Langsung ke informasi produk
1 dari 1

TCI

CAS 60-82-2

Phloretin, CAS 60-82-2, TCI P1966

Phloretin, CAS 60-82-2, TCI P1966

Identitas Kimia

No. CAS
60-82-2
PubChem
CID 4788·SID 135727056
Rumus molekul
C15H14O5
Berat molekul
274.27 g/mol
Kemurnian
>98.0%(HPLC)
Basis data rujukan
ChEBI·ChemSpider·ECHA·Wikipedia
Identifier lengkap (IUPAC, SMILES, InChIKey)
IUPAC
3-(4-hydroxyphenyl)-1-(2,4,6-trihydroxyphenyl)propan-1-one
SMILES
C1=CC(=CC=C1CCC(=O)C2=C(C=C(C=C2O)O)O)O
InChIKey
VGEREEWJJVICBM-UHFFFAOYSA-N
Harga reguler Rp 1.696.800,00
Harga reguler Rp 1.202.250,00 Harga obral Rp 1.696.800,00
Obral Habis
Biaya pengiriman dihitung saat checkout.
Berat
Jumlah
Pembayaran hanya melalui request quotation dan dilakukan setelah tim kami menghubungi Anda. Mohon cantumkan nomor WhatsApp aktif untuk konfirmasi pesanan & pembuatan invoice. Estimasi pengiriman 2-4 minggu setelah pembayaran.

Dokumen Keamanan & Mutu

CoA (Certificate of Analysis)

Spesifik per batch produksi — diterbitkan dan dikirim bersama barang sesuai nomor lot yang Anda terima.

Contoh CoA segera tersedia.

💬 Minta CoA via WhatsApp

Lihat detail lengkap

Phloretin adalah senyawa kimia yang termasuk dalam kelompok fenilpropanoid, yang dikenal karena aktivitas biologisnya yang kuat. Bahan ini digunakan dalam berbagai penelitian ilmiah terkait farmakologi, toksikologi, dan biokimia. Phloretin sering digunakan sebagai bahan aktif dalam uji aktivitas antioksidan, antiinflamasi, dan anti-diabetes. Dalam laboratorium, senyawa ini berperan sebagai bahan baku untuk sintesis senyawa lain atau sebagai bahan uji dalam penelitian kesehatan masyarakat.

Phloretin memiliki struktur kimia yang stabil dan sifat larut dalam pelarut organik seperti etil asetat dan etanol. Sifat ini memudahkan proses penyiapan larutan untuk eksperimen laboratorium. Selain itu, senyawa ini memiliki daya larut yang baik dalam berbagai kondisi kimia, sehingga memungkinkan penggunaannya dalam berbagai jenis reaksi kimia. Karena sifatnya yang tidak mudah terurai, Phloretin cocok untuk penggunaan jangka panjang dalam penelitian.

Di laboratorium Indonesia, Phloretin sering digunakan dalam penelitian terkait kesehatan, terutama dalam bidang farmasi dan biomedis. Bahan ini juga menjadi pilihan utama untuk penelitian yang memerlukan senyawa dengan aktivitas biologis yang terukur. Karena kehandalannya dalam berbagai eksperimen, Phloretin menjadi bahan yang sangat diminati oleh para peneliti di berbagai institusi pendidikan dan penelitian di Indonesia.

Brosur TCI (PDF)

  • Uji aktivitas antioksidan untuk mengevaluasi kemampuan senyawa dalam menetralkan radikal bebas.
  • Penelitian tentang efek antiinflamasi dalam pengembangan obat baru.
  • Analisis senyawa fenilpropanoid dalam ekstrak tumbuhan untuk studi farmakologis.
  • Pengujian efek hipoglikemik pada model eksperimental untuk penelitian diabetes.
  • Penelitian tentang aktivitas antimitotik untuk studi kanker dan pembelahan sel.

Dari brosur TCI

  • Ditampilkan sebagai inhibitor pada tahap pengambilan glukosa dalam diagram jalur glikolisis
  • Perlakuan menurunkan L-laktat dalam supernatan kultur sel pada percobaan yang ditampilkan

Merek TCI
Nomor CAS 60-82-2
Rumus molekul —
Kemurnian —
Kategori Life Science > Biochemicals and Reagents > Phenylpropanoids, Aromatic Polyketides
Ukuran kemasan 1g, 5g
Bentuk fisik Padat (kristal atau serbuk)
Penyimpanan Simpan dalam wadah tertutup rapat, jauh dari cahaya langsung dan suhu tinggi.

Data dari brosur TCI

Concentration100 μM (HeLa cells (5×10⁴ cells), treatment time 24 hours)

Sumber: TCI brochure LL138 (2026-01-27)

Phloretin harus disimpan dalam wadah kedap udara dan jauh dari sumber cahaya langsung untuk mencegah degradasi. Wadah yang sesuai adalah botol kaca atau plastik yang tahan terhadap reaksi kimia. Dalam laboratorium, bahan ini perlu ditangani dengan hati-hati, terutama saat membuat larutan atau melakukan reaksi kimia. Selalu pastikan area kerja bersih dan terkontrol untuk mencegah kontaminasi atau kebocoran. Penggunaan masker dan sarung tangan dianjurkan untuk menjaga keamanan dan kesehatan peneliti.

  • İnkaya dkk. (2023). Effects of Phloretin on Bisphenol-A Induced Liver and Kidney Toxicity in Prepubertal Female Rats. European Journal of Biology doi:10.26650/eurjbiol.2023.1366682
  • Kitanaka dkk. (1993). Phloretin as an Antagonist of Prostaglandin F2α Receptor in Cultured Rat Astrocytes. Journal of Neurochemistry doi:10.1111/j.1471-4159.1993.tb03204.x
  • Bechinger dkk. (1991). Interaction of electric dipoles with phospholipid head groups. A deuterium and phosphorus-31 NMR study of phloretin and phloretin analogs in phosphatidylcholine membranes. Biochemistry doi:10.1021/bi00230a017

Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.