Polyethylene Glycol Monocetyl Ether (n=approx 23), dengan nomor CAS 9004-95-9, adalah senyawa kimia yang digunakan dalam berbagai penelitian bidang biokimia dan ilmu material. Bahan ini memiliki struktur molekuler yang terdiri dari rantai polietilen glikol yang terikat pada gugus etil karbonil. Dalam laboratorium, senyawa ini sering digunakan sebagai pelarut, surfaktan, atau bahan bantu dalam reaksi kimia yang memerlukan sifat emulsifikasi atau stabilisasi.
Karakteristik utama dari Polyethylene Glycol Monocetyl Ether adalah kemampuannya untuk meningkatkan kelarutan senyawa hidrofobik dalam air, serta sifatnya yang tidak beracun dan relatif stabil dalam kondisi laboratorium. Sifat ini membuatnya menjadi pilihan yang populer dalam penelitian biokimia, terutama dalam pembuatan larutan reaktif atau dalam proses pengendapan protein.
Dalam konteks laboratorium Indonesia, senyawa ini sering digunakan dalam penelitian terkait bioteknologi, farmakologi, dan ilmu material. Ketersediaannya di pasar lokal memudahkan para peneliti untuk mengakses bahan ini tanpa harus mengimpor dari luar negeri.
- Digunakan dalam penelitian biokimia untuk meningkatkan kelarutan senyawa aktif dalam larutan.
- Cocok untuk pembuatan emulsi dalam eksperimen farmakologi dan kosmetik.
- Dapat dimanfaatkan dalam proses pengendapan protein untuk studi struktur dan fungsi.
- Berguna dalam sintesis senyawa organik yang memerlukan sifat pelarut yang baik.
- Dapat digunakan sebagai bahan bantu dalam reaksi kimia yang memerlukan stabilitas termal dan kimia.
| Merek | TCI |
|---|---|
| Nomor CAS | 9004-95-9 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Polymers |
| Ukuran kemasan | 5g, 25g |
| Bentuk fisik | Padat berbentuk serbuk |
| Penyimpanan | Simpan dalam wadah tertutup rapat di tempat sejuk dan kering |
Senyawa ini harus disimpan dalam wadah tertutup rapat di tempat yang sejuk dan kering, menjauh dari paparan sinar matahari langsung dan sumber panas. Karena bersifat tidak beracun, penanganannya relatif aman, tetapi tetap perlu dihindari kontak langsung dengan kulit atau mata. Dalam laboratorium, pastikan wadahnya tidak terbuka dan selalu terkunci untuk mencegah akses yang tidak diperlukan.
- Barman dkk. (2009). Identification and quantification of polyethylene glycol types in polyethylene glycol methyl ether and polyethylene glycol vinyl ether. Journal of Chromatography A doi:10.1016/j.chroma.2009.08.024
- Nakhgevany dkk. (1996). Preparation, Purification, and Spectrophotometric Characterization of Cytochrome P450 1A2 Conjugated with Polyethylene Glycol Monomethyl Ether. Biochemical and Biophysical Research Communications doi:10.1006/bbrc.1996.0757
- Lu dkk. (2019). Pressure-volume-temperature properties for binary oligomeric blends of polyethylene glycol mono-laurate with polyethylene glycol mono-4-octylphenyl ether or polyethylene glycol mono-4-nonylphenyl ether at pressures up to 50 MPa. The Journal of Chemical Thermodynamics doi:10.1016/j.jct.2019.03.038
Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.
![9004-95-9 Polyethylene Glycol Monocetyl Ether (n=approx. 23) [for Biochemical Research] - AMI Scientific](http://amiscientific.com/cdn/shop/files/TCI2510P1776.jpg?v=1767135215&width=1445)