Langsung ke informasi produk
1 dari 1

TCI

CAS 1001671-72-2

Potassium (Phthalimidomethyl)trifluoroborate TCI P2514

Potassium (Phthalimidomethyl)trifluoroborate TCI P2514

Identitas Kimia

No. CAS
1001671-72-2
PubChem
CID 57343269·SID 354335631
Rumus molekul
C9H6BF3KNO2
Berat molekul
267.06 g/mol
Kemurnian
>98.0%(N)
Identifier lengkap (IUPAC, SMILES, InChIKey)
IUPAC
potassium (1,3-dioxoisoindol-2-yl)methyl-trifluoroboranuide
SMILES
[B-](CN1C(=O)C2=CC=CC=C2C1=O)(F)(F)F.[K+]
InChIKey
WDVWKFFRDCGKDS-UHFFFAOYSA-N
Harga reguler Rp 2.625.000,00
Harga reguler Harga obral Rp 2.625.000,00
Obral Habis
Biaya pengiriman dihitung saat checkout.
Berat
Jumlah
Pembayaran hanya melalui request quotation dan dilakukan setelah tim kami menghubungi Anda. Mohon cantumkan nomor WhatsApp aktif untuk konfirmasi pesanan & pembuatan invoice. Estimasi pengiriman 2-4 minggu setelah pembayaran.

Dokumen Keamanan & Mutu

CoA (Certificate of Analysis)

Spesifik per batch produksi — diterbitkan dan dikirim bersama barang sesuai nomor lot yang Anda terima.

Contoh CoA segera tersedia.

💬 Minta CoA via WhatsApp

Lihat detail lengkap

Potassium (Phthalimidomethyl)trifluoroborate adalah senyawa kimia yang digunakan dalam berbagai reaksi organometalik di laboratorium. Senyawa ini termasuk dalam kategori reagen organoboron, yang memiliki peran penting dalam sintesis senyawa kompleks dan modifikasi molekul. Dalam proses reaksi kimia, senyawa ini bertindak sebagai sumber boron yang dapat bereaksi dengan berbagai substrat organik untuk membentuk senyawa baru. Karena sifat reaktivitasnya, senyawa ini sering digunakan dalam bidang organik dan sintesis anorganik.

Senyawa ini memiliki struktur molekuler yang kompleks, terdiri dari gugus trifluoroborat yang terikat pada rantai phthalimidomethyl. Struktur ini memberikan sifat reaktivitas yang tinggi, memungkinkan senyawa ini untuk berpartisipasi dalam berbagai reaksi kimia seperti reaksi nucleofilik dan reaksi substitusi. Karakteristik ini menjadikannya pilihan yang tepat untuk reaksi yang memerlukan kestabilan dan reaktivitas yang baik.

Di laboratorium Indonesia, senyawa ini digunakan dalam penelitian kimia organik, pengembangan senyawa baru, dan studi tentang reaktivitas senyawa organoboron. Karena keberadaannya di pasar internasional, senyawa ini juga menjadi bahan yang tersedia untuk peneliti lokal yang membutuhkan reagen khusus untuk eksperimen mereka.

Kelebihan (brosur TCI)

  • Stabil di udara pada suhu ruang
  • Dapat digunakan untuk introduksi gugus hydroxymethyl dan aminomethyl

  • Digunakan dalam sintesis senyawa organoboron untuk reaksi kimia kompleks.
  • Cocok untuk reaksi substitusi pada rantai karbon dalam senyawa organik.
  • Dapat berperan dalam reaksi nucleofilik untuk pembentukan senyawa baru.
  • Berguna dalam modifikasi molekul untuk aplikasi farmakologis dan material.
  • Dapat dimanfaatkan dalam penelitian tentang reaktivitas dan sifat kimia senyawa kompleks.

Dari brosur TCI

  • Introduksi gugus aminomethyl (phthalimidomethyl) melalui kopling dengan (Het)Ar chloride, menghasilkan produk N-(arilmetil)ftalimida

Merek TCI
Nomor CAS 1001671-72-2
Rumus molekul —
Kemurnian —
Kategori Chemistry > Organometallic Reagents > Organoboron [Organometallic Reagents]
Ukuran kemasan 1g, 5g
Bentuk fisik Padat berbentuk serbuk
Penyimpanan Simpan dalam wadah tertutup rapat dan jauh dari kelembapan

Data dari brosur TCI

Equivalents1.2 eq. (PdCl2(CH3CN)2 [B1676] cat., XPhos [D5038] cat., K2CO3 [P1748], tBuOH/H2O)

Sumber: TCI brochure RR124 (2026-01-05)

Senyawa ini harus disimpan dalam wadah tertutup rapat di tempat yang sejuk dan kering. Hindari paparan udara dan kelembapan untuk mencegah degradasi. Karena sifat kimia yang reaktif, senyawa ini harus ditangani dengan hati-hati, menggunakan alat pelindung diri seperti sarung tangan dan masker. Pastikan wadah tidak terbuka selama penyimpanan dan simpan jauh dari bahan kimia yang tidak kompatibel.

Referensi dari brosur TCI

  1. Rammohan Devulapally. Synthesis and cross-coupling reactions of imidomethyltrifluoroborates with aryl chlorides Tetrahedron Letters, 2012. doi:10.1016/j.tetlet.2011.12.062