Potassium Hexafluorophosphate dari TCI (kode P1023) adalah garam anorganik yang tersusun dari kation kalium dan anion heksafluorofosfat (PF6−). Di laboratorium, KPF6 terutama dipakai sebagai sumber anion PF6− yang praktis. Anion ini bersifat lemah dalam berkoordinasi, sehingga sering dipakai untuk mengendapkan atau mengisolasi kompleks logam kationik, membuat cairan ionik, dan menyiapkan garam organik untuk keperluan elektrokimia maupun katalisis.
KPF6 dipilih karena anion PF6− berukuran besar, bermuatan tunggal, dan hampir tidak berinteraksi dengan pusat logam. Akibatnya, sifat asli kation di dalam larutan tetap terjaga. Garam PF6− dari kation organik atau kompleks logam umumnya lebih mudah mengkristal dan lebih larut dalam pelarut organik dibanding garam halidanya. Sifat ini sangat membantu pemurnian melalui pertukaran anion (metatesis). Dalam riset baterai, garam heksafluorofosfat juga banyak diteliti sebagai garam elektrolit, termasuk untuk sistem baterai ion-kalium.
Di Indonesia, KPF6 bermanfaat bagi laboratorium kimia anorganik dan koordinasi, elektrokimia, serta material energi di perguruan tinggi dan lembaga riset. Kegunaannya mencakup sintesis kompleks rutenium atau iridium untuk fotokatalisis, pembuatan cairan ionik, hingga studi elektrolit baterai generasi baru. Pilihan kemasan 25g, 100g, dan 500g memungkinkan pemakaian yang fleksibel, dari kebutuhan riset kecil sampai pemakaian rutin di laboratorium yang lebih besar.
- Metatesis anion pada kompleks logam: menukar anion halida dengan PF6− sehingga kompleks kationik mudah diendapkan, dikristalkan, dan dimurnikan dari larutan berair.
- Sintesis cairan ionik: menjadi sumber anion PF6− untuk mengubah garam halida imidazolium atau piridinium menjadi cairan ionik yang lebih hidrofobik.
- Penyiapan fotokatalis kompleks logam: banyak dipakai untuk mengisolasi kompleks rutenium dan iridium kationik sebagai garam PF6− yang larut dalam pelarut organik.
- Riset elektrolit baterai ion-kalium: diteliti sebagai garam penghantar ion kalium dalam pelarut organik untuk mengembangkan sistem penyimpanan energi alternatif selain litium.
- Elektrolit pendukung elektrokimia: anion yang lemah berkoordinasi membantu menyediakan konduktivitas tanpa mengganggu proses redoks analit dalam studi voltametri tertentu.
| Merek | TCI (kode produk P1023) |
|---|---|
| Nomor CAS | 17084-13-8 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Chemistry > Catalysis and Inorganic Chemistry > Main-group Elements [Catalysis and Inorganic Chemistry] |
| Ukuran kemasan | 25g, 100g, 500g |
| Bentuk fisik | padatan (serbuk atau kristal) |
| Penyimpanan | simpan rapat dan kering; hindari kontak dengan asam dan kelembapan |
Simpan Potassium Hexafluorophosphate di dalam wadah asli yang tertutup rapat, di tempat sejuk dan kering, sebaiknya di dalam desikator, dan jauh dari asam kuat. Anion PF6− bisa terurai dan melepaskan senyawa fluorida berbahaya, termasuk hidrogen fluorida, jika terpapar asam kuat atau panas tinggi dengan adanya air. Tangani dengan sarung tangan, kacamata pelindung, dan jas laboratorium, serta hindari menghirup debunya. Untuk riset baterai, gunakan glovebox agar kadar air tetap rendah.
- Burkmann dkk. (2023). Heat capacity of sodium and potassium hexafluorophosphate. Zeitschrift für Naturforschung B doi:10.1515/znb-2023-0084
- Florczak dkk. (2023). The Influence of Potassium Hexafluorophosphate on the Morphology and Anticorrosive Properties of Conversion Coatings Formed on the AM50 Magnesium Alloy by Plasma Electrolytic Oxidation. Materials doi:10.3390/ma16247573
- Dapporto dkk. (1996). Crystal structures of complexes of ammonium and potassium hexafluorophosphate with dibenzo-18-crown-6. Molecular mechanics studies on the uncomplexed macrocycle. Inorganica Chimica Acta doi:10.1016/s0020-1693(96)05407-2
Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.
