(+)-Pinoresinol adalah senyawa alami yang termasuk dalam kategori flavonoid dan digunakan secara luas dalam penelitian ilmiah. Bahan ini sering ditemukan dalam tanaman seperti kayu manis dan pohon kopi, dan memiliki aktivitas biologis yang menarik, seperti antioksidan dan anti-inflamasi. Dalam laboratorium, senyawa ini digunakan untuk studi tentang efek biologis pada sel dan organisme, serta dalam pengembangan produk farmasi dan kosmetik. (+)-Pinoresinol juga menjadi bahan penting dalam penelitian tentang penyakit degeneratif dan penyakit metabolik.
(+)-Pinoresinol memiliki struktur kimia yang kompleks dan sifat fisika yang stabil, yang memungkinkan penyimpanan dan penggunaan yang relatif mudah. Senyawa ini memiliki daya larut yang baik dalam pelarut organik, sehingga memudahkan proses ekstraksi dan pemurnian. Karena sifatnya yang tidak beracun dan relatif aman dalam penggunaan yang tepat, (+)-Pinoresinol menjadi pilihan yang populer untuk penelitian di berbagai bidang ilmu hayat.
Di laboratorium Indonesia, (+)-Pinoresinol digunakan dalam berbagai penelitian terkait kesehatan, farmasi, dan bioteknologi. Bahan ini sering dipakai dalam penelitian tentang efek senyawa alami terhadap sel kanker, pengaturan metabolisme, dan pengembangan obat baru. Ketersediaannya di pasar lokal memudahkan para peneliti untuk mengakses bahan ini tanpa harus mengimpor dari luar negeri.
Brosur TCI (PDF)
- Phytochemicals 2025-12-17 · hal. 9
- Penelitian tentang aktivitas antioksidan pada senyawa alami
- Pengembangan obat baru berbasis senyawa flavonoid
- Studi efek biologis pada sel kanker dan sel inflamasi
- Analisis komposisi kimia tanaman obat tradisional
- Uji aktivitas anti-inflamasi pada model eksperimental
| Merek | TCI |
|---|---|
| Nomor CAS | 487-36-5 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Biochemicals and Reagents |
| Ukuran kemasan | 5mg, 25mg |
| Bentuk fisik | Padat |
| Penyimpanan | Simpan dalam wadah tertutup, jauh dari cahaya dan kelembapan |
(+)-Pinoresinol harus disimpan dalam wadah tertutup rapat, jauh dari paparan cahaya langsung dan kelembapan tinggi. Penyimpanan dalam suhu kamar yang stabil sangat disarankan. Bahan ini bersifat tidak beracun, tetapi tetap harus dihindari kontak langsung dengan kulit atau mata. Penggunaan harus dilakukan dalam lingkungan laboratorium yang terkontrol, dengan menggunakan alat pelindung diri seperti sarung tangan dan kacamata pelindung.
- Gong dkk. (2026). Identification of a Glycosyltransferase-Encoding Gene (EuGT8) from Eucommia ulmoides That Catalyzes the Glycosylation of Pinoresinol to Pinoresinol Diglucoside. Life doi:10.3390/life16040622
- Katayama dkk. (1992). An extraordinary accumulation of (−)-pinoresinol in cell-free extracts of Forsythia intermedia: evidence for enantiospecific reduction of (+)-pinoresinol. Phytochemistry doi:10.1016/s0031-9422(00)97545-9
- Zhang dkk. (2015). Production of pinoresinol diglucoside, pinoresinol monoglucoside, and pinoresinol by Phomopsis sp. XP-8 using mung bean and its major components. Applied Microbiology and Biotechnology doi:10.1007/s00253-015-6491-7
Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.
Kategori Produk
- Biochemicals and ReagentsCrude Medicine Ingredients for Research and Experimental Use
- Biochemicals and ReagentsPhenylpropanoids, Aromatic PolyketidesPhenylpropanoids
- Cell BiologyNutrition ResearchPhytochemicals
- Pharmaceutical Development and Drug Discovery ResearchCrude Medicine Ingredients for Research and Experimental Use








