L-O-Phosphoserine adalah senyawa kimia yang digunakan dalam berbagai eksperimen biokimia dan penelitian ilmiah. Sebagai salah satu asam amino fosfat, senyawa ini memiliki peran penting dalam studi metabolisme protein dan regulasi enzim. Dalam laboratorium, bahan ini sering digunakan sebagai substrat atau komponen dalam reaksi kimia yang memerlukan aktivasi fosfat. Karena sifat kimianya yang unik, L-O-Phosphoserine menjadi bahan penting dalam penelitian terkait biologi molekuler dan farmakologi.
L-O-Phosphoserine memiliki struktur kimia yang stabil dan reaktivitas yang dapat dikontrol. Senyawa ini biasanya tersedia dalam bentuk padat kristal dan dapat larut dalam pelarut organik seperti etanol atau aseton. Keunggulan utamanya adalah kemampuannya untuk berpartisipasi dalam reaksi fosforilasi, yang merupakan proses penting dalam metabolisme sel. Sifat ini membuatnya menjadi pilihan utama dalam penelitian yang memerlukan interaksi kimia kompleks.
Di lingkungan laboratorium Indonesia, L-O-Phosphoserine digunakan secara luas dalam penelitian biokimia, terutama di institusi pendidikan tinggi dan lembaga penelitian. Bahan ini sering diaplikasikan dalam eksperimen yang melibatkan sintesis senyawa organik, studi enzim, serta pengembangan produk farmasi. Ketersediaannya dalam berbagai varian kemasan membuatnya mudah diakses dan digunakan oleh peneliti lokal.
- Penelitian metabolisme protein untuk memahami mekanisme aktivasi enzim
- Sintesis senyawa organik dalam reaksi fosforilasi yang memerlukan substrat fosfat
- Eksperimen biokimia untuk menguji efek fosfat pada aktivitas protein
- Pengembangan produk farmasi yang memanfaatkan sifat kimia L-O-Phosphoserine
- Studi tentang regulasi sel dalam proses pertumbuhan dan diferensiasi
| Merek | TCI |
|---|---|
| Nomor CAS | 407-41-0 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Life Science > Biochemicals and Reagents > Amino Acids |
| Ukuran kemasan | 5g, 25g |
| Bentuk fisik | Padat kristal |
| Penyimpanan | Simpan dalam wadah tertutup rapat di tempat sejuk dan kering |
L-O-Phosphoserine harus disimpan dalam wadah tertutup rapat untuk mencegah kontaminasi dan penguapan. Simpan di tempat sejuk dan kering, jauh dari paparan sinar matahari langsung dan sumber panas. Saat mengambil dan menangani bahan ini, pastikan untuk menggunakan alat pelindung diri seperti sarung tangan dan masker. Hindari kontak langsung dengan kulit dan mata, serta jangan menghirup uapnya.
- Lin dkk. (1997). Determination of the association constant for slow phosphoserine‐anti‐phosphoserine interaction kinetics by capillary zone electrophoresis. ELECTROPHORESIS doi:10.1002/elps.1150181127
- De Noni dkk. (1997). About presence of free phosphoserine in ripened cheese and in enzymatic hydrolysate of casein. Food / Nahrung doi:10.1002/food.19970410504
- Tejero dkk. (2009). Glucuronic acid and phosphoserine act as mineralization mediators of collagen I based biomimetic substrates. Journal of Materials Science: Materials in Medicine doi:10.1007/s10856-009-3879-x
Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.
