Langsung ke informasi produk
1 dari 1

TCI

CAS 117-83-9

Phthalic Acid Bis(2-butoxyethyl) Ester TCI P0657

Phthalic Acid Bis(2-butoxyethyl) Ester TCI P0657

Identitas Kimia

No. CAS
117-83-9
PubChem
CID 8345·SID 87574813
Rumus molekul
C20H30O6
Berat molekul
366.4 g/mol
Kemurnian
>85.0%(GC)
Basis data rujukan
ChEBI·ChemSpider·ECHA·Wikipedia
Identifier lengkap (IUPAC, SMILES, InChIKey)
IUPAC
bis(2-butoxyethyl) benzene-1,2-dicarboxylate
SMILES
CCCCOCCOC(=O)C1=CC=CC=C1C(=O)OCCOCCCC
InChIKey
CMCJNODIWQEOAI-UHFFFAOYSA-N
Harga reguler Rp 769.650,00
Harga reguler Harga obral Rp 769.650,00
Obral Habis
Biaya pengiriman dihitung saat checkout.
Berat
Jumlah
Pembayaran hanya melalui request quotation dan dilakukan setelah tim kami menghubungi Anda. Mohon cantumkan nomor WhatsApp aktif untuk konfirmasi pesanan & pembuatan invoice. Estimasi pengiriman 2-4 minggu setelah pembayaran.

Dokumen Keamanan & Mutu

CoA (Certificate of Analysis)

Spesifik per batch produksi — diterbitkan dan dikirim bersama barang sesuai nomor lot yang Anda terima.

Contoh CoA segera tersedia.

💬 Minta CoA via WhatsApp

Lihat detail lengkap

Phthalic Acid Bis(2-butoxyethyl) Ester dari TCI, yang juga dikenal sebagai bis(2-butoksietil) ftalat, adalah diester asam ftalat dengan dua gugus 2-butoksietanol. Senyawa ini termasuk golongan ester ftalat yang secara historis dipakai sebagai pemlastis untuk polimer seperti PVC dan resin lain. Di laboratorium, bahan ini berperan sebagai building block non-heterosiklik, senyawa acuan analitik untuk pengujian ftalat, serta bahan penelitian dalam ilmu polimer. Strukturnya yang mengandung gugus eter pada rantai samping memberikan karakter berbeda dibanding ftalat alkil biasa.

Kehadiran ikatan eter pada rantai butoksietil membuat senyawa ini memiliki polaritas sedikit lebih tinggi dibanding dialkil ftalat sederhana, sehingga memengaruhi kompatibilitasnya dengan matriks polimer dan perilakunya dalam kromatografi. Sifat ini menjadikannya subjek menarik untuk penelitian efektivitas pemlastis dan migrasi aditif dari kemasan. Karena berbagai ester ftalat kini diawasi terkait kekhawatiran kesehatan dan lingkungan, ketersediaan bahan acuan yang terdefinisi dari pemasok reagen sangat penting untuk analisis identifikasi dan kuantifikasi yang dapat dipertanggungjawabkan.

Di Indonesia, bahan ini relevan bagi laboratorium pengujian lingkungan, laboratorium keamanan pangan dan kemasan, serta laboratorium riset polimer di perguruan tinggi dan industri. Analis yang memeriksa kandungan ftalat dalam mainan, kemasan makanan, sampel air, atau sedimen dapat memakainya sebagai standar untuk kalibrasi GC-MS atau LC-MS. Kemasan 25g memadai untuk penyiapan banyak larutan stok standar. Peneliti polimer juga dapat menggunakannya untuk membandingkan sifat pemlastis konvensional dengan alternatif berbasis bahan nabati yang sedang dikembangkan.

  • Standar analisis ftalat: identitas yang terdefinisi menjadikannya senyawa acuan untuk kalibrasi GC-MS atau LC-MS dalam pengujian kandungan ftalat pada produk dan sampel lingkungan.
  • Studi migrasi dari kemasan: senyawa ini dapat dipakai untuk mempelajari perpindahan aditif pemlastis dari material kemasan ke simulan pangan dalam penelitian keamanan pangan.
  • Penelitian pemlastis polimer: sebagai ester ftalat dengan rantai eter, bahan ini berguna untuk mengevaluasi pengaruh struktur pemlastis terhadap fleksibilitas dan sifat termal polimer.
  • Pembanding pemlastis alternatif: peneliti yang mengembangkan pemlastis berbasis nabati dapat menggunakannya sebagai tolok ukur kinerja dan kompatibilitas dengan matriks PVC.
  • Pemantauan lingkungan: dalam studi pencemaran air, tanah, dan sedimen, senyawa ini membantu validasi metode ekstraksi serta penentuan batas deteksi analit ftalat.

Merek TCI (kode produk P0657)
Nomor CAS 117-83-9
Rumus molekul —
Kemurnian —
Kategori Chemistry > Building Blocks > Non-Heterocyclic Building Blocks
Ukuran kemasan 25g
Bentuk fisik cairan
Penyimpanan simpan tertutup rapat di tempat sejuk, kering, dan berventilasi baik, terlindung dari cahaya

Simpan bahan dalam botol kaca asli yang tertutup rapat di tempat sejuk dan berventilasi baik, jauh dari oksidator kuat, asam kuat, dan basa kuat. Karena beberapa ester ftalat diawasi terkait potensi dampak kesehatan, tangani dengan hati-hati: gunakan sarung tangan nitril, jas laboratorium, dan kacamata pelindung, serta bekerja di lemari asam. Untuk analisis ftalat tingkat runutan, hindari peralatan plastik yang dapat menjadi sumber kontaminasi dan gunakan peralatan kaca bersih. Buang limbah sesuai ketentuan bahan berbahaya dan rujuk SDS.

  • Satyan dkk. (1995). Phthalic Acid Bis-Ester and Other Phytoconstituents ofPhyllanthus urinaria. Planta Medica doi:10.1055/s-2006-958083
  • Zhu dkk. (2003). A new synthetic route of 4,4′-hexafluoroisopropylidene-2,2-bis-(phthalic acid anhydride) and characterization of 4,4′-hexafluoroisopropylidene-2,2-bis-(phthalic acid anhydride)-containing polyimides. Journal of Fluorine Chemistry doi:10.1016/s0022-1139(03)00142-8
  • (2016). Studies on Methacrylic Acid Modified Poly(ester amide) Derived from Phthalic Acid and Fatty Amide Diol of Melia Azedarch Seed Oil. Chemical Science Transactions doi:10.7598/cst2016.1279

Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.