Langsung ke informasi produk
1 dari 1

TCI

CAS 86-93-1

5-Mercapto-1-phenyl-1H-tetrazole TCI P0640

5-Mercapto-1-phenyl-1H-tetrazole TCI P0640

Identitas Kimia

No. CAS
86-93-1
PubChem
CID 690730·SID 87574799
Rumus molekul
C7H6N4S
Berat molekul
178.22 g/mol
Kemurnian
>98.0%(HPLC)(T)
Basis data rujukan
ChEBI·ChemSpider·ECHA
Identifier lengkap (IUPAC, SMILES, InChIKey)
IUPAC
1-phenyl-2H-tetrazole-5-thione
SMILES
C1=CC=C(C=C1)N2C(=S)N=NN2
InChIKey
GGZHVNZHFYCSEV-UHFFFAOYSA-N
Harga reguler Rp 928.200,00
Harga reguler Rp 664.650,00 Harga obral Rp 928.200,00
Obral Habis
Biaya pengiriman dihitung saat checkout.
Berat
Jumlah
Pembayaran hanya melalui request quotation dan dilakukan setelah tim kami menghubungi Anda. Mohon cantumkan nomor WhatsApp aktif untuk konfirmasi pesanan & pembuatan invoice. Estimasi pengiriman 2-4 minggu setelah pembayaran.

Dokumen Keamanan & Mutu

CoA (Certificate of Analysis)

Spesifik per batch produksi — diterbitkan dan dikirim bersama barang sesuai nomor lot yang Anda terima.

Contoh CoA segera tersedia.

💬 Minta CoA via WhatsApp

Lihat detail lengkap

5-Mercapto-1-phenyl-1H-tetrazole dari TCI (kode P0640) adalah senyawa heterosiklik dengan cincin tetrazol yang kaya nitrogen. Cincin ini mengikat gugus fenil pada atom nitrogen posisi 1 dan gugus merkapto (tiol) pada posisi 5. Di laboratorium, senyawa ini berperan sebagai building block heterosiklik serbaguna. Senyawa ini juga dikenal sebagai ligan untuk ion logam, inhibitor korosi tembaga, dan bahan aditif dalam kimia fotografi. Keberadaan atom belerang dan nitrogen sekaligus membuatnya aktif dalam banyak reaksi sintesis maupun pembentukan kompleks.

Peneliti memilih senyawa ini karena gugus tiol atau tionnya, yang berada dalam kesetimbangan tautomer, mudah dialkilasi menjadi tioeter. Turunan tetrazolil sulfon yang dihasilkannya merupakan reagen penting dalam olefinasi Julia-Kocienski. Atom belerang dan nitrogennya mampu berikatan kuat dengan permukaan logam seperti tembaga dan perak. Sifat ini menjelaskan penggunaannya sebagai inhibitor korosi dan agen antikabut pada emulsi fotografi. Cincin tetrazolnya juga stabil secara termal dalam kondisi kerja laboratorium biasa.

Di Indonesia, senyawa ini relevan untuk laboratorium sintesis organik yang menggunakan reaksi olefinasi modern, kelompok riset elektrokimia dan korosi di bidang teknik material, serta laboratorium kimia koordinasi yang mengembangkan kompleks logam baru. Kemasan 25 gram cocok untuk riset eksploratif, sedangkan 100 gram mendukung pembuatan reagen sulfon dalam jumlah lebih besar atau rangkaian uji korosi yang berulang.

  • Olefinasi Julia-Kocienski: alkilasi gugus merkapto lalu oksidasi menghasilkan tetrazolil sulfon, reagen kunci untuk membentuk alkena dengan selektivitas geometri yang baik.
  • Inhibitor korosi tembaga: atom belerang dan nitrogen membentuk lapisan teradsorpsi pada permukaan logam, sehingga senyawa ini cocok untuk riset proteksi korosi elektrokimia.
  • Ligan kimia koordinasi: kemampuan berikatan melalui belerang maupun nitrogen memungkinkan sintesis kompleks logam transisi dengan beragam mode koordinasi.
  • Kimia fotografi dan perak halida: senyawa ini dikenal sebagai agen antikabut karena berinteraksi kuat dengan permukaan perak pada emulsi fotosensitif.
  • Sintesis tioeter heterosiklik: gugus tiolnya mudah bereaksi dengan alkil halida, sehingga berguna untuk memasang cincin tetrazol pada molekul target.

Merek TCI (kode produk P0640)
Nomor CAS 86-93-1
Rumus molekul —
Kemurnian —
Kategori Chemistry > Building Blocks > Heterocyclic Building Blocks
Ukuran kemasan 25g, 100g
Bentuk fisik padatan kristal; rujuk CoA untuk warna dan keterangan rinci
Penyimpanan wadah tertutup rapat, sejuk, kering, terlindung dari cahaya dan jauh dari oksidator

Simpan senyawa ini dalam wadah asli yang tertutup rapat, di tempat sejuk, kering, dan berventilasi baik, terlindung dari cahaya. Jauhkan dari oksidator kuat dan sumber panas, karena senyawa tetrazol kaya nitrogen sebaiknya tidak dipanaskan berlebihan. Gunakan sarung tangan nitril, kacamata pelindung, dan jas laboratorium. Timbang di lemari asam untuk menghindari terhirupnya debu dan bau senyawa belerang. Hindari kontak dengan kulit dan mata. Buang limbahnya sebagai limbah organik mengandung belerang dan nitrogen sesuai petunjuk SDS dan aturan laboratorium.

—