Langsung ke informasi produk
1 dari 1

TCI

CAS 54605-72-0

1-Phenyl-1H-pyrazole-4-carboxaldehyde TCI P2473

1-Phenyl-1H-pyrazole-4-carboxaldehyde TCI P2473

Identitas Kimia

No. CAS
54605-72-0
PubChem
CID 952089·SID 468592612
Rumus molekul
C10H8N2O
Berat molekul
172.18 g/mol
Kemurnian
>98.0%(GC)
Basis data rujukan
ECHA
Identifier lengkap (IUPAC, SMILES, InChIKey)
IUPAC
1-phenylpyrazole-4-carbaldehyde
SMILES
C1=CC=C(C=C1)N2C=C(C=N2)C=O
InChIKey
PHVRLPFVPVKYOI-UHFFFAOYSA-N
Harga reguler Rp 2.466.450,00
Harga reguler Harga obral Rp 2.466.450,00
Obral Habis
Biaya pengiriman dihitung saat checkout.
Berat
Jumlah
Pembayaran hanya melalui request quotation dan dilakukan setelah tim kami menghubungi Anda. Mohon cantumkan nomor WhatsApp aktif untuk konfirmasi pesanan & pembuatan invoice. Estimasi pengiriman 2-4 minggu setelah pembayaran.

Dokumen Keamanan & Mutu

CoA (Certificate of Analysis)

Spesifik per batch produksi — diterbitkan dan dikirim bersama barang sesuai nomor lot yang Anda terima.

Contoh CoA segera tersedia.

💬 Minta CoA via WhatsApp

Lihat detail lengkap

1-Phenyl-1H-pyrazole-4-carboxaldehyde dari TCI adalah senyawa heterosiklik yang tersusun atas cincin pirazol dengan substituen fenil pada atom nitrogen posisi 1 dan gugus aldehida pada posisi 4. Di laboratorium sintesis organik, senyawa ini berperan sebagai building block, yaitu bahan awal untuk membangun molekul yang lebih kompleks. Cincin pirazol merupakan motif yang sering dijumpai pada senyawa bioaktif, sehingga turunan pirazol banyak dimanfaatkan dalam riset kimia medisinal, agrokimia, dan material fungsional.

Gugus aldehida pada molekul ini sangat serbaguna karena dapat mengalami berbagai transformasi standar, seperti kondensasi dengan amina membentuk imina, aminasi reduktif, reaksi Knoevenagel, reaksi Wittig, maupun reduksi menjadi alkohol dan oksidasi menjadi asam karboksilat. Sementara itu, substituen fenil pada nitrogen memberikan kestabilan dan sifat lipofilik tertentu pada kerangka pirazol. Kombinasi ini memungkinkan peneliti memperkenalkan unit 1-fenilpirazol ke dalam berbagai struktur target hanya dengan beberapa langkah reaksi yang sudah dikenal baik.

Bagi laboratorium di Indonesia, senyawa ini bermanfaat untuk kelompok riset kimia organik sintetik dan kimia medisinal di universitas, terutama dalam sintesis turunan heterosiklik untuk uji aktivitas antibakteri, antioksidan, atau antikanker. Kemasan 1 g dan 5 g sesuai untuk sintesis skala laboratorium, pembuatan pustaka senyawa kecil, serta praktikum lanjutan. Mahasiswa pascasarjana dapat memanfaatkannya sebagai bahan awal yang praktis untuk merancang seri senyawa analog.

  • Sintesis basa Schiff dan ligan: gugus aldehidanya mudah berkondensasi dengan amina primer, menghasilkan imina yang dapat dipakai sebagai ligan logam atau senyawa uji biologis.
  • Aminasi reduktif untuk turunan amina: reaksi aldehida dengan amina diikuti reduksi menghasilkan amina sekunder atau tersier yang membawa unit 1-fenilpirazol.
  • Kondensasi Knoevenagel dan kalkon: aldehida aromatik heterosiklik ini cocok direaksikan dengan senyawa metilen aktif atau keton untuk membangun sistem terkonjugasi.
  • Kimia medisinal berbasis pirazol: motif pirazol lazim pada senyawa bioaktif sehingga bahan ini ideal untuk menyusun seri analog dalam studi hubungan struktur–aktivitas.
  • Sintesis heterosiklik terfusi: gugus aldehida dapat menjadi titik awal reaksi siklisasi untuk membangun sistem cincin bertingkat yang mengandung kerangka pirazol.

Merek TCI (kode produk P2473)
Nomor CAS 54605-72-0
Rumus molekul —
Kemurnian —
Kategori Chemistry > Building Blocks > Heterocyclic Building Blocks
Ukuran kemasan 1g, 5g
Bentuk fisik padatan
Penyimpanan simpan dalam wadah tertutup rapat, sejuk, kering, sesuai petunjuk label

Aldehida dapat teroksidasi perlahan oleh udara menjadi asam karboksilat, sehingga senyawa ini sebaiknya disimpan dalam wadah aslinya yang tertutup rapat, di tempat sejuk, kering, dan terlindung dari cahaya, mengikuti suhu pada label. Untuk penyimpanan jangka panjang setelah dibuka, pertimbangkan membilas ruang kepala wadah dengan gas inert. Tangani di lemari asam menggunakan sarung tangan, jas laboratorium, dan kacamata pelindung, serta hindari menghirup debu.

—