2-Propoxybenzoic Acid (2-POBA) adalah senyawa kimia yang digunakan dalam berbagai reaksi sintesis organik, terutama sebagai bahan baku dalam pembuatan senyawa aromatik dan senyawa derivatif. Bahan ini sering ditemukan dalam laboratorium kimia dan industri farmasi, karena kemampuannya untuk berpartisipasi dalam reaksi substitusi dan reaksi esterifikasi. Sebagai salah satu senyawa pembangun (building block) dalam kimia organik, 2-POBA memiliki peran penting dalam pengembangan senyawa baru yang memiliki aplikasi dalam bidang medis, farmasi, dan material.
Karakteristik utama dari 2-Propoxybenzoic Acid adalah struktur molekulnya yang stabil dan reaktivitas yang cukup tinggi, sehingga memungkinkan reaksi kimia berbagai jenis. Senyawa ini juga memiliki kelarutan yang baik dalam pelarut organik seperti etil asetat dan etanol, sehingga memudahkan proses pencampuran dan sintesis. Karena sifat tersebut, 2-POBA sering dipilih sebagai bahan baku dalam reaksi kimia yang membutuhkan kestabilan dan reaktivitas yang terkendali.
Dalam konteks laboratorium di Indonesia, 2-Propoxybenzoic Acid digunakan secara luas dalam penelitian kimia organik, baik di perguruan tinggi maupun institusi riset. Bahan ini menjadi pilihan utama karena ketersediaannya, harga yang kompetitif, dan kemudahan penggunaannya. Dengan demikian, senyawa ini sangat relevan untuk keperluan penelitian dan pengembangan senyawa baru di Indonesia.
- Dalam sintesis senyawa aromatik, 2-POBA digunakan sebagai bahan baku untuk menghasilkan senyawa dengan struktur kompleks.
- Bahan ini cocok untuk reaksi esterifikasi karena kemampuannya untuk membentuk ester dengan berbagai alkohol.
- 2-POBA sering digunakan dalam pembuatan obat-obatan karena kemampuannya untuk berpartisipasi dalam reaksi substitusi.
- Dalam penelitian material, senyawa ini digunakan untuk membangun struktur polimer yang memiliki sifat tertentu.
- 2-POBA juga digunakan dalam analisis kimia untuk mengidentifikasi senyawa tertentu melalui reaksi kimia spesifik.
| Merek | TCI |
|---|---|
| Nomor CAS | 2100-31-4 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Chemistry > Building Blocks > Non-Heterocyclic Building Blocks |
| Ukuran kemasan | 5g, 25g |
| Bentuk fisik | Padat berbentuk serbuk |
| Penyimpanan | Simpan dalam wadah tertutup rapat di tempat sejuk dan kering |
2-Propoxybenzoic Acid harus disimpan dalam wadah tertutup rapat di tempat sejuk dan kering, jauh dari paparan sinar matahari langsung. Wadah yang digunakan sebaiknya terbuat dari bahan tahan korosi seperti plastik atau gelas. Saat menangani bahan ini, pengguna harus memakai alat pelindung diri seperti sarung tangan dan masker, karena senyawa ini dapat menyebabkan iritasi pada kulit dan mata. Selain itu, bahan ini tidak boleh dicampur dengan bahan kimia yang tidak kompatibel, seperti asam kuat atau bahan reduktor, untuk mencegah reaksi berbahaya.
- Assistant Professor, School of Pharmacy, RK University, Rajkot, Gujarat, India dkk. (2023). In-silico and In-vitro Evaluation of the Anti-diabetic Potential of p-Propoxybenzoic Acid. Chettinad Health City Medical Journal doi:10.24321/2278.2044.202307
- Raval dkk. (2024). Acute oral toxicity evaluation of p-propoxybenzoic acid in Sprague-Dawley rats according to OECD guideline 425 – Up and down method. Indian Journal of Physiology and Pharmacology doi:10.25259/ijpp_21_2024
- Xu dkk. (2000). Synthesis and characterization of a hydrogen-bonded nematic network based on 4-propoxybenzoic acid side groups grafted onto a polysiloxane. Liquid Crystals doi:10.1080/026782900202930
Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.

