Physcion dari TCI adalah senyawa antrakuinon alami yang juga dikenal sebagai parietin. Senyawa ini ditemukan pada berbagai tumbuhan, antara lain kelompok tanaman kelembak (rhubarb), serta pada lumut kerak dan beberapa jamur. Di laboratorium, physcion dipakai sebagai senyawa bioaktif standar untuk penelitian biologi sel, terutama kajian apoptosis atau kematian sel terprogram. Peneliti menggunakannya untuk mempelajari respons sel kanker terhadap senyawa bahan alam dan sebagai pembanding dalam analisis fitokimia ekstrak tumbuhan.
Physcion dipilih karena strukturnya mewakili kelompok antrakuinon terhidroksilasi yang penting dalam kimia bahan alam. Berbagai publikasi melaporkan bahwa physcion dapat memengaruhi jalur pensinyalan sel, memicu stres oksidatif, dan menginduksi apoptosis pada sejumlah lini sel kanker. Hal ini menjadikannya senyawa model yang menarik. Sebagai antrakuinon, senyawa ini berwarna kekuningan hingga jingga dan memiliki serapan khas di daerah UV-tampak, sehingga mudah dideteksi. Kemasan 100mg memadai untuk uji sel in vitro yang umumnya hanya memerlukan konsentrasi rendah.
Bagi laboratorium di Indonesia, physcion sangat relevan karena riset bahan alam dan obat tradisional berkembang pesat di negeri yang kaya keanekaragaman hayati ini. Peneliti farmakognosi, fitokimia, dan biologi molekuler dapat memakainya sebagai standar autentik untuk mengonfirmasi keberadaan physcion dalam ekstrak tanaman lokal. Senyawa ini juga dapat dijadikan kontrol positif dalam uji sitotoksisitas atau uji apoptosis di laboratorium kultur sel kampus dan lembaga riset.
Brosur TCI (PDF)
- Phytochemicals 2025-12-17 · hal. 13
- Reagents for Biological Research 2025-03-11 · hal. 35
- Penelitian apoptosis pada kultur sel: physcion dilaporkan dapat menginduksi kematian sel terprogram pada beberapa lini sel kanker sehingga cocok sebagai senyawa uji atau pembanding.
- Standar fitokimia untuk analisis ekstrak: senyawa murni ini membantu identifikasi dan kuantifikasi physcion dalam ekstrak tumbuhan melalui KLT, HPLC, atau LC-MS.
- Kajian stres oksidatif dan pensinyalan sel: struktur antrakuinonnya terkait dengan pembentukan spesies oksigen reaktif, sehingga berguna untuk mempelajari jalur respons stres seluler.
- Penelitian bahan alam dan obat tradisional: physcion menjadi senyawa acuan saat menelusuri kandungan aktif tanaman obat yang diduga mengandung turunan antrakuinon.
- Studi hubungan struktur dan aktivitas antrakuinon: physcion dapat dibandingkan dengan emodin, krisofanol, dan antrakuinon lain untuk memahami pengaruh substituen terhadap aktivitas biologis.
| Merek | TCI (kode produk P2931) |
|---|---|
| Nomor CAS | 521-61-9 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Life Science > Cell Biology > Apoptosis |
| Ukuran kemasan | 100mg |
| Bentuk fisik | padatan berwarna (kuning hingga jingga, khas antrakuinon); konfirmasi pada CoA |
| Penyimpanan | terlindung dari cahaya, ikuti suhu pada label TCI |
Simpan physcion dalam wadah asli yang tertutup rapat. Botol kaca gelap atau wadah yang terlindung dari cahaya sangat dianjurkan karena senyawa antrakuinon dapat peka terhadap cahaya. Jauhkan dari panas dan kelembapan, serta ikuti suhu penyimpanan pada label. Larutan stok untuk uji sel sebaiknya dibuat dalam pelarut yang sesuai, dibagi ke beberapa alikuot, dan disimpan dingin untuk menghindari pembekuan-pencairan berulang. Gunakan sarung tangan, jas laboratorium, dan kacamata pelindung. Tangani sebagai senyawa bioaktif dan hindari terhirup atau kontak kulit.
- Adnan (2021). Physcion and Physcion 8-O-β-D-glucopyranoside: Natural Anthraquinones with Potential Anticancer Activities. Current Drug Targets doi:10.2174/18735592mtewdnjqiz
- Rasul (2021). Physcion and Physcion 8-O-β-D-glucopyranoside: Natural Anthraquinones with Potential Anticancer Activities. Current Drug Targets doi:10.2174/13894501mtewznjqmz
- XunLi dkk. (2019). Physcion and physcion 8-O-β-glucopyranoside: A review of their pharmacology, toxicities and pharmacokinetics. Chemico-Biological Interactions doi:10.1016/j.cbi.2019.06.035
Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.
