Ribavirin adalah senyawa kimia yang digunakan dalam berbagai penelitian bidang kehidupan, terutama dalam bidang farmakologi dan virologi. Sebagai agen antivirus, Ribavirin memiliki kemampuan untuk menghambat replikasi virus, sehingga menjadi bahan penting dalam pengembangan obat dan uji coba terapi antivirus. Produk ini termasuk dalam kategori reagen dan bahan kimia, yang sering digunakan dalam laboratorium untuk analisis dan eksperimen terkait virus. Ribavirin juga digunakan dalam penelitian tentang mekanisme kerja antivirus dan pengembangan strategi pengendalian infeksi.
Ribavirin memiliki struktur molekuler yang kompleks dan sifat kimia yang stabil, sehingga memungkinkan penggunaannya dalam berbagai kondisi laboratorium. Karena kemampuannya untuk menghambat RNA dan DNA virus, senyawa ini sangat diminati dalam penelitian terkait penyakit menular. Selain itu, Ribavirin memiliki daya tahan terhadap kondisi lingkungan tertentu, sehingga memudahkan penyimpanan dan penggunaan dalam jangka waktu yang lebih lama.
Di laboratorium Indonesia, Ribavirin sering digunakan dalam penelitian tentang penyakit virus seperti hepatitis C dan virus influenza. Bahan ini juga menjadi bagian dari program penelitian untuk pengembangan obat baru dan pengujian efektivitas terapi antivirus. Dengan keberadaannya di pasar lokal, Ribavirin memudahkan para peneliti untuk melakukan eksperimen yang relevan dengan kebutuhan kesehatan masyarakat.
Kelebihan (brosur TCI)
- Inhibitor polimerase analog ribonukleosida
- Inhibitor virus hepatitis C (HCV)
Brosur TCI (PDF)
- Antiviral Agents Targeting RNA-Dependent RNA Polymerase (RdRp) 2025-11-25 · hal. 1
- Immunology Research Reagents 2026-06-03 · hal. 9
- Nucleosides, Nucleotides, Nucleic Acids and Related Reagents 2026-03-23 · hal. 4
- Antimicrobials and Antitumor Agents for Research and Experimental Use 2025-04-24 · hal. 5
- Pharmaceutical Ingredients for Research and Experimental Use 2026-03-09 · hal. 5
- Reagents for Biological Research 2025-03-11 · hal. 61
- Uji aktivitas antivirus terhadap berbagai strain virus
- Pengembangan obat antivirus untuk penyakit menular
- Analisis mekanisme kerja senyawa anti-viral
- Penelitian tentang efek samping dan toksisitas Ribavirin
- Pengujian efektivitas terapi kombinasi dalam pengobatan virus
Dari brosur TCI
- Penelitian virus hepatitis C (HCV)
| Merek | TCI |
|---|---|
| Nomor CAS | 36791-04-5 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Life Science > Biochemicals and Reagents > Antibiotics |
| Ukuran kemasan | 100mg, 500mg |
| Bentuk fisik | Serbuk kristalin |
| Penyimpanan | Simpan dalam wadah kedap udara dan jauh dari cahaya langsung |
Ribavirin harus disimpan dalam wadah yang kedap udara dan jauh dari paparan cahaya langsung untuk mempertahankan sifat kimianya. Sebaiknya disimpan dalam suhu kamar dan hindari paparan panas berlebihan. Selama penyimpanan, pastikan wadah tetap tertutup rapat untuk mencegah kontaminasi dan kelembapan. Dalam penggunaan, pastikan alat dan wadah yang digunakan bersih dan bebas dari kontaminasi. Selalu gunakan sarung tangan dan perlindungan mata saat menangani bahan ini untuk mencegah paparan langsung.
- KOMÍNEK dkk. (2016). Effect of repeated Ribavirin treatment on grapevine viruses. Acta virologica doi:10.4149/av_2016_04_400
- Helal Ashour (2014). Effect of Vitamin D Supplementation with Pegylated Interferon-α and Ribavirin on Erythrocyte Indices, Iron Parameters and Erythropoietin Expression in Male Wistar Rats. Clinical & Experimental Pharmacology doi:10.4172/2161-1459.1000160
- Jin (2012). Multicenter Comparison of PEG-IFN α2a or α2b Plus Ribavirin for Treatment-Naive HCV Patients in Favourable IL28B Genotype Dominant Area. Journal of Antivirals & Antiretrovirals doi:10.4172/jaa.1000050
Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.
Referensi dari brosur TCI
- Marco Vignuzzi. Ribavirin and lethal mutagenesis of poliovirus: molecular mechanisms, resistance and biological implications Virus Research, 2005. doi:10.1016/j.virusres.2004.11.007
- Sangita Venkataraman. RNA Dependent RNA Polymerases: Insights from Structure, Function and Evolution Viruses, 2018. doi:10.3390/v10020076
Kategori Produk
- Biochemicals and ReagentsAntibioticsAntibiotics (Chemical Structure Class)
- Biochemicals and ReagentsAntibioticsAntibiotics (by Application)
- Biochemicals and ReagentsNucleosides, Nucleotides, OligonucleotidesNucleoside Analogs
- Biochemicals and ReagentsPharmaceutical Research Reagents (for Experimental Use)Antimicrobial Ingredients (for Research and Experimental Use)
- Biochemicals and ReagentsPharmaceutical Research Reagents (for Experimental Use)Antiviral Research Reagents (for Experimental Use)
- Biochemicals and Reagents
- MicrobiologyAntibioticsAntibiotics (Chemical Structure Class)
- MicrobiologyAntibioticsAntibiotics (by Application)
- Pharmaceutical Development and Drug Discovery ResearchPharmaceutical Research Reagents (for Experimental Use)Antimicrobial Ingredients (for Research and Experimental Use)
- Pharmaceutical Development and Drug Discovery ResearchPharmaceutical Research Reagents (for Experimental Use)Antiviral Research Reagents (for Experimental Use)
- Pharmaceutical Development and Drug Discovery ResearchAntibioticsAntibiotics (Chemical Structure Class)
- Pharmaceutical Development and Drug Discovery ResearchAntibioticsAntibiotics (by Application)








