Ethyl 4,4,5,5,5-Pentafluoro-3-oxovalerate dari TCI adalah senyawa β-ketoester berfluor yang membawa gugus pentafluoroetil (C2F5) di sebelah gugus karbonil keton. Di laboratorium sintesis organik, bahan ini dipakai sebagai building block untuk memasukkan gugus perfluoroalkil ke dalam molekul target. Peranannya penting dalam pembuatan senyawa heterosiklik berfluor seperti pirazol, pirimidin, dan isoksazol, yang banyak diteliti di bidang kimia medisinal, agrokimia, dan ilmu material. Karena gugusnya sudah lengkap dalam satu molekul, peneliti bisa memperoleh struktur berfluor tanpa harus melakukan fluorinasi langsung yang sulit dan berisiko.
Bahan ini dipilih karena memadukan dua sifat yang berguna sekaligus. Pertama, rangka β-ketoester memiliki karbon metilen aktif di antara dua gugus karbonil, sehingga mudah dideprotonasi dan bisa ikut dalam reaksi kondensasi, alkilasi, serta siklisasi dengan hidrazin, amidin, atau hidroksilamin. Kedua, gugus pentafluoroetil bersifat sangat elektronegatif dan lipofilik, sehingga dapat mengubah keasaman, kestabilan metabolik, dan kelarutan produk akhir. Gabungan reaktivitas ini dan pengaruh fluor membuatnya menarik bagi peneliti yang ingin menyelidiki hubungan struktur dan aktivitas pada senyawa bioaktif.
Di Indonesia, bahan ini cocok untuk laboratorium kimia organik di perguruan tinggi, lembaga riset, dan unit R&D industri farmasi maupun agrokimia yang sedang mengembangkan senyawa analog berfluor. Kemasan 5g cukup untuk skala eksplorasi, optimasi kondisi reaksi, dan sintesis seri senyawa untuk tugas akhir, tesis, atau penelitian hibah. Tim AMI Scientific dapat membantu menyediakan bahan TCI ini sehingga kebutuhan reagen khusus berfluor tidak perlu dicari sendiri dari luar negeri.
Brosur TCI (PDF)
- Fluorous Chemistry 2025-01-21 · hal. 7
- Fluorination Reagents, Fluorinated Building Blocks 2026-03-18 · hal. 54
Produk TCI terkait
- Sintesis pirazol berfluor: β-ketoester ini bereaksi dengan hidrazin atau turunannya membentuk cincin pirazol yang membawa gugus pentafluoroetil, struktur yang sering diteliti untuk kandidat obat dan pestisida.
- Pembuatan pirimidin tersubstitusi: kondensasi dengan amidin, urea, atau guanidin menghasilkan pirimidin berfluor sehingga bahan ini berguna untuk membangun pustaka senyawa heterosiklik dalam penelitian kimia medisinal.
- Studi hubungan struktur–aktivitas: gugus C2F5 dapat dibandingkan dengan gugus CF3 atau alkil biasa, sehingga peneliti bisa menilai pengaruh panjang rantai fluor terhadap lipofilisitas dan aktivitas biologis senyawa.
- Reaksi alkilasi dan kondensasi Knoevenagel: karbon metilen aktif di antara dua karbonil mudah dideprotonasi sehingga dapat digunakan untuk membentuk ikatan karbon–karbon baru pada kerangka molekul berfluor.
- Pengembangan ligan dan material berfluor: turunan β-diketon dan heterosiklik dari bahan ini dapat dijadikan ligan logam atau komponen material yang memerlukan sifat hidrofobik dan kestabilan kimia dari gugus fluor.
| Merek | TCI (kode produk P1062) |
|---|---|
| Nomor CAS | 663-35-4 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Chemistry > Building Blocks > Fluorinated Building Blocks |
| Ukuran kemasan | 5g |
| Bentuk fisik | cairan; detail mengikuti label dan Certificate of Analysis dari TCI |
| Penyimpanan | wadah tertutup rapat, di tempat sejuk, kering, dan berventilasi baik sesuai rekomendasi pada label |
Simpan bahan dalam botol aslinya dengan tutup tertutup rapat, di tempat sejuk dan kering, jauh dari panas, api terbuka, dan bahan pengoksidasi kuat. Karena mengandung gugus ester, hindari kontak lama dengan kelembapan dan basa yang dapat memicu hidrolisis. Tangani di dalam lemari asam dengan sarung tangan nitril, kacamata pengaman, dan jas laboratorium. Gunakan pipet atau syringe bersih saat mengambil cairan, tutup kembali segera setelah dipakai, dan selalu baca Safety Data Sheet (SDS) sebelum bekerja.
—


