Langsung ke informasi produk
1 dari 2

TCI

CAS 1176-09-6

Raptinal TCI R0199

Raptinal TCI R0199

Identitas Kimia

No. CAS
1176-09-6
PubChem
CID 355994·SID 468592782
Rumus molekul
C28H18O2
Berat molekul
386.4 g/mol
Kemurnian
>96.0%(HPLC)
Identifier lengkap (IUPAC, SMILES, InChIKey)
IUPAC
9-(9-formylfluoren-9-yl)fluorene-9-carbaldehyde
SMILES
C1=CC=C2C(=C1)C3=CC=CC=C3C2(C=O)C4(C5=CC=CC=C5C6=CC=CC=C64)C=O
InChIKey
GLANOOJJBKXTMI-UHFFFAOYSA-N
Harga reguler Rp 3.155.250,00
Harga reguler Harga obral Rp 3.155.250,00
Obral Habis
Biaya pengiriman dihitung saat checkout.
Berat
Jumlah
Pembayaran hanya melalui request quotation dan dilakukan setelah tim kami menghubungi Anda. Mohon cantumkan nomor WhatsApp aktif untuk konfirmasi pesanan & pembuatan invoice. Estimasi pengiriman 2-4 minggu setelah pembayaran.

Dokumen Keamanan & Mutu

CoA (Certificate of Analysis)

Spesifik per batch produksi — diterbitkan dan dikirim bersama barang sesuai nomor lot yang Anda terima.

Contoh CoA segera tersedia.

💬 Minta CoA via WhatsApp

Lihat detail lengkap

Raptinal (1176-09-6) adalah senyawa kimia yang digunakan dalam penelitian bidang kehidupan, terutama dalam studi mekanisme apoptosis atau kematian sel terprogram. Senyawa ini sering digunakan sebagai agen penindik untuk menginduksi atau mempercepat proses apoptosis pada sel tertentu. Dalam laboratorium, Raptinal berperan sebagai alat bantu untuk memahami respons sel terhadap stres atau kerusakan, serta untuk menguji efektivitas obat atau senyawa lain dalam menghambat atau mempercepat proses kematian sel.

Raptinal memiliki sifat kimia yang stabil dalam kondisi tertentu dan dapat larut dalam pelarut organik seperti etil asetat atau aseton. Karena sifat ini, senyawa ini mudah digunakan dalam berbagai metode eksperimen, seperti kultur sel, uji toksisitas, dan analisis molekuler. Kelebihan utama Raptinal adalah kemampuannya untuk berinteraksi secara spesifik dengan protein tertentu yang terlibat dalam jalur apoptosis, sehingga memungkinkan peneliti untuk mengontrol proses tersebut secara akurat.

Di laboratorium Indonesia, Raptinal sering digunakan dalam penelitian biomedis, farmakologi, dan bioteknologi. Peneliti lokal menggunakan senyawa ini untuk studi terkait penyakit degeneratif, kanker, dan pengembangan terapi sel. Karena kehandalannya dalam menginduksi apoptosis, Raptinal menjadi pilihan utama di berbagai institusi riset di Indonesia yang fokus pada penelitian seluler dan molekuler.

Kelebihan (brosur TCI)

  • Induksi apoptosis cepat (hitungan menit), lebih cepat dibanding staurosporin
  • Menginduksi apoptosis sel melalui jalur intrinsik yang bergantung pada caspase
  • IC50 <10 µM pada 22 lini sel setelah inkubasi 24 jam
  • Aktivitas penghambatan tumor secara in vivo pada embrio zebrafish dan tikus
  • Tidak sensitif terhadap cahaya dan mudah ditangani

Brosur TCI (PDF)

  • Pengujian efek senyawa pada jalur apoptosis dalam sel manusia
  • Penelitian mekanisme kematian sel terprogram dalam penyakit neurodegeneratif
  • Uji toksisitas senyawa baru terhadap sel kanker
  • Analisis interaksi molekuler dalam proses apoptosis
  • Pengembangan obat yang memanipulasi jalur kematian sel untuk terapi medis

Dari brosur TCI

  • Aplikasi riset di bidang biologi, farmakologi, dan kimia

Merek TCI
Nomor CAS 1176-09-6
Rumus molekul —
Kemurnian —
Kategori Life Science > Cell Biology > Apoptosis
Ukuran kemasan 25mg, 100mg
Bentuk fisik Padat (serbuk)
Penyimpanan Simpan dalam wadah tertutup, jauh dari cahaya langsung

Data dari brosur TCI

IC50<10 µM (22 cell lines, 24 h incubation)
Onset apoptosisminutes (as stated in brochure, compared with staurosporine)

Sumber: TCI brochure PP018 (2025-08-05)

Raptinal harus disimpan dalam wadah tertutup yang kedap udara, jauh dari sumber cahaya langsung dan suhu tinggi. Penyimpanan dalam kondisi dingin (sekitar 4°C) dianjurkan untuk mempertahankan kualitas senyawa. Wadah yang digunakan harus terbuat dari bahan tahan korosi seperti plastik atau gelas. Saat menangani Raptinal, peneliti harus memakai sarung tangan dan masker untuk menghindari kontak langsung dengan kulit atau saluran pernapasan. Selain itu, senyawa ini harus dihindari dari paparan panas, air, dan bahan kimia lain yang dapat bereaksi.

  • Smith dkk. (2024). Raptinal: a powerful tool for rapid induction of apoptotic cell death. Cell Death Discovery doi:10.1038/s41420-024-02120-1
  • Taha dkk. (2020). Raptinal silver nanoparticles: new therapeutic advances in hepatocellular carcinoma mouse model. Naunyn-Schmiedeberg's Archives of Pharmacology doi:10.1007/s00210-020-01973-4
  • Heimer dkk. (2019). Raptinal bypasses BAX, BAK, and BOK for mitochondrial outer membrane permeabilization and intrinsic apoptosis. Cell Death & Disease doi:10.1038/s41419-019-1790-z

Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.

Referensi dari brosur TCI

  1. Rahul Palchaudhuri. A Small Molecule that Induces Intrinsic Pathway Apoptosis with Unparalleled Speed Cell Reports, 2015. doi:10.1016/j.celrep.2015.10.042
  2. Katharina S. Schneider. The Inflammasome Drives GSDMD-Independent Secondary Pyroptosis and IL-1 Release in the Absence of Caspase-1 Protease Activity Cell Reports, 2017. doi:10.1016/j.celrep.2017.12.018
  3. Karen Frudd. Oxidation of Atg3 and Atg7 mediates inhibition of autophagy Nature Communications, 2018. doi:10.1038/s41467-017-02352-z