(1,2,3,5)-(-)-2,3-Pinanediol adalah senyawa kimia yang memiliki struktur chiral dan digunakan dalam sintesis asimetris untuk membangun molekul dengan sifat optik tertentu. Bahan ini sering digunakan dalam penelitian kimia organik, terutama dalam pembuatan senyawa aktif biologis dan farmakologi. Dalam laboratorium, senyawa ini berperan sebagai bahan baku untuk sintesis senyawa kompleks yang membutuhkan kontrol stereokimia yang presisi.
Karena sifat chiral dan kemurnian tinggi, (1,2,3,5)-(-)-2,3-Pinanediol menjadi pilihan utama dalam penelitian yang membutuhkan akurasi dalam struktur molekul. Senyawa ini memiliki kelarutan yang baik dalam pelarut organik, sehingga mudah digunakan dalam berbagai reaksi kimia. Ketersediaan dalam bentuk padat dan kestabilan kimia menjadikannya ramah untuk penggunaan dalam berbagai kondisi laboratorium.
Di laboratorium Indonesia, senyawa ini digunakan dalam penelitian kimia murni dan terapan, terutama di institusi pendidikan tinggi dan lembaga penelitian. Karena kebutuhan akan senyawa chiral yang berkualitas, produk ini sering dipilih untuk proyek penelitian yang memerlukan presisi tinggi dalam sintesis molekul.
- Digunakan dalam sintesis senyawa aktif biologis yang membutuhkan kontrol stereokimia
- Cocok untuk penelitian farmakologi dalam pengembangan obat baru
- Dapat dimanfaatkan dalam pembuatan senyawa organik dengan struktur kompleks
- Berguna dalam studi tentang reaktivitas dan mekanisme reaksi kimia
- Dapat diaplikasikan dalam penelitian material organik dengan sifat spesifik
| Merek | TCI |
|---|---|
| Nomor CAS | 22422-34-0 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Chemistry > Asymmetric Synthesis > Chiral Building Blocks |
| Ukuran kemasan | 1g, 5g |
| Bentuk fisik | Padat |
| Penyimpanan | Simpan dalam wadah tertutup rapat dan jauh dari paparan cahaya langsung |
Produk ini harus disimpan dalam wadah yang kedap udara dan jauh dari paparan cahaya matahari langsung untuk menjaga kualitas dan stabilitas kimia. Wadah yang sesuai adalah botol kaca atau plastik yang tahan terhadap reaksi kimia. Dalam penanganan, pastikan untuk menggunakan alat pelindung diri seperti sarung tangan dan masker, karena senyawa ini bersifat kimia yang mungkin menyebabkan iritasi jika terkena kulit atau mata.
—
