Langsung ke informasi produk
1 dari 1

TCI

CAS 45115-53-5

2,2,3,3,3-Pentafluoropropyl Methacrylate (stabilized with TBC) TCI P2353

2,2,3,3,3-Pentafluoropropyl Methacrylate (stabilized with TBC) TCI P2353

Identitas Kimia

No. CAS
45115-53-5
Rumus molekul
C7H7F5O2
Berat molekul
218.12 g/mol
Kemurnian
>98.0%(GC)
Identifier lengkap (IUPAC, SMILES, InChIKey)
IUPAC
2,2,3,3,3-pentafluoropropyl 2-methylprop-2-enoate
SMILES
CC(=C)C(=O)OCC(C(F)(F)F)(F)F
InChIKey
CLISWDZSTWQFNX-UHFFFAOYSA-N
PubChem
CID 123516
Harga reguler Rp 1.696.800,00
Harga reguler Harga obral Rp 1.696.800,00
Obral Habis
Biaya pengiriman dihitung saat checkout.
Berat
Jumlah
Pembayaran hanya melalui request quotation dan dilakukan setelah tim kami menghubungi Anda. Mohon cantumkan nomor WhatsApp aktif untuk konfirmasi pesanan & pembuatan invoice. Estimasi pengiriman 4-5 minggu setelah pembayaran.

Dokumen Keamanan & Mutu

CoA (Certificate of Analysis)

Spesifik per batch produksi — diterbitkan dan dikirim bersama barang sesuai nomor lot yang Anda terima.

Contoh CoA segera tersedia.

💬 Minta CoA via WhatsApp

Lihat detail lengkap

TCI P2353 2,2,3,3,3-Pentafluoropropyl Methacrylate adalah monomer metakrilat terfluorinasi yang rantai esternya membawa lima atom fluor. Produk ini distabilkan dengan TBC (4-tert-butilkatekol) untuk mencegah polimerisasi spontan selama penyimpanan. Di laboratorium, monomer ini dipakai untuk membuat homopolimer dan kopolimer berfluor melalui polimerisasi radikal, baik konvensional maupun terkendali. Material yang dihasilkan memiliki sifat permukaan dan sifat optik yang berbeda dari polimetakrilat biasa.

Monomer ini dipilih karena gugus pentafluoropropil memberi energi permukaan rendah, sifat hidrofobik dan oleofobik, serta indeks bias yang lebih rendah dibandingkan metakrilat nonfluorinasi. Gugus metakrilatnya sendiri mudah dipolimerisasi dan cocok dengan berbagai komonomer seperti metil metakrilat atau akrilat fungsional. Karena itu, sifat polimer dapat diatur lewat komposisi kopolimer. Atom fluor pada rantai samping juga memungkinkan pemantauan dengan spektroskopi NMR ¹⁹F, sehingga berguna dalam studi kinetika dan karakterisasi polimer.

Bagi laboratorium polimer, teknik kimia, dan ilmu material di Indonesia, monomer ini menarik untuk riset pelapis antiair dan antinoda, membran, material optik, serta permukaan antifouling. Topik-topik ini relevan dengan kebutuhan industri tekstil, kemasan, dan perlindungan permukaan. Kemasan 5 g ideal untuk percobaan polimerisasi awal dan studi kopolimer skala kecil. Kemasan 25 g mendukung sintesis berulang dan pembuatan sampel film untuk pengujian sudut kontak.

  • Pelapis hidrofobik dan oleofobik: rantai samping berfluor menurunkan energi permukaan, sehingga film polimernya menolak air dan minyak dan cocok untuk riset pelapis antinoda.
  • Material optik berindeks bias rendah: kandungan fluor menurunkan indeks bias polimer, sehingga relevan untuk penelitian lapisan pelindung (cladding), pelapis antirefleksi, dan komponen pandu gelombang.
  • Polimerisasi radikal terkendali (ATRP/RAFT): gugus metakrilat mudah dipolimerisasi secara terkendali untuk membuat kopolimer blok berfluor dengan arsitektur dan panjang rantai terdefinisi.
  • Studi kinetika dengan NMR ¹⁹F: atom fluor pada rantai samping menjadi penanda spektroskopi yang jelas untuk memantau konversi monomer dan komposisi kopolimer.
  • Riset membran dan permukaan antifouling: kopolimer berfluor dapat mengurangi penempelan pengotor, sehingga menarik untuk pengembangan membran filtrasi dan permukaan yang mudah dibersihkan.

Merek TCI
Nomor CAS 45115-53-5
Rumus molekul —
Kemurnian —
Kategori Materials Science > Polymer/Macromolecule Reagents > Monomers
Ukuran kemasan 5g, 25g
Bentuk fisik cairan, distabilkan dengan TBC
Penyimpanan dingin, gelap, tertutup rapat; ikuti suhu penyimpanan pada label

Monomer metakrilat dapat berpolimerisasi sendiri bila terkena panas, cahaya, atau inisiator. Simpan di tempat dingin dan gelap sesuai label, jauh dari sumber api, panas, dan bahan pengoksidasi. Inhibitor TBC biasanya memerlukan sedikit oksigen agar tetap efektif, jadi jangan menyimpannya di bawah gas inert sepenuhnya kecuali dianjurkan. Bila perlu, hilangkan inhibitor sesaat sebelum polimerisasi. Tangani di lemari asam dengan sarung tangan dan kacamata pengaman, karena uapnya dapat mengiritasi dan cairannya kemungkinan mudah terbakar. Rujuk SDS.

  • Yoon dkk. (2011). High pressure phase behavior for the binary mixture of pentafluoropropyl methacrylate and poly(pentafluoropropyl methacrylate) in supercritical carbon dioxide and dimethyl ether. Korean Journal of Chemical Engineering doi:10.1007/s11814-011-0188-0
  • Huang dkk. (2004). ToF-SIMS studies of poly(methyl methacrylate-co-methacrylic acid), poly(2,2,3,3,3-pentafluoropropyl methacrylate-co-4-vinylpyridine) and their blends. Applied Surface Science doi:10.1016/j.apsusc.2003.12.015
  • Huang dkk. (2002). Miscibility and interactions in poly(2,2,3,3,3-pentafluoropropyl methacrylate-co-4-vinylpyridine)/poly(p-vinylphenol) blends. Polymer doi:10.1016/s0032-3861(02)00069-1

Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.