

No. CAS
81-54-9
PubChem
CID 6683·SID 87574770
Rumus molekul
C14H8O5
Berat molekul
256.21 g/mol
Kemurnian
>95.0%(HPLC)
Basis data rujukan
ChEBI·ChemSpider·ECHA·Wikipedia
Identifier lengkap (IUPAC, SMILES, InChIKey)
IUPAC
1,2,4-trihydroxyanthracene-9,10-dione
SMILES
C1=CC=C2C(=C1)C(=O)C3=C(C2=O)C(=C(C=C3O)O)O
InChIKey
BBNQQADTFFCFGB-UHFFFAOYSA-N
Harga reguler Rp 6.333.600,00
Harga reguler Harga obral Rp 6.333.600,00
Obral Habis
Biaya pengiriman dihitung saat checkout.
Berat
Jumlah
Pembayaran hanya melalui request quotation dan dilakukan setelah tim kami menghubungi Anda. Mohon cantumkan nomor WhatsApp aktif untuk konfirmasi pesanan & pembuatan invoice. Estimasi pengiriman 2-4 minggu setelah pembayaran.

Dokumen Keamanan & Mutu

CoA (Certificate of Analysis)

Spesifik per batch produksi — diterbitkan dan dikirim bersama barang sesuai nomor lot yang Anda terima.

Contoh CoA segera tersedia.

💬 Minta CoA via WhatsApp

Lihat detail lengkap

Purpurin dari TCI (kode produk P0605) adalah senyawa antrakuinon terhidroksilasi, yaitu 1,2,4-trihidroksiantrakuinon, yang sejak lama dikenal sebagai salah satu zat warna alami dari akar tanaman madder (Rubia). Di laboratorium modern, purpurin dipakai sebagai pewarna untuk riset dan percobaan, terutama di histologi untuk mendeteksi kalsium, serta sebagai senyawa model dalam studi antrakuinon, fluoresensi, dan kimia zat warna alami. Produk ini ditujukan untuk penelitian dan percobaan, bukan untuk diagnosis klinis.

Purpurin dipilih karena kerangka antrakuinonnya yang membawa beberapa gugus hidroksil menghasilkan warna merah hingga jingga yang kuat dan kemampuan membentuk kompleks dengan ion logam. Kemampuan mengikat kalsium inilah yang membuatnya berguna untuk mewarnai deposit kalsium pada jaringan. Senyawa ini juga berpendar (fluoresen), sehingga bisa dipakai dalam pengamatan mikroskopi fluoresensi dan studi sensor optik. Warnanya dapat berubah mengikuti pH dan keberadaan ion logam, sifat yang dimanfaatkan dalam riset indikator dan kimia analitik.

Di Indonesia, purpurin relevan bagi laboratorium histologi dan patologi eksperimental di fakultas kedokteran dan kedokteran hewan, laboratorium biologi tulang dan gigi, serta kelompok riset pewarna alami yang meneliti pemanfaatan zat warna tumbuhan untuk tekstil tradisional. Kemasan 25g cukup untuk banyak preparasi larutan pewarna dan percobaan berulang, sehingga praktis bagi laboratorium pendidikan maupun riset.

Brosur TCI (PDF)

  • Pewarnaan kalsium pada jaringan: kemampuan purpurin membentuk kompleks dengan ion kalsium membuatnya cocok untuk menandai deposit mineral atau kalsifikasi dalam sediaan histologi eksperimental.
  • Mikroskopi fluoresensi: sifat berpendar yang dimiliki purpurin memungkinkan visualisasi struktur terwarnai dengan mikroskop fluoresensi, sebagai pelengkap pengamatan dengan mikroskop cahaya biasa.
  • Riset zat warna alami: sebagai salah satu komponen pewarna dari akar madder, purpurin murni berguna sebagai pembanding untuk mengidentifikasi dan mengukur pigmen dalam ekstrak tumbuhan atau benda budaya.
  • Studi kompleks logam dan sensor optik: gugus hidroksil dan karbonil antrakuinon mudah mengikat berbagai ion logam, sehingga senyawa ini menarik untuk mengembangkan metode deteksi logam secara kolorimetri.
  • Penelitian bioaktivitas antrakuinon: purpurin sering dipakai sebagai senyawa model dalam studi antioksidan dan aktivitas biologis kelompok antrakuinon hidroksilasi pada tingkat penelitian dasar.

Merek TCI (kode produk P0605)
Nomor CAS 81-54-9
Rumus molekul —
Kemurnian —
Kategori Chemistry > Stains and Dyes (for Research and Experimental Use) > Stains and Dyes (Other) (for Research and Experimental Use)
Ukuran kemasan 25g
Bentuk fisik padatan berwarna merah hingga jingga (rincian lihat label dan CoA)
Penyimpanan wadah tertutup rapat, tempat sejuk dan kering, terlindung dari cahaya

Simpan purpurin dalam wadah aslinya yang tertutup rapat dan terlindung dari cahaya, di tempat sejuk, kering, dan berventilasi baik. Paparan cahaya dan kelembapan yang lama dapat memengaruhi mutu pewarna. Larutan kerja sebaiknya dibuat sesuai kebutuhan dan diberi label tanggal pembuatan. Karena merupakan pewarna kuat, gunakan sarung tangan, jas laboratorium, dan kacamata pelindung agar tidak menodai kulit dan pakaian, dan hindari menghirup debunya. Selalu ikuti SDS dari produsen untuk penanganan dan pembuangan limbah.

  • Lee (2011). Suppression Effect of Purpurin Derivatives on Nitric Oxide Synthase. Journal of the Korean Society for Applied Biological Chemistry doi:10.3839/jksabc.2011.048
  • SREENIVASA REDDY S dkk. (2017). Ex-vivo anti-inflammatory potential of naturally occurring molecules bixin, purpurin and psoralen. International Journal of Pharma and Bio Sciences doi:10.22376/ijpbs.2017.8.4.p77-81
  • Idriss dkk. (2001). An insight into the solution equilibria of magnesium(II) with purpurin and spectrophotometric determination of magnesium. Talanta doi:10.1016/s0039-9140(00)00674-3

Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.