Langsung ke informasi produk
1 dari 1

TCI

CAS 112-03-8

Trimethylstearylammonium Chloride TCI S0087

Trimethylstearylammonium Chloride TCI S0087

Identitas Kimia

Nama lain
STAC
No. CAS
112-03-8
PubChem
CID 8155·SID 87575703
Rumus molekul
C21H46ClN
Berat molekul
348.0 g/mol
Kemurnian
>98.0%(T)
Basis data rujukan
ChEBI·ChemSpider·ECHA
Identifier lengkap (IUPAC, SMILES, InChIKey)
IUPAC
trimethyl(octadecyl)azanium chloride
SMILES
CCCCCCCCCCCCCCCCCC[N+](C)(C)C.[Cl-]
InChIKey
VBIIFPGSPJYLRR-UHFFFAOYSA-M
Harga reguler Rp 1.060.500,00
Harga reguler Rp 757.050,00 Harga obral Rp 1.060.500,00
Obral Habis
Biaya pengiriman dihitung saat checkout.
Berat
Jumlah
Pembayaran hanya melalui request quotation dan dilakukan setelah tim kami menghubungi Anda. Mohon cantumkan nomor WhatsApp aktif untuk konfirmasi pesanan & pembuatan invoice. Estimasi pengiriman 2-4 minggu setelah pembayaran.

Dokumen Keamanan & Mutu

CoA (Certificate of Analysis)

Spesifik per batch produksi — diterbitkan dan dikirim bersama barang sesuai nomor lot yang Anda terima.

Contoh CoA segera tersedia.

💬 Minta CoA via WhatsApp

Lihat detail lengkap

Trimethylstearylammonium Chloride dari TCI, yang juga dikenal sebagai oktadesiltrimetilamonium klorida, adalah garam amonium kuaterner yang berfungsi sebagai surfaktan kationik. Dalam katalog, bahan ini masuk kategori reagen riset quantum dot koloid. Molekulnya memiliki kepala trimetilamonium yang bermuatan positif dan ekor oktadesil yang panjang. Di laboratorium, senyawa ini dipakai sebagai agen pengarah struktur, penstabil koloid, agen transfer fase, dan pengubah sifat permukaan dalam sintesis nanomaterial maupun formulasi.

Senyawa ini dipilih karena muatan positifnya permanen dan tidak bergantung pada pH, sehingga interaksi elektrostatiknya dengan permukaan bermuatan negatif dapat diandalkan. Ekor C18 yang panjang memberi sifat hidrofobik yang kuat dan membantu pembentukan misel. Sifat ini penting untuk mencetak pori pada silika mesopori maupun untuk menstabilkan nanokristal dan quantum dot. Tiga pilihan kemasan, yaitu 25 g, 100 g, dan 500 g, mendukung kebutuhan dari riset awal hingga produksi material skala laboratorium.

Di Indonesia, bahan ini relevan bagi laboratorium material dan nanoteknologi di perguruan tinggi dan lembaga riset, misalnya untuk sintesis quantum dot, silika mesopori, atau modifikasi lempung organik dari bentonit lokal. Bahan ini juga berguna bagi riset formulasi kosmetik perawatan rambut dan agen antistatik.

Brosur TCI (PDF)

  • Riset quantum dot koloid: surfaktan kationik ini dipakai sebagai ligan atau agen transfer fase untuk memindahkan dan menstabilkan quantum dot di antara fase organik dan air.
  • Sintesis silika mesopori: misel yang terbentuk dari bahan ini berfungsi sebagai cetakan pori, sehingga menghasilkan material berpori teratur untuk katalis dan adsorben.
  • Pembuatan organolempung: kation amonium kuaterner dapat menggantikan kation pada lapisan bentonit atau montmorilonit, sehingga lempung menjadi organofilik dan cocok untuk nanokomposit polimer.
  • Katalis transfer fase: muatan positif dan rantai lipofiliknya membantu memindahkan anion reaktan ke fase organik, sehingga reaksi dua fase berlangsung lebih efisien.
  • Formulasi antistatik dan kondisioner: bahan ini mudah teradsorpsi pada permukaan bermuatan negatif seperti rambut dan serat, sehingga cocok untuk kajian agen antistatik.

Merek TCI (kode produk S0087)
Nomor CAS 112-03-8
Rumus molekul —
Kemurnian —
Kategori Materials Science > Electronic Materials > Colloidal Quantum Dot (QD) Research Reagents
Ukuran kemasan 25g, 100g, 500g
Bentuk fisik padatan; rincian lengkap tercantum pada label dan SDS
Penyimpanan wadah tertutup rapat, di tempat sejuk dan kering, terlindung dari kelembapan

Simpan Trimethylstearylammonium Chloride dalam wadah tertutup rapat di tempat sejuk dan kering agar tidak menyerap kelembapan dan menggumpal. Jauhkan dari bahan pengoksidasi kuat dan surfaktan anionik pekat yang dapat membentuk endapan. Senyawa amonium kuaterner dapat mengiritasi kulit dan mata, serta umumnya berbahaya bagi organisme akuatik. Gunakan sarung tangan, kacamata pelindung, dan masker debu, dan jangan membuang limbahnya ke saluran air. Ikuti SDS untuk penanganan selengkapnya.

  • Mori dkk. (1991). Fluorimetric determination of hydrogen peroxide by use of the fluorescence reaction between N-(4′-hydroxyphenyl)-N-(4-methylquinolinyl)amine and cobalt(II) in the presence of trimethylstearylammonium chloride. Talanta doi:10.1016/0039-9140(91)80157-u

Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.