Langsung ke informasi produk
1 dari 1

TCI

CAS 2254447-10-2

Potassium [[1-(tert-Butoxycarbonyl)azetidin-3-yl]methyl]trifluoroborate TCI P3292

Potassium [[1-(tert-Butoxycarbonyl)azetidin-3-yl]methyl]trifluoroborate TCI P3292

Identitas Kimia

No. CAS
2254447-10-2
Kemurnian
>90.0%(qNMR)
Harga reguler Rp 8.480.850,00
Harga reguler Harga obral Rp 8.480.850,00
Obral Habis
Biaya pengiriman dihitung saat checkout.
Berat
Jumlah
Pembayaran hanya melalui request quotation dan dilakukan setelah tim kami menghubungi Anda. Mohon cantumkan nomor WhatsApp aktif untuk konfirmasi pesanan & pembuatan invoice. Estimasi pengiriman 2-4 minggu setelah pembayaran.

Dokumen Keamanan & Mutu

CoA (Certificate of Analysis)

Spesifik per batch produksi — diterbitkan dan dikirim bersama barang sesuai nomor lot yang Anda terima.

Contoh CoA segera tersedia.

💬 Minta CoA via WhatsApp

Lihat detail lengkap

Potassium [[1-(tert-Butoxycarbonyl)azetidin-3-yl]methyl]trifluoroborate adalah garam kalium organotrifluoroborat yang membawa unit azetidina terlindungi Boc. Garam organotrifluoroborat, yang sering disebut garam Molander, adalah bentuk reagen organoboron yang dikembangkan sebagai alternatif asam boronat dalam reaksi kopling Suzuki–Miyaura. Senyawa ini memungkinkan peneliti memasang gugus (azetidin-3-il)metil, motif cincin empat beranggota yang makin populer dalam kimia medisinal, ke berbagai kerangka aril atau heteroaril melalui kopling berkatalis logam.

Garam kalium trifluoroborat umumnya lebih stabil terhadap udara dan kelembapan dibandingkan banyak asam boronat alkil, sehingga lebih mudah ditimbang, disimpan, dan ditangani. Di bawah kondisi reaksi, garam ini melepaskan spesies boron reaktif secara perlahan, yang dapat membantu menekan reaksi samping. Gugus alkil sp3 primer pada senyawa ini cocok untuk kopling Suzuki–Miyaura maupun metode fotoredoks/nikel. Sementara itu, gugus Boc melindungi nitrogen azetidina dan dapat dilepas dengan asam setelah kopling, membuka jalan untuk fungsionalisasi lanjutan.

Bagi kelompok riset kimia medisinal dan sintesis organik di Indonesia, reagen ini menawarkan cara efisien untuk memperkenalkan cincin azetidina, yang sering dipakai untuk meningkatkan karakter tiga dimensi dan sifat fisikokimia kandidat obat. Kemasan 200 mg sesuai untuk optimasi reaksi kopling, pembuatan beberapa analog, atau studi metodologi. Peneliti yang sedang mengembangkan rute sintesis berbasis kopling modern dapat memanfaatkannya tanpa perlu menyiapkan reagen organoboron sendiri.

Brosur TCI (PDF)

  • Kopling Suzuki–Miyaura: garam trifluoroborat ini menjadi mitra nukleofilik yang stabil untuk memasang gugus azetidinilmetil pada aril halida dengan katalis paladium.
  • Kopling fotoredoks/nikel: reagen alkil trifluoroborat dikenal cocok untuk kopling dual katalitik yang membentuk ikatan karbon sp3–sp2 dalam kondisi relatif ringan.
  • Kimia medisinal: motif azetidina sering dipakai untuk menambah karakter tiga dimensi dan memodulasi sifat fisikokimia, sehingga berguna dalam desain analog kandidat obat.
  • Sintesis bertahap dengan gugus pelindung: gugus Boc dapat dilepas dengan asam setelah kopling, sehingga nitrogen azetidina siap untuk amidasi atau alkilasi berikutnya.
  • Studi metodologi organoboron: senyawa ini berguna sebagai substrat uji saat membandingkan kinerja katalis, ligan, atau kondisi reaksi untuk kopling alkil boron.

Merek TCI (kode produk P3292)
Nomor CAS 2254447-10-2
Rumus molekul —
Kemurnian —
Kategori Chemistry > Organometallic Reagents > Organoboron [Organometallic Reagents]
Ukuran kemasan 200mg
Bentuk fisik padatan garam (rincian merujuk pada label dan CoA produk)
Penyimpanan wadah tertutup rapat, kering, tempat sejuk sesuai petunjuk label

Meskipun garam kalium organotrifluoroborat relatif stabil di udara, simpan bahan ini dalam wadah asli yang tertutup rapat, di tempat sejuk dan kering, sesuai suhu pada label, serta jauhkan dari asam kuat yang dapat melepaskan gugus Boc atau mengurai garam boron. Tutup kembali wadah segera setelah menimbang untuk mencegah penyerapan kelembapan. Kenakan sarung tangan, kacamata pelindung, dan jas laboratorium, serta hindari menghirup debu. Baca SDS sebelum digunakan dan buang limbah reaksi kopling, termasuk sisa logam katalis, sesuai prosedur laboratorium.

—