L-Ribose adalah sebuah gula pentosa yang memiliki peran penting dalam berbagai bidang ilmu kimia dan biologi. Sebagai salah satu komponen penting dalam struktur RNA dan DNA, L-Ribose sering digunakan dalam penelitian biokimia untuk mempelajari proses sintesis dan degradasi asam nukleat. Bahan ini juga digunakan dalam studi metabolisme karbohidrat, terutama dalam penelitian tentang penyakit metabolik dan penyakit genetik yang terkait dengan gangguan metabolisme karbohidrat. Dalam laboratorium, L-Ribose sering dijadikan bahan baku untuk sintesis senyawa kompleks atau sebagai substrat dalam reaksi enzimatik.
L-Ribose memiliki struktur molekuler yang sederhana namun sangat spesifik, sehingga memungkinkan reaksi kimia yang terkendali dan presisi. Bahan ini bersifat tidak berwarna, tidak berbau, dan mudah larut dalam air. Karena sifatnya yang stabil dan tidak mudah terdegradasi, L-Ribose menjadi pilihan yang tepat dalam berbagai eksperimen kimia dan biokimia. Selain itu, kebersihan dan kemurnian tinggi dari bahan ini memastikan hasil eksperimen yang akurat dan dapat diandalkan.
Dalam konteks laboratorium Indonesia, L-Ribose sangat relevan untuk penelitian di bidang biokimia, farmakologi, dan genetika. Banyak institusi riset di Indonesia menggunakan bahan ini untuk studi lanjutan terkait penyakit metabolik, pengembangan obat, dan penelitian tentang mekanisme kerja enzim. Ketersediaan bahan ini juga mendukung kegiatan pendidikan di tingkat universitas dan lembaga penelitian, memastikan keberlanjutan kegiatan ilmiah di Indonesia.
Brosur TCI (PDF)
- Nucleosides, Nucleotides, Nucleic Acids and Related Reagents 2026-03-23 · hal. 15
- Reagents for Glyco Chemistry & Biology 5th Edition · hal. 66
Produk TCI terkait
- TCI R0025 50-69-1 D-(-)-Ribose
- 2-Deoxy-D-ribose, CAS 533-67-5, TCI D0059
- beta-D-Ribofuranose 1-Acetate 2,3,5-Tribenzoate, CAS 6974-32-9, TCI R0067
- Tetra-O-acetyl-beta-D-ribofuranose, CAS 13035-61-5, TCI R0066
- Methyl beta-D-Ribofuranoside, CAS 7473-45-2, TCI M1965
- 2,3-O-Isopropylidene-D-ribose, CAS 13199-25-2, TCI M3445
- Penelitian biokimia untuk sintesis senyawa organik kompleks
- Studi metabolisme karbohidrat dalam konteks penyakit metabolik
- Eksperimen enzimatik untuk mempelajari aktivitas enzim tertentu
- Pengembangan obat dan senyawa farmakologis berbasis karbohidrat
- Analisis komponen kimia dalam bahan biologis seperti RNA dan DNA
| Merek | TCI |
|---|---|
| Nomor CAS | 24259-59-4 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Chemistry > Chemical Biology > Glycoscience |
| Ukuran kemasan | 1g |
| Bentuk fisik | Padat, kristal |
| Penyimpanan | Simpan dalam wadah tertutup rapat di tempat sejuk dan kering |
L-Ribose harus disimpan dalam wadah tertutup rapat dan jauh dari paparan udara bebas serta sinar matahari langsung. Tempat penyimpanan yang ideal adalah di ruang laboratorium dengan suhu terkontrol dan kelembapan rendah. Karena sifatnya yang mudah larut dalam air, bahan ini harus dihindari dari kontak langsung dengan air atau kelembapan berlebihan. Selama penanganan, pengguna harus memakai alat pelindung diri seperti sarung tangan dan masker untuk menghindari paparan langsung.
- Angyal (2005). l-Ribose: an Easily Prepared Rare Sugar. Australian Journal of Chemistry doi:10.1071/ch04201
- Bubis (1998). A role for NAD+ and cADP-ribose in melatonin signal transduction. Molecular and Cellular Endocrinology doi:10.1016/s0303-7207(97)00231-1
- ZHANG dkk. (1997). ChemInform Abstract: Novel Analogues of Cyclic ADP‐Ribose: 9‐Cyclic Etheno‐ADP‐Ribose and Cyclic Etheno‐CDP Ribose.. ChemInform doi:10.1002/chin.199706216
Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.







