Langsung ke informasi produk
1 dari 1

TCI

CAS 588-63-6

3-Phenoxypropyl Bromide TCI P1027

3-Phenoxypropyl Bromide TCI P1027

Identitas Kimia

No. CAS
588-63-6
PubChem
CID 68522·SID 87575139
Rumus molekul
C9H11BrO
Berat molekul
215.09 g/mol
Kemurnian
>95.0%(GC)
Basis data rujukan
ECHA
Identifier lengkap (IUPAC, SMILES, InChIKey)
IUPAC
3-bromopropoxybenzene
SMILES
C1=CC=C(C=C1)OCCCBr
InChIKey
NIDWUZTTXGJFNN-UHFFFAOYSA-N
Harga reguler Rp 1.908.900,00
Harga reguler Harga obral Rp 1.908.900,00
Obral Habis
Biaya pengiriman dihitung saat checkout.
Berat
Jumlah
Pembayaran hanya melalui request quotation dan dilakukan setelah tim kami menghubungi Anda. Mohon cantumkan nomor WhatsApp aktif untuk konfirmasi pesanan & pembuatan invoice. Estimasi pengiriman 2-4 minggu setelah pembayaran.

Dokumen Keamanan & Mutu

CoA (Certificate of Analysis)

Spesifik per batch produksi — diterbitkan dan dikirim bersama barang sesuai nomor lot yang Anda terima.

Contoh CoA segera tersedia.

💬 Minta CoA via WhatsApp

Lihat detail lengkap

3-Phenoxypropyl Bromide dari TCI (kode P1027) adalah alkil bromida primer yang membawa gugus fenoksi pada ujung rantai propil. Senyawa ini dikenal juga sebagai (3-bromopropoksi)benzena. Di laboratorium sintesis, ia berfungsi sebagai agen alkilasi untuk memasang rantai 3-fenoksipropil pada atom nitrogen, oksigen, sulfur, atau karbon. Motif aril eter yang dihubungkan melalui rantai tiga karbon ini sering dijumpai dalam desain senyawa bioaktif dan ligan.

Bahan ini dipilih karena atom brom pada karbon primer merupakan gugus pergi yang baik untuk reaksi substitusi nukleofilik SN2, dengan hambatan sterik yang minimal. Reaksinya dengan amina, fenoksida, tiolat, atau karbanion umumnya berjalan lancar dalam kondisi basa ringan. Gugus fenoksi bersifat cukup stabil dan tidak mudah terganggu selama reaksi alkilasi. Rantai propil memberi jarak yang fleksibel antara cincin aromatik dan pusat reaksi, yang penting saat mengatur konformasi dan sifat fisikokimia molekul target.

Di Indonesia, 3-Phenoxypropyl Bromide bermanfaat bagi laboratorium kimia medisinal, sintesis organik, dan riset material yang membutuhkan linker aril eter. Contohnya adalah pembuatan turunan amina tersier, garam amonium kuaterner, atau monomer fungsional. Kemasan 25g cocok untuk riset eksploratif dan pembuatan pustaka senyawa skala kecil, sedangkan kemasan 250g mendukung kebutuhan intermediat dalam jumlah lebih besar untuk proyek sintesis jangka panjang.

  • N-alkilasi amina: memasang rantai 3-fenoksipropil pada amina primer atau sekunder untuk menghasilkan turunan yang banyak dieksplorasi dalam studi hubungan struktur dan aktivitas.
  • Sintesis eter melalui reaksi Williamson: bereaksi dengan fenoksida atau alkoksida untuk membentuk dieter dengan linker propil yang fleksibel di antara dua gugus.
  • Pembuatan garam amonium atau fosfonium kuaterner: alkilasi amina tersier atau fosfina menghasilkan garam yang berguna untuk riset katalis transfer fase dan cairan ionik.
  • Alkilasi karbanion dan pembentukan ikatan C–C: berperan sebagai elektrofil untuk enolat, malonat, atau reagen organologam sehingga rantai karbon bisa diperpanjang secara terarah.
  • Pembuatan reagen Grignard atau turunan fungsional lain: bromida primernya dapat diubah menjadi organomagnesium, azida, atau tiol untuk membuka jalur sintesis lanjutan.

Merek TCI (kode produk P1027)
Nomor CAS 588-63-6
Rumus molekul —
Kemurnian —
Kategori Chemistry > Building Blocks > Non-Heterocyclic Building Blocks
Ukuran kemasan 25g, 250g
Bentuk fisik mengacu pada label dan CoA produk
Penyimpanan simpan rapat di tempat sejuk, kering, dan terlindung dari cahaya; jauhkan dari basa kuat dan oksidator

Simpan 3-Phenoxypropyl Bromide di dalam wadah asli yang tertutup rapat, di tempat sejuk, kering, gelap, dan berventilasi baik, jauh dari basa kuat, nukleofil kuat, oksidator, dan sumber panas. Sebagai agen alkilasi, alkil bromida bisa mengiritasi kulit, mata, dan saluran napas. Karena itu, tangani selalu di dalam lemari asam dengan sarung tangan nitril, kacamata pelindung, dan jas laboratorium. Kumpulkan limbah di wadah limbah organik terhalogenasi dan baca SDS sebelum digunakan.

—