Polyethylene Glycol Monooleyl Ether (PEGO) dengan nomor CAS 9004-98-2 adalah bahan kimia yang digunakan dalam berbagai aplikasi laboratorium terkait kimia polimer dan material. Bahan ini merupakan surfaktan non-ionik yang memiliki kemampuan untuk meningkatkan kelarutan dan stabilitas campuran dalam berbagai sistem. Dalam laboratorium, PEGO sering digunakan sebagai pelarut, emulsifier, atau bahan tambahan untuk memodifikasi sifat polimer.
PEGO memiliki struktur molekuler yang terdiri dari rantai polietilen glikol yang terikat pada ujung asam oleat. Struktur ini memberikan sifat hidrofilik dan hidrofobik yang seimbang, sehingga membuatnya sangat efektif dalam memfasilitasi interaksi antara fase polar dan non-polar. Sifat ini menjadikannya pilihan ideal untuk berbagai reaksi kimia dan formulasi produk.
Di Indonesia, PEGO digunakan secara luas dalam penelitian material, farmasi, dan industri kosmetik. Bahan ini sering diaplikasikan dalam pengembangan produk perawatan kulit, formulasi obat, serta penelitian polimer. Karena sifatnya yang stabil dan tidak beracun, PEGO juga cocok untuk penggunaan dalam lingkungan laboratorium yang memprioritaskan keselamatan dan kebersihan.
Produk TCI terkait
- TCI P3064 9005-00-9 Polyethylene Glycol Monostearyl Ether (n=approx. 20)
- TCI P2885 9005-08-7 Polyethylene Glycol Distearate (n=approx. 10)
- TCI P0873 9002-93-1 Polyethylene Glycol Mono-4-octylphenyl Ether (n=approx. 10)
- TCI P0872 9004-81-3 Polyethylene Glycol Monolaurate (n=approx. 10)
- TCI P0841 9004-95-9 Polyethylene Glycol Monocetyl Ether (n=approx. 23)
- TCI P0723 9004-99-3 Polyethylene Glycol Monostearate (n=approx. 55) (palmitate and stearate mixture)
- PEGO digunakan dalam formulasi produk kosmetik untuk meningkatkan keterlarutan dan stabilitas bahan aktif.
- Bahan ini cocok untuk penelitian polimer karena kemampuannya dalam memodifikasi sifat permukaan dan viskositas.
- PEGO sering dipakai dalam proses emulsifikasi untuk menciptakan campuran yang stabil dan homogen.
- Bahan ini digunakan dalam pembuatan pelarut khusus untuk reaksi kimia yang membutuhkan sifat non-ionik.
- PEGO juga diterapkan dalam pengujian sifat permukaan dan interaksi molekuler dalam penelitian material.
| Merek | TCI |
|---|---|
| Nomor CAS | 9004-98-2 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Materials Science > Polymer/Macromolecule Reagents > Polymer Additives |
| Ukuran kemasan | 25g, 500g |
| Bentuk fisik | Padat berbentuk serbuk |
| Penyimpanan | Simpan dalam wadah tertutup rapat di tempat sejuk dan kering |
PEGO harus disimpan dalam wadah tertutup rapat di tempat sejuk dan kering, menjauh dari paparan sinar matahari langsung dan sumber panas. Karena sifatnya yang tidak beracun, bahan ini relatif aman dalam penanganan, tetapi tetap perlu dihindari kontak langsung dengan kulit dan mata. Selama penyimpanan, pastikan wadah tidak terbuka dan tidak terkontaminasi oleh bahan lain. Dalam laboratorium, penggunaan PEGO harus diikuti protokol keselamatan standar untuk memastikan lingkungan kerja tetap aman dan terkontrol.
- Khoiroh dkk. (2015). Vapor–liquid equilibrium of polyethylene glycol monooleyl ether with 2-butanol, tert-butanol, or 1-pentanol. Fluid Phase Equilibria doi:10.1016/j.fluid.2015.06.035
- Yamamoto dkk. (2017). Protein refolding is improved by adding nonionic polyethylene glycol monooleyl ethers with various polyethylene glycol lengths. Biotechnology Journal doi:10.1002/biot.201600689
- Barman dkk. (2009). Identification and quantification of polyethylene glycol types in polyethylene glycol methyl ether and polyethylene glycol vinyl ether. Journal of Chromatography A doi:10.1016/j.chroma.2009.08.024
Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.

