Poly(vinyl Alcohol) atau PVA adalah polimer sintetis yang digunakan secara luas dalam berbagai bidang ilmu pengetahuan, terutama dalam bidang kimia dan ilmu material. Bahan ini memiliki struktur molekuler yang teratur dan memiliki sifat fisik yang sangat menarik, seperti daya tahan terhadap air, kekuatan mekanik, dan kemampuan untuk membentuk film atau gel. Dalam laboratorium, PVA sering digunakan sebagai bahan dasar untuk pembuatan film, pelapis, atau bahan penyerap air.
Poly(vinyl Alcohol) memiliki tingkat saponifikasi sekitar 80 mol%, yang berarti sebagian besar rantai polimer telah bereaksi dengan hidroksida natrium, menghasilkan gugus hidroksil yang aktif. Sifat ini membuat PVA sangat reaktif dan mudah dikombinasikan dengan berbagai bahan kimia lainnya. Karena sifatnya yang dapat dimodifikasi, PVA sangat fleksibel dalam aplikasi laboratorium, baik untuk penelitian kimia, teknik, maupun ilmu lingkungan.
Dalam konteks laboratorium Indonesia, PVA sering digunakan dalam penelitian tentang bahan komposit, pembuatan bahan biodegradable, serta dalam pengembangan produk ramah lingkungan. Bahan ini juga menjadi pilihan utama dalam penelitian kimia dan ilmu material di berbagai institusi pendidikan tinggi dan lembaga penelitian di Indonesia.
- Pembuatan film biodegradable untuk penelitian lingkungan
- Pengembangan bahan penyerap air dalam teknologi penyimpanan
- Penelitian tentang sifat mekanik polimer dalam ilmu material
- Pembuatan pelapis pelindung untuk bahan kimia sensitif
- Penggunaan dalam sintesis bahan komposit dengan bahan lain
| Merek | TCI |
|---|---|
| Nomor CAS | 9002-89-5 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Polymers |
| Ukuran kemasan | 25g, 500g |
| Bentuk fisik | Padat, berbentuk serbuk |
| Penyimpanan | Simpan dalam wadah tertutup, jauh dari paparan udara dan kelembapan |
PVA harus disimpan dalam wadah tertutup yang kedap udara dan jauh dari sumber panas serta kelembapan tinggi. Karena sifatnya yang mudah bereaksi dengan air, wadah harus dilengkapi dengan penutup yang rapat untuk mencegah penyerapan kelembapan. Dalam penggunaan, pastikan untuk menggunakan alat pelindung diri seperti sarung tangan dan masker, terutama saat mengolah bahan dalam jumlah besar. Selalu pastikan area kerja bersih dan terkontrol untuk mencegah kontaminasi atau reaksi tidak terduga.
- Dai dkk. (2003). Effect of degree of saponification on structural and property change of poly(Vinyl alcohol) fibers. Polymers for Advanced Technologies doi:10.1002/pat.351
- Mamada dkk. (2011). Friction Properties of Poly(vinyl alcohol) Hydrogel: Effects of Degree of Polymerization and Saponification Value. Tribology Letters doi:10.1007/s11249-011-9768-8
- Lyoo dkk. (1996). Structure and properties of microfibrillar poly(vinyl alcohol) fibres prepared by saponification under shearing force of poly(vinyl pivalate). Polymer doi:10.1016/0032-3861(96)89414-6
Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.