Langsung ke informasi produk
1 dari 2

TCI

CAS 6493-05-6

Pentoxifylline, CAS 6493-05-6, TCI P2050

Pentoxifylline, CAS 6493-05-6, TCI P2050

Identitas Kimia

No. CAS
6493-05-6
PubChem
CID 4740·SID 253659721
Rumus molekul
C13H18N4O3
Berat molekul
278.31 g/mol
Kemurnian
>98.0%(HPLC)(T)
Basis data rujukan
ChEBI·ChemSpider·ECHA·Wikipedia
Identifier lengkap (IUPAC, SMILES, InChIKey)
IUPAC
3,7-dimethyl-1-(5-oxohexyl)purine-2,6-dione
SMILES
CC(=O)CCCCN1C(=O)C2=C(N=CN2C)N(C1=O)C
InChIKey
BYPFEZZEUUWMEJ-UHFFFAOYSA-N
Harga reguler Rp 662.550,00
Harga reguler Rp 478.800,00 Harga obral Rp 662.550,00
Obral Habis
Biaya pengiriman dihitung saat checkout.
Berat
Jumlah
Pembayaran hanya melalui request quotation dan dilakukan setelah tim kami menghubungi Anda. Mohon cantumkan nomor WhatsApp aktif untuk konfirmasi pesanan & pembuatan invoice. Estimasi pengiriman 2-4 minggu setelah pembayaran.

Dokumen Keamanan & Mutu

CoA (Certificate of Analysis)

Spesifik per batch produksi — diterbitkan dan dikirim bersama barang sesuai nomor lot yang Anda terima.

Contoh CoA segera tersedia.

💬 Minta CoA via WhatsApp

Lihat detail lengkap

Pentoxifylline adalah senyawa kimia yang digunakan dalam penelitian farmakologis dan bio-kimia. Bahan ini memiliki peran penting dalam studi tentang efek farmakologis senyawa tertentu, terutama dalam pengujian obat dan pengembangan terapi medis. Pentoxifylline sering digunakan sebagai reagen dalam eksperimen yang melibatkan analisis aktivitas enzim, respons sel terhadap stimulus, serta uji toksisitas. Dalam laboratorium, bahan ini menjadi alat penting untuk memahami mekanisme kerja senyawa aktif dalam tubuh manusia.

Pentoxifylline memiliki sifat kimia yang stabil dan dapat larut dalam pelarut organik seperti etanol dan aseton. Karakteristik ini membuatnya mudah digunakan dalam berbagai reaksi kimia dan eksperimen laboratorium. Selain itu, senyawa ini memiliki daya reaktivitas yang baik, sehingga cocok untuk berbagai aplikasi seperti uji aktivitas enzim, pengujian efek farmakologis, dan analisis kuantitatif. Keberagaman aplikasinya menjadikannya pilihan yang sangat populer di berbagai bidang penelitian.

Di laboratorium Indonesia, Pentoxifylline digunakan secara luas dalam penelitian farmakologi dan bio-kimia. Bahan ini sering ditemukan dalam laboratorium penelitian kampus, lembaga riset, serta industri farmasi. Karena sifatnya yang stabil dan aplikasinya yang luas, Pentoxifylline menjadi bahan yang sangat dibutuhkan untuk eksperimen yang berkaitan dengan pengembangan obat dan studi efek farmakologis.

  • Pentoxifylline digunakan dalam uji aktivitas enzim untuk mengevaluasi efek senyawa pada aktivitas biokimia sel.
  • Bahan ini cocok untuk penelitian tentang efek farmakologis senyawa pada sistem saraf dan jantung.
  • Pentoxifylline sering digunakan dalam studi toksisitas untuk menilai dampak senyawa pada organ tubuh.
  • Bahan ini menjadi alat utama dalam analisis kuantitatif senyawa aktif dalam sampel biologis.
  • Pentoxifylline digunakan dalam pengembangan obat untuk mengevaluasi potensi terapi medis baru.

Merek TCI
Nomor CAS 6493-05-6
Rumus molekul —
Kemurnian —
Kategori Pharmaceutical Research Reagents
Ukuran kemasan 5g, 25g
Bentuk fisik Padat (serbuk)
Penyimpanan Simpan dalam wadah tertutup rapat, jauh dari sinar matahari langsung

Pentoxifylline harus disimpan dalam wadah tertutup rapat dan jauh dari sinar matahari langsung untuk menjaga kestabilan kimianya. Bahan ini sebaiknya disimpan dalam suhu kamar dan tidak terpapar kelembapan berlebihan. Saat menangani bahan ini, pengguna harus memakai alat pelindung diri seperti sarung tangan dan masker untuk menghindari kontak langsung. Pentoxifylline tidak boleh dicampur dengan bahan kimia yang tidak kompatibel untuk mencegah reaksi tidak diinginkan.

  • Cañarte Mero (2024). Use of Pentoxifylline in Lipoidoproteinosis or Urbach’s Disease: Case Report. Clinical Research and clinical Trials doi:10.31579/2693-4779/218
  • MJL dkk. (2018). Management of Hepatocarcinoma with Celecoxib and Pentoxifylline: Report of Three Cases. Journal of Clinical & Experimental Pharmacology doi:10.4172/2161-1459.1000255
  • BRUYNZEEL dkk. (1998). Pentoxifylline and skin inflammation. Clinical and Experimental Dermatology doi:10.1046/j.1365-2230.1998.00316.x

Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.