Langsung ke informasi produk
1 dari 2

TCI

CAS 22662-39-1

Rafoxanide, CAS 22662-39-1, TCI R0108

Rafoxanide, CAS 22662-39-1, TCI R0108

Identitas Kimia

No. CAS
22662-39-1
PubChem
CID 31475·SID 172089089
Rumus molekul
C19H11Cl2I2NO3
Berat molekul
626.0 g/mol
Kemurnian
>98.0%(HPLC)(N)
Basis data rujukan
ChEBI·ChemSpider·ECHA·Wikipedia
Identifier lengkap (IUPAC, SMILES, InChIKey)
IUPAC
N-[3-chloro-4-(4-chlorophenoxy)phenyl]-2-hydroxy-3,5-diiodobenzamide
SMILES
C1=CC(=CC=C1OC2=C(C=C(C=C2)NC(=O)C3=C(C(=CC(=C3)I)I)O)Cl)Cl
InChIKey
NEMNPWINWMHUMR-UHFFFAOYSA-N
Harga reguler Rp 2.544.150,00
Harga reguler Rp 1.794.450,00 Harga obral Rp 2.544.150,00
Obral Habis
Biaya pengiriman dihitung saat checkout.
Berat
Jumlah
Pembayaran hanya melalui request quotation dan dilakukan setelah tim kami menghubungi Anda. Mohon cantumkan nomor WhatsApp aktif untuk konfirmasi pesanan & pembuatan invoice. Estimasi pengiriman 2-4 minggu setelah pembayaran.

Dokumen Keamanan & Mutu

CoA (Certificate of Analysis)

Spesifik per batch produksi — diterbitkan dan dikirim bersama barang sesuai nomor lot yang Anda terima.

Contoh CoA segera tersedia.

💬 Minta CoA via WhatsApp

Lihat detail lengkap

Rafoxanide adalah senyawa kimia yang digunakan dalam berbagai eksperimen biofarmakologi dan penelitian antibiotik. Sebagai salah satu senyawa aktif dari kelompok antibiotic, Rafoxanide memiliki peran penting dalam pengujian efektivitas antibiotik terhadap bakteri patogen. Bahan ini sering digunakan dalam laboratorium untuk mengamati respons mikroba terhadap pengaruh senyawa aktif, serta dalam penelitian tentang mekanisme kerja antibiotik. Karena sifatnya yang stabil dan mudah ditemukan, Rafoxanide menjadi pilihan utama dalam berbagai eksperimen terkait kebugaran bakteri dan pengujian sensitivitas.

Rafoxanide memiliki sifat kimia yang khas, yaitu kelarutan dalam pelarut organik dan kemampuannya untuk menetapkan efek biologis pada mikroba. Senyawa ini juga memiliki daya tahan terhadap kondisi lingkungan tertentu, sehingga memudahkan proses penyimpanan dan penggunaan dalam jangka waktu yang lebih lama. Karakteristik ini menjadikannya cocok untuk digunakan dalam penelitian yang membutuhkan stabilitas dan konsistensi hasil. Selain itu, Rafoxanide memiliki struktur molekuler yang jelas dan mudah diidentifikasi, sehingga memudahkan proses analisis dan pengujian di laboratorium.

Di laboratorium Indonesia, Rafoxanide digunakan secara luas dalam penelitian bidang farmasi dan mikrobiologi. Banyak institusi penelitian dan universitas memanfaatkan senyawa ini untuk mengembangkan obat baru, memahami mekanisme resistensi bakteri, serta melakukan uji klinis awal. Dengan adanya Rafoxanide, para peneliti dapat memperoleh data yang akurat dan dapat diandalkan dalam berbagai eksperimen terkait antibiotik dan mikrobiologi.

  • Pengujian sensitivitas bakteri terhadap senyawa aktif untuk menilai efektivitas antibiotik
  • Penelitian tentang mekanisme kerja dan efek biologis senyawa farmakologis
  • Eksperimen untuk mengembangkan obat baru dengan efek terapeutik yang spesifik
  • Analisis kualitas dan konsistensi senyawa dalam proses produksi farmasi
  • Uji klinis awal untuk mengevaluasi respons mikroba terhadap pengobatan

Merek TCI
Nomor CAS 22662-39-1
Rumus molekul —
Kemurnian —
Kategori Life Science > Biochemicals and Reagents > Antibiotics
Ukuran kemasan 1g
Bentuk fisik Serbuk
Penyimpanan Simpan dalam wadah tertutup rapat dan jauh dari sinar matahari langsung

Rafoxanide harus disimpan dalam wadah kaca atau plastik yang kedap udara, serta dihindari dari paparan sinar matahari langsung dan kelembapan berlebihan. Penyimpanan di lingkungan suhu kamar yang stabil sangat disarankan. Saat mengambil atau menangani bahan ini, pastikan menggunakan sarung tangan dan alat pelindung lainnya untuk menghindari kontak langsung dengan kulit atau mata. Selain itu, Rafoxanide harus dihindari dari kontaminasi silang, terutama dengan bahan kimia lain yang tidak kompatibel.

  • Pacifico dkk. (2025). Repurposing Rafoxanide: From Parasite Killer to Cancer Fighter. Biomedicines doi:10.3390/biomedicines13071686
  • Sawy dkk. (2019). Some Pharmacodynamics Effects of Rafoxanide and Its Interaction With Fenbendazole. Alexandria Journal of Veterinary Sciences doi:10.5455/ajvs.14630
  • Benchaoui dkk. (1993). Effect of early treatment with rafoxanide on antipyrine clearance in sheep infected with Fasciola hepatica. Xenobiotica doi:10.3109/00498259309057032

Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.