L-Prolinanilide dari TCI adalah turunan amida dari asam amino L-prolin, yang gugus karboksilatnya telah diubah menjadi anilida (amida dengan anilin). Senyawa kiral ini termasuk kelompok katalis, ligan, dan reagen kiral untuk sintesis asimetris. Di laboratorium, prolinamida seperti ini dimanfaatkan sebagai organokatalis dalam reaksi pembentukan ikatan karbon–karbon, misalnya reaksi aldol asimetris, serta sebagai bahan awal untuk merancang katalis dan ligan kiral yang lebih canggih.
Bahan ini dipilih karena menggabungkan pusat kiral alami dari L-prolin dengan gugus amida yang mampu membentuk ikatan hidrogen. Amina sekunder pada cincin pirolidin dapat membentuk intermediet enamina dengan senyawa karbonil, sementara N–H amida berpotensi mengarahkan elektrofil melalui ikatan hidrogen, sehingga reaksi dapat berlangsung dengan selektivitas stereo. Gugus anilida juga dapat dimodifikasi dengan substituen pada cincin aromatik untuk mengatur keasaman N–H dan sterik katalis. Hal ini membuatnya menarik sebagai titik awal dalam studi pengembangan organokatalis.
Bagi laboratorium sintesis organik di Indonesia, khususnya kelompok riset kimia organik, farmasi, dan kimia hijau, organokatalis berbasis prolin menawarkan alternatif bebas logam yang relatif mudah ditangani. Kemasan 1g cukup untuk percobaan skrining katalis berskala miligram, sedangkan kemasan 5g mendukung optimasi kondisi reaksi atau sintesis turunan katalis. AMI Scientific menyediakan reagen kiral TCI ini untuk membantu peneliti mengeksplorasi sintesis asimetris dengan bahan yang terdokumentasi.
Produk TCI terkait
- TCI T3080 1089663-51-3 N-(2-Thiophenesulfonyl)-L-prolinamide
- TCI B3440 259212-61-8 trans-4-(tert-Butyldiphenylsilyloxy)-L-proline
- TCI A0945 64030-44-0 (S)-(+)-2-(Anilinomethyl)pyrrolidine
- TCI T0219 34592-47-7 L-Thioproline
- TCI P2083 62937-45-5 D-Prolinamide
- TCI P1784 33878-70-5 (S)-5-(Pyrrolidin-2-yl)-1H-tetrazole
- Organokatalisis reaksi aldol asimetris: amina sekunder pirolidin membentuk enamina dengan keton, sedangkan N–H amida membantu mengarahkan aldehida sehingga produk kiral dapat terbentuk secara selektif.
- Skrining katalis kiral bebas logam: senyawa ini dapat dibandingkan dengan L-prolin dan prolinamida lain untuk mempelajari pengaruh gugus amida terhadap hasil dan enantioselektivitas reaksi.
- Bahan awal desain ligan dan katalis baru: kerangka prolin-anilida dapat dimodifikasi lebih lanjut untuk menghasilkan katalis bifungsional atau ligan kiral bagi kompleks logam.
- Studi mekanisme sintesis asimetris: strukturnya yang sederhana namun bifungsional cocok untuk mengkaji peran ikatan hidrogen dan intermediet enamina dalam keadaan transisi.
- Pendidikan kimia hijau dan organokatalisis: penggunaan katalis turunan asam amino tanpa logam berat sangat cocok untuk memperkenalkan konsep sintesis ramah lingkungan di praktikum tingkat lanjut.
| Merek | TCI (kode produk P2430) |
|---|---|
| Nomor CAS | 64030-43-9 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Chemistry > Asymmetric Synthesis > Chiral Catalysts, Chiral Ligands, Chiral Reagents |
| Ukuran kemasan | 1g, 5g |
| Bentuk fisik | padatan; rujuk CoA/SDS TCI untuk detail |
| Penyimpanan | wadah tertutup rapat di tempat sejuk dan kering sesuai label produsen |
Simpan L-Prolinanilide dalam wadah asli yang tertutup rapat, di tempat sejuk dan kering, terlindung dari kelembapan dan cahaya langsung agar kemurnian kiralnya tetap terjaga untuk keperluan katalisis. Hindari kontak dengan asam kuat dan oksidator. Saat menimbang dalam jumlah kecil, gunakan spatula bersih agar tidak terkontaminasi. Kenakan sarung tangan, kacamata pengaman, dan jas laboratorium, hindari menghirup debu, serta kerjakan di area berventilasi baik. Pelajari SDS dari TCI sebelum digunakan.
—
