3-Phenoxypropyl Bromide dari TCI (kode P1027) adalah alkil bromida primer yang membawa gugus fenoksi pada ujung rantai propil. Senyawa ini dikenal juga sebagai (3-bromopropoksi)benzena. Di laboratorium sintesis, ia berfungsi sebagai agen alkilasi untuk memasang rantai 3-fenoksipropil pada atom nitrogen, oksigen, sulfur, atau karbon. Motif aril eter yang dihubungkan melalui rantai tiga karbon ini sering dijumpai dalam desain senyawa bioaktif dan ligan.
Bahan ini dipilih karena atom brom pada karbon primer merupakan gugus pergi yang baik untuk reaksi substitusi nukleofilik SN2, dengan hambatan sterik yang minimal. Reaksinya dengan amina, fenoksida, tiolat, atau karbanion umumnya berjalan lancar dalam kondisi basa ringan. Gugus fenoksi bersifat cukup stabil dan tidak mudah terganggu selama reaksi alkilasi. Rantai propil memberi jarak yang fleksibel antara cincin aromatik dan pusat reaksi, yang penting saat mengatur konformasi dan sifat fisikokimia molekul target.
Di Indonesia, 3-Phenoxypropyl Bromide bermanfaat bagi laboratorium kimia medisinal, sintesis organik, dan riset material yang membutuhkan linker aril eter. Contohnya adalah pembuatan turunan amina tersier, garam amonium kuaterner, atau monomer fungsional. Kemasan 25g cocok untuk riset eksploratif dan pembuatan pustaka senyawa skala kecil, sedangkan kemasan 250g mendukung kebutuhan intermediat dalam jumlah lebih besar untuk proyek sintesis jangka panjang.
- N-alkilasi amina: memasang rantai 3-fenoksipropil pada amina primer atau sekunder untuk menghasilkan turunan yang banyak dieksplorasi dalam studi hubungan struktur dan aktivitas.
- Sintesis eter melalui reaksi Williamson: bereaksi dengan fenoksida atau alkoksida untuk membentuk dieter dengan linker propil yang fleksibel di antara dua gugus.
- Pembuatan garam amonium atau fosfonium kuaterner: alkilasi amina tersier atau fosfina menghasilkan garam yang berguna untuk riset katalis transfer fase dan cairan ionik.
- Alkilasi karbanion dan pembentukan ikatan C–C: berperan sebagai elektrofil untuk enolat, malonat, atau reagen organologam sehingga rantai karbon bisa diperpanjang secara terarah.
- Pembuatan reagen Grignard atau turunan fungsional lain: bromida primernya dapat diubah menjadi organomagnesium, azida, atau tiol untuk membuka jalur sintesis lanjutan.
| Merek | TCI (kode produk P1027) |
|---|---|
| Nomor CAS | 588-63-6 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Chemistry > Building Blocks > Non-Heterocyclic Building Blocks |
| Ukuran kemasan | 25g, 250g |
| Bentuk fisik | mengacu pada label dan CoA produk |
| Penyimpanan | simpan rapat di tempat sejuk, kering, dan terlindung dari cahaya; jauhkan dari basa kuat dan oksidator |
Simpan 3-Phenoxypropyl Bromide di dalam wadah asli yang tertutup rapat, di tempat sejuk, kering, gelap, dan berventilasi baik, jauh dari basa kuat, nukleofil kuat, oksidator, dan sumber panas. Sebagai agen alkilasi, alkil bromida bisa mengiritasi kulit, mata, dan saluran napas. Karena itu, tangani selalu di dalam lemari asam dengan sarung tangan nitril, kacamata pelindung, dan jas laboratorium. Kumpulkan limbah di wadah limbah organik terhalogenasi dan baca SDS sebelum digunakan.
—

