Langsung ke informasi produk
1 dari 1

TCI

CAS 93697-74-6

Pyrazosulfuron-ethyl TCI P2901

Pyrazosulfuron-ethyl TCI P2901

Identitas Kimia

No. CAS
93697-74-6
Kemurnian
>95.0%(HPLC)(T)
Harga reguler Rp 2.466.450,00
Harga reguler Harga obral Rp 2.466.450,00
Obral Habis
Biaya pengiriman dihitung saat checkout.
Berat
Jumlah
Pembayaran hanya melalui request quotation dan dilakukan setelah tim kami menghubungi Anda. Mohon cantumkan nomor WhatsApp aktif untuk konfirmasi pesanan & pembuatan invoice. Estimasi pengiriman 2-4 minggu setelah pembayaran.

Dokumen Keamanan & Mutu

CoA (Certificate of Analysis)

Spesifik per batch produksi — diterbitkan dan dikirim bersama barang sesuai nomor lot yang Anda terima.

Contoh CoA segera tersedia.

💬 Minta CoA via WhatsApp

Lihat detail lengkap

Pyrazosulfuron-ethyl dari TCI adalah senyawa dari golongan sulfonilurea, salah satu golongan herbisida yang dikenal efektif pada dosis rendah. Secara struktur, molekul ini memiliki inti pirazol yang membawa gugus ester etil dan terhubung melalui jembatan sulfonilurea ke cincin pirimidin. Di laboratorium, bahan ini terutama dipakai sebagai zat acuan atau senyawa uji dalam riset agrokimia, analisis residu, toksikologi lingkungan, dan biologi tumbuhan. Peneliti memakainya sebagai standar ketika ingin mengidentifikasi atau mengukur keberadaan senyawa ini dalam sampel tanah, air, maupun tanaman.

Senyawa ini menarik karena mekanisme kerjanya sudah dipelajari dengan baik. Golongan sulfonilurea menghambat enzim asetolaktat sintase (ALS), yaitu enzim kunci dalam biosintesis asam amino rantai bercabang seperti valin, leusin, dan isoleusin pada tumbuhan. Karena jalur ini tidak terdapat pada hewan, senyawa sulfonilurea banyak dijadikan model untuk mempelajari selektivitas herbisida dan metabolisme asam amino tumbuhan. Inilah alasan bahan ini tercantum dalam kategori riset nutrisi. Pyrazosulfuron-ethyl dikenal luas dipakai pada budidaya padi sawah untuk mengendalikan gulma berdaun lebar dan teki.

Di Indonesia, padi merupakan komoditas pangan utama, sehingga senyawa ini sangat relevan bagi laboratorium pengujian residu pestisida, balai penelitian pertanian, fakultas pertanian, dan laboratorium lingkungan. Bahan ini dapat dipakai untuk validasi metode kromatografi, kajian degradasi di tanah sawah tropis, atau penelitian resistensi gulma terhadap herbisida penghambat ALS. Kemasan 250mg dan 1g cukup untuk menyiapkan larutan standar dan percobaan biologis skala laboratorium.

Brosur TCI (PDF)

  • Standar analitik untuk analisis residu herbisida: dapat dipakai menyiapkan larutan baku kalibrasi pada metode HPLC atau LC-MS untuk mendeteksi residu dalam beras, tanah, dan air irigasi.
  • Kajian biokimia penghambatan enzim ALS: senyawa sulfonilurea ini cocok sebagai inhibitor model untuk mempelajari jalur biosintesis valin, leusin, dan isoleusin pada tumbuhan maupun mikroorganisme.
  • Penelitian resistensi gulma padi: dipakai pada uji dosis–respons untuk membandingkan kepekaan populasi gulma lapangan dan mendeteksi munculnya biotipe yang resisten terhadap penghambat ALS.
  • Studi nasib lingkungan dan degradasi: cocok untuk mengkaji laju hidrolisis, adsorpsi tanah, dan degradasi mikrobial senyawa sulfonilurea pada kondisi tanah sawah serta iklim tropis.
  • Validasi metode dan uji profisiensi laboratorium: bahan murni ini membantu laboratorium memverifikasi perolehan kembali (recovery), batas deteksi, dan linearitas metode analisis pestisida yang dikembangkan.

Merek TCI (kode produk P2901)
Nomor CAS 93697-74-6
Rumus molekul —
Kemurnian —
Kategori Life Science > Cell Biology > Nutrition Research
Ukuran kemasan 250mg, 1g
Bentuk fisik padatan; rujuk CoA untuk detail kemurnian dan lot
Penyimpanan simpan rapat di tempat sejuk, kering, dan gelap; larutan standar sebaiknya disiapkan segar atau disimpan dingin

Simpan Pyrazosulfuron-ethyl dalam wadah asli yang tertutup rapat, di tempat sejuk, kering, dan terlindung dari cahaya. Pisahkan dari bahan makanan dan pakan. Senyawa sulfonilurea dapat terhidrolisis, terutama dalam kondisi asam, sehingga larutan stok sebaiknya diberi label tanggal pembuatan dan dicek kestabilannya secara berkala. Gunakan sarung tangan, kacamata pengaman, dan jas laboratorium. Timbang bahan di lemari asam atau ruang timbang tertutup untuk menghindari debu terhirup. Limbah larutan dan wadah bekas perlu dibuang sesuai ketentuan limbah bahan kimia karena senyawa ini aktif secara biologis bagi tumbuhan. Baca SDS TCI sebelum digunakan.

  • Xu dkk. (2009). Biodegradation of pyrazosulfuron-ethyl by three strains of bacteria isolated from contaminated soils. Chemosphere doi:10.1016/j.chemosphere.2008.09.078
  • Ok dkk. (2014). Photodegradation of Butachlor and Pyrazosulfuron-ethyl in Rice Paddy Water under Natural Sunlight. Korean Journal of Environmental Agriculture doi:10.5338/kjea.2014.33.2.134
  • Manna dkk. (2019). Biochars mediated degradation, leaching and bioavailability of pyrazosulfuron-ethyl in a sandy loam soil. Geoderma doi:10.1016/j.geoderma.2018.07.032

Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.