Propiconazole dari TCI adalah senyawa fungisida golongan triazol yang banyak dikenal dalam bidang pertanian. Di laboratorium, senyawa ini dipakai sebagai bahan riset dan bahan pembanding. Secara biokimia, propikonazol menghambat enzim sterol 14α-demetilase (CYP51) yang berperan dalam biosintesis ergosterol pada jamur. Karena itu, senyawa ini relevan untuk penelitian mikologi, biologi sel, toksikologi, dan studi gizi atau keamanan pangan yang berkaitan dengan residu pestisida.
Senyawa ini dipilih karena mekanisme kerjanya pada jalur biosintesis sterol telah banyak dipelajari, sehingga dapat menjadi alat pembanding yang terkarakterisasi baik. Struktur triazolnya mampu berinteraksi dengan besi heme pada enzim sitokrom P450, dan sifat ini menarik untuk riset interaksi enzim maupun metabolisme. Dalam kimia analitik, propikonazol merupakan analit target yang umum dalam pengujian residu pada hasil pertanian dan lingkungan. Oleh karena itu, ketersediaan bahan dengan identitas jelas sangat membantu pengembangan metode kromatografi.
Di Indonesia, pertanian dan perkebunan merupakan sektor penting. Fungisida triazol banyak dipakai di sektor ini, sehingga pemantauan residu dan dampak lingkungannya menjadi perhatian laboratorium pengujian pangan, lingkungan, dan fakultas pertanian. Kemasan 1g dan 5g cocok untuk menyiapkan larutan standar, uji aktivitas antijamur in vitro, dan penelitian toksikologi skala laboratorium tanpa memerlukan jumlah bahan yang berlebihan.
Brosur TCI (PDF)
- Agrochemical Ingredients for Research and Experimental Use 2026-01-08 · hal. 5
- Plant Research Reagents 2026-02-24 · hal. 11
- Analisis residu pestisida: senyawa ini dapat dipakai untuk menyiapkan larutan pembanding dalam pengembangan metode GC atau LC-MS untuk mendeteksi residu propikonazol pada sampel pangan.
- Uji aktivitas antijamur in vitro: sebagai inhibitor biosintesis ergosterol, propikonazol cocok menjadi kontrol pembanding dalam penapisan senyawa antijamur baru terhadap isolat jamur.
- Studi biosintesis sterol: penghambatan CYP51 memungkinkan peneliti mempelajari dampak penurunan ergosterol pada membran sel jamur maupun jalur metabolisme sterol lain.
- Riset toksikologi dan nutrisi: senyawa ini relevan untuk menilai pengaruh paparan residu fungisida terhadap sel atau organisme model dalam kajian keamanan pangan.
- Penelitian lingkungan: propikonazol dapat dipakai untuk mempelajari persistensi, degradasi, dan perilaku fungisida triazol di tanah dan air dalam simulasi laboratorium.
| Merek | TCI |
|---|---|
| Nomor CAS | 60207-90-1 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Life Science > Cell Biology > Nutrition Research |
| Ukuran kemasan | 1g, 5g |
| Bentuk fisik | lihat label dan Certificate of Analysis (umumnya berupa cairan kental) |
| Penyimpanan | wadah tertutup rapat, tempat sejuk, kering, dan terlindung dari cahaya |
Simpan propikonazol dalam wadah aslinya yang tertutup rapat, di tempat sejuk, kering, berventilasi baik, dan terlindung dari cahaya, terpisah dari bahan pangan dan pakan. Senyawa ini adalah pestisida yang aktif secara biologis dan dapat berbahaya bagi organisme akuatik. Karena itu, cegah pelepasannya ke saluran air dan buang limbahnya sebagai limbah kimia berbahaya. Kenakan sarung tangan, kacamata pelindung, dan jas laboratorium, lalu kerjakan di lemari asam.
- Kinaytürk (2024). Spectroscopic Characterization, DFT Calculation, and Docking Analysis for Understanding Molecular Interaction Mechanism of Propiconazole and DNA. Journal of Applied Spectroscopy doi:10.1007/s10812-024-01671-6
- European Food Safety Authority (2011). Modification of the existing MRL for propiconazole in rice. EFSA Journal doi:10.2903/j.efsa.2011.2218
- Li dkk. (2010). Biochemical responses in gills of rainbow trout exposed to propiconazole. Open Life Sciences doi:10.2478/s11535-010-0105-2
Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.

