1-Phenyl-1H-pyrazole-4-carboxaldehyde dari TCI adalah senyawa heterosiklik yang tersusun atas cincin pirazol dengan substituen fenil pada atom nitrogen posisi 1 dan gugus aldehida pada posisi 4. Di laboratorium sintesis organik, senyawa ini berperan sebagai building block, yaitu bahan awal untuk membangun molekul yang lebih kompleks. Cincin pirazol merupakan motif yang sering dijumpai pada senyawa bioaktif, sehingga turunan pirazol banyak dimanfaatkan dalam riset kimia medisinal, agrokimia, dan material fungsional.
Gugus aldehida pada molekul ini sangat serbaguna karena dapat mengalami berbagai transformasi standar, seperti kondensasi dengan amina membentuk imina, aminasi reduktif, reaksi Knoevenagel, reaksi Wittig, maupun reduksi menjadi alkohol dan oksidasi menjadi asam karboksilat. Sementara itu, substituen fenil pada nitrogen memberikan kestabilan dan sifat lipofilik tertentu pada kerangka pirazol. Kombinasi ini memungkinkan peneliti memperkenalkan unit 1-fenilpirazol ke dalam berbagai struktur target hanya dengan beberapa langkah reaksi yang sudah dikenal baik.
Bagi laboratorium di Indonesia, senyawa ini bermanfaat untuk kelompok riset kimia organik sintetik dan kimia medisinal di universitas, terutama dalam sintesis turunan heterosiklik untuk uji aktivitas antibakteri, antioksidan, atau antikanker. Kemasan 1 g dan 5 g sesuai untuk sintesis skala laboratorium, pembuatan pustaka senyawa kecil, serta praktikum lanjutan. Mahasiswa pascasarjana dapat memanfaatkannya sebagai bahan awal yang praktis untuk merancang seri senyawa analog.
Produk TCI terkait
- TCI B5404 63874-95-3 1-Benzyl-1H-pyrazole-4-carboxaldehyde
- TCI P2657 36640-52-5 1-Phenyl-3-(p-tolyl)-1H-pyrazole-4-carboxaldehyde
- TCI P2261 3920-50-1 Pyrazole-3-carboxaldehyde
- TCI M2902 199682-73-0 3-(4-Methoxyphenyl)pyrazole-4-carboxaldehyde
- TCI C3559 947-95-5 5-Chloro-3-methyl-1-phenyl-1H-pyrazole-4-carboxaldehyde
- TCI T3668 1040377-03-4 1-(Tetrahydro-2H-pyran-4-yl)-4-(4,4,5,5-tetramethyl-1,3,2-dioxaborolan-2-yl)-1H-pyrazole
- Sintesis basa Schiff dan ligan: gugus aldehidanya mudah berkondensasi dengan amina primer, menghasilkan imina yang dapat dipakai sebagai ligan logam atau senyawa uji biologis.
- Aminasi reduktif untuk turunan amina: reaksi aldehida dengan amina diikuti reduksi menghasilkan amina sekunder atau tersier yang membawa unit 1-fenilpirazol.
- Kondensasi Knoevenagel dan kalkon: aldehida aromatik heterosiklik ini cocok direaksikan dengan senyawa metilen aktif atau keton untuk membangun sistem terkonjugasi.
- Kimia medisinal berbasis pirazol: motif pirazol lazim pada senyawa bioaktif sehingga bahan ini ideal untuk menyusun seri analog dalam studi hubungan struktur–aktivitas.
- Sintesis heterosiklik terfusi: gugus aldehida dapat menjadi titik awal reaksi siklisasi untuk membangun sistem cincin bertingkat yang mengandung kerangka pirazol.
| Merek | TCI (kode produk P2473) |
|---|---|
| Nomor CAS | 54605-72-0 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Chemistry > Building Blocks > Heterocyclic Building Blocks |
| Ukuran kemasan | 1g, 5g |
| Bentuk fisik | padatan |
| Penyimpanan | simpan dalam wadah tertutup rapat, sejuk, kering, sesuai petunjuk label |
Aldehida dapat teroksidasi perlahan oleh udara menjadi asam karboksilat, sehingga senyawa ini sebaiknya disimpan dalam wadah aslinya yang tertutup rapat, di tempat sejuk, kering, dan terlindung dari cahaya, mengikuti suhu pada label. Untuk penyimpanan jangka panjang setelah dibuka, pertimbangkan membilas ruang kepala wadah dengan gas inert. Tangani di lemari asam menggunakan sarung tangan, jas laboratorium, dan kacamata pelindung, serta hindari menghirup debu.
—
