Langsung ke informasi produk
1 dari 1

TCI

CAS 5108-96-3

Ammonium 1-Pyrrolidinecarbodithioate [Reagent for Atomic Absorption Analysis] TCI P0644

Ammonium 1-Pyrrolidinecarbodithioate [Reagent for Atomic Absorption Analysis] TCI P0644

Identitas Kimia

Nama lain
APDC
No. CAS
5108-96-3
PubChem
CID 517348·SID 87574803
Rumus molekul
C5H12N2S2
Berat molekul
164.3 g/mol
Kemurnian
>95.0%(T)
Basis data rujukan
ChEBI·ECHA
Identifier lengkap (IUPAC, SMILES, InChIKey)
IUPAC
azanium pyrrolidine-1-carbodithioate
SMILES
C1CCN(C1)C(=S)[S-].[NH4+]
InChIKey
MDDIUTVUBYEEEM-UHFFFAOYSA-N
Harga reguler Rp 1.298.850,00
Harga reguler Harga obral Rp 1.298.850,00
Obral Habis
Biaya pengiriman dihitung saat checkout.
Berat
Jumlah
Pembayaran hanya melalui request quotation dan dilakukan setelah tim kami menghubungi Anda. Mohon cantumkan nomor WhatsApp aktif untuk konfirmasi pesanan & pembuatan invoice. Estimasi pengiriman 2-4 minggu setelah pembayaran.

Dokumen Keamanan & Mutu

CoA (Certificate of Analysis)

Spesifik per batch produksi — diterbitkan dan dikirim bersama barang sesuai nomor lot yang Anda terima.

Contoh CoA segera tersedia.

💬 Minta CoA via WhatsApp

Lihat detail lengkap

Ammonium 1-Pyrrolidinecarbodithioate dari TCI (kode P0644), yang lebih dikenal sebagai APDC atau amonium pirolidin ditiokarbamat, adalah garam ditiokarbamat. Produk ini disediakan khusus sebagai reagen untuk analisis spektrometri serapan atom (SSA/AAS). Di laboratorium analitik, APDC berperan sebagai agen pengkhelat yang membentuk kompleks netral dengan banyak ion logam berat. Kompleks ini kemudian dapat diekstraksi ke dalam pelarut organik, sehingga logam yang kadarnya sangat rendah dapat dipekatkan dan dipisahkan dari matriks sampel sebelum diukur.

Peneliti memilih APDC karena gugus ditiokarbamatnya mampu mengikat berbagai logam transisi dan logam berat, seperti tembaga, timbal, kadmium, nikel, seng, dan besi, dalam rentang pH yang cukup lebar. Kompleks yang terbentuk bersifat hidrofobik, sehingga mudah diekstraksi ke pelarut seperti metil isobutil keton (MIBK). Prosedur APDC-MIBK sudah lama menjadi metode baku prakonsentrasi logam jejak. Pemisahan ini juga mengurangi gangguan matriks, misalnya kadar garam tinggi pada air laut, sehingga hasil pengukuran AAS lebih akurat.

Di Indonesia, APDC sangat relevan bagi laboratorium lingkungan, laboratorium pengujian air, perikanan, dan pangan, serta laboratorium universitas yang memantau pencemaran logam berat di sungai, air laut, dan sedimen. Kebutuhan pemantauan wilayah pesisir yang luas dan kawasan industri menjadikan teknik prakonsentrasi ini tetap penting. Pilihan kemasan 25 gram dan 250 gram memudahkan penyesuaian antara kebutuhan riset dan pengujian rutin bervolume tinggi.

  • Prakonsentrasi logam jejak untuk AAS: APDC mengkhelat logam berat lalu diekstraksi ke MIBK, sehingga logam berkadar sangat rendah dapat terdeteksi dengan jelas.
  • Analisis logam berat dalam air laut: pemisahan logam dari matriks bergaram tinggi mengurangi gangguan spektral dan non-spektral selama pengukuran serapan atom.
  • Pemantauan kualitas air dan limbah: APDC mendukung penentuan tembaga, timbal, kadmium, dan nikel pada sampel lingkungan sesuai kebutuhan pengujian rutin laboratorium.
  • Ekstraksi fase padat dan kopresipitasi: kompleks logam-ditiokarbamat dapat ditahan pada sorben atau diendapkan, sehingga cocok untuk pengembangan metode prakonsentrasi alternatif.
  • Riset kimia koordinasi: ligan ditiokarbamat bersifat bidentat melalui dua atom belerang, sehingga berguna untuk mensintesis dan mempelajari kompleks logam transisi.

Merek TCI (kode produk P0644)
Nomor CAS 5108-96-3
Rumus molekul —
Kemurnian —
Kategori Chemistry > Synthetic Reagents > Chelation/Complexation Compounds
Ukuran kemasan 25g, 250g
Bentuk fisik padatan serbuk atau kristal; rujuk CoA untuk keterangan rinci
Penyimpanan wadah tertutup rapat, sejuk, kering, dan terlindung dari cahaya; rujuk label untuk suhu anjuran

Simpan APDC dalam wadah asli yang tertutup rapat, di tempat sejuk, kering, dan gelap, karena senyawa ditiokarbamat dapat terurai oleh panas, cahaya, kelembapan, dan suasana asam. Jauhkan dari asam kuat dan oksidator. Larutan APDC sebaiknya dibuat segar sebelum dipakai agar kinerja khelasinya tetap optimal. Gunakan sarung tangan, kacamata pelindung, dan jas laboratorium. Kerjakan di lemari asam, terutama saat ekstraksi dengan pelarut organik seperti MIBK. Buang limbah ekstraksi yang mengandung logam berat secara terpisah sesuai ketentuan limbah B3 dan petunjuk SDS.

—