Pentachloroaniline (PCA), dengan nomor CAS 527-20-8, adalah senyawa kimia yang digunakan secara luas dalam berbagai reaksi kimia dan sintesis molekul kompleks. Bahan ini termasuk dalam kategori senyawa pembangun (building blocks) yang sangat penting dalam laboratorium kimia. PCA memiliki struktur dasar anilina dengan lima klorin yang diperiksa pada atom karbon tertentu, memberikan sifat reaktif dan kestabilan tertentu. Dalam laboratorium, senyawa ini sering digunakan sebagai bahan baku untuk sintesis senyawa heterosiklik, obat, dan bahan kimia industri.
Pentachloroaniline memiliki sifat kimia yang sangat reaktif, terutama terhadap reaksi substitusi dan reaksi elektrofilik. Karena memiliki banyak klorin, senyawa ini memiliki kestabilan yang cukup tinggi dalam kondisi tertentu, namun tetap memerlukan penanganan yang hati-hati. Karena sifatnya yang reaktif dan kemampuannya untuk berpartisipasi dalam berbagai jenis reaksi kimia, PCA menjadi pilihan utama dalam banyak eksperimen laboratorium.
Di laboratorium Indonesia, Pentachloroaniline digunakan dalam berbagai penelitian kimia, termasuk sintesis senyawa organik, pengembangan obat, dan studi reaktivitas senyawa aromatik. Karena ketersediaannya dan kegunaannya yang luas, senyawa ini sering dipilih oleh peneliti dan mahasiswa yang membutuhkan bahan baku kimia berkualitas tinggi.
- Sintesis senyawa heterosiklik untuk pengembangan obat dan bahan kimia farmasi
- Reaksi substitusi elektrofilik dalam sintesis senyawa aromatik kompleks
- Pengujian reaktivitas senyawa halogenasi dalam kimia organik
- Pembuatan bahan baku untuk industri cat dan bahan kimia industri
- Penelitian tentang efek substitusi klorin pada struktur molekul aromatik
| Merek | TCI |
|---|---|
| Nomor CAS | 527-20-8 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Chemistry > Building Blocks > Non-Heterocyclic Building Blocks |
| Ukuran kemasan | 1g, 5g |
| Bentuk fisik | Padat berwarna putih atau kuning kecokelat |
| Penyimpanan | Simpan dalam wadah tertutup rapat, jauh dari cahaya dan kelembapan |
Pentachloroaniline harus disimpan dalam wadah tertutup rapat, jauh dari sumber panas, cahaya, dan kelembapan. Wadah yang sesuai adalah wadah kaca atau plastik yang tahan terhadap reaksi kimia. Bahan ini bersifat beracun dan iritatif, sehingga harus ditangani dengan sarung tangan dan masker. Di laboratorium, penting untuk menghindari kontak langsung dengan kulit dan mata, serta memastikan ventilasi yang baik saat penggunaan.
- Ismail dkk. (2009). Influence of sulfate reduction on the microbial dechlorination of pentachloroaniline in a mixed anaerobic culture. Biodegradation doi:10.1007/s10532-009-9280-0
- Hong dkk. (2013). Influence of quaternary ammonium compounds on the microbial reductive dechlorination of pentachloroaniline. Water Research doi:10.1016/j.watres.2013.09.014
- Okutman Tas dkk. (2006). Kinetics of the Microbial Reductive Dechlorination of Pentachloroaniline. Environmental Science & Technology doi:10.1021/es052103t
Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.
